Rabu , 18 September 2019
Home / Metropolis / Oktober, Koperasi Nelayan Mulai Berjalan

Oktober, Koperasi Nelayan Mulai Berjalan

Syafriandi

BENGKULU – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu sudah mendirikan koperasi untuk membantu permodalan dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan kecil. Sebanyak 500 nelayan ditargetkan dapat bergabung dengan koperasi tersebut. Ditargetkan pada awal Oktober nanti koperasi sudah mulai berjalan.

Koperasi ini akan menjadi wadah untuk para nelayan kecil dalam meningkatkan kesejahteraannya sekaligus memberikan penguatan usaha. Adapun tujuan pendirian koperasi tersebut adalah agar kesulitan ekonomi nelayan dapat terselesaikan secara perlahan-lahan.

Kepala DKP Kota Bengkulu, Syafriandi mengatakan, para nelayan kecil akan dapat terbantu dengan permodalan yang diberikan melalui koperasi tersebut. “Bantuan yang diberikan berupa kapal, jaring, dispender dan lainnya,” ujarnya, Senin (22/7).

Sementara itu, untuk bantuan dana pada tahun ini belum ada. Namun ia mengusahakan pada 2020 nanti koperasi tersebut dapat memberikan bantuan berupa dana. Apalagi pihaknya memiliki strategi pemberdayaan koperasi agar terdapat meningkatan produktivitas kelompok nelayan.

Hal ini akan dilakukan melalui program penguatan usaha yang disertai dengan pendampingan dan bimbingan teknis, sehingga para nelayan tersebut dapat mendirikan suatu usaha untuk mengatasi masalah perekonomian yang selama ini sering terjadi. “Untuk bantuan dana kita belum ada, tapi kita usahakan,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh nelayan di Kota Bengkulu dapat menjadi anggota dengan membayar iuran wajib sebesar Rp 500 ribu dan iuran per bulannya Rp 50 ribu. Apabila nelayan yang sudah menjadi anggota dapat memanfaatkan koperasi dengan sebaik-baiknya karena akan ada banyak peluang usaha yang bisa tercipta untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Nantinya nelayan juga bisa menjalin kemitraan dari berbagai pelaku usaha lainnya yang masih berhubungan nelayan. Selain itu, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan konsumsi ikan masyarakat di Provinsi Bengkulu. Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan berapa persen konsumsi ikan di masyarakat. Data tersebut akan menjadi acuan untuk melakukan peningkatan. Hal itu dikarenakan konsumsi ikan masih tinggi dari Kota Lubuklinggau dan Padang.

“Setelah pendataan kita mulai gencar melakukan sosialisasi untuk mendorong dan meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat,” tutupnya. (cup)

Berita Lainnya

Konsolidasi Masyarakat Sipil Desak Percepatan  Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

BENGKULU– Mendegnya pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual menuai sorotan dari Konsolidasi Masyarakat Sipil Bengkulu. Ini ...

error: Content is protected !!