Senin , 26 Agustus 2019
Home / Pemilu / KPU Klaim Partisipasi Pemilih Meningkat

KPU Klaim Partisipasi Pemilih Meningkat

RAKOR: Komisioner KPU Kepahiang, Selasa(23/7) menggelar rakor Dokumen Tahapan Pemilu di aula Sekretariat KPU Kepahiang.(foto: arie/rb)

KEPAHIANG – KPU Kepahiang mengklaim partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 lalu mencapai 82 persen. Angka ini melampaui target yang diharapkan sebelumnya yakni 80 persen. Hal ini diungkapkan Ketua KPU Kepahiang, Mirzan Pranoto Hidayat, S.Sos usai kegiatan Rapat Koordinasi Dokumen Tahapan Pemilu di aula Sekretariat KPU Kepahiang, kemarin (23/7).

Menurut Mirzan, angka 82 persen tersebut merupakan angka rata-rata partisipasi pemilih Pemilu 2019 yang terdiri dari Pilpres dan Pileg. Ia juga mengklaim peningkatan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 lalu dipengaruh oleh gencarnya sosialisasi yang dilakukan KPU Kepahiang selama tahapan Pemilu 2019.

Diketahui dari jumlah DPT 108.405 pemilih ditambah dengan jumlah DPTb 178 pemilih dan DPK 5.447 pemilih, total pemilih di Kabupaten Kepahiang pada Pemilu kali ini mencapai 114.030 pemilih. Dari jumlah tersebut, untuk Pilpres angka partisipasi pemilih mencapai 92.847 pemilih atau 81,4 persen.

Sementara untuk pemilihan DPR RI jumlah pemilih sebanyak 92.753 atau 81,3 persen, DPD RI sebanyak 92.754 pemilih atau 81,3 persen, DPRD Provinsi sebanyak 92.736 atau 81,3 persen, dan DPRD Kabupaten 92.753 pemiluh atau 81,3 persen.

Sebelumnya pada Pemilu 2014 lalu, dimana jumlah pemilih di kabupaten Kepahiang dari jumlah kolektif DPT, DPTb, DPPh, dan DPTb2 adalah sebanyak 110.470 pemilih, yang menyalurkan hak pilihnya sebanyak 75.028 pemilih atau sebanyak 67,9 persen.

Angka tersebut justru menurun pada Pilgub 2015, dari jumlah pemilih kolektif sebanyak 112.335 orang yang menyalurkan hak pilihnya adalah 75.462 atau sekitar 67,1 persen. Hal serupa terjadi pada Pilbup 2015 lalu dimana jumlah pemilih 75.446 orang atau 67,1 persen.           “Kita beruntung untuk Pemilu tahun ini angka partisipasi bisa lebih dari target yang kita harapkan. Hal ini didapat berkat kerja keras seluruh jajaran mulai dari tingkat KPPS hingga PPK, serta relawan demokrasi dan penyelenggara partisipatif, yang selama ini telah giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” papar Mirzan.

Diungkapkan Mirzan, sejak Agustus 2018 lalu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi khususnya terhadap pemilih pemula. Bahkan agenda KPU Goes to School terus dijalankan hingga akhir masa kampanye lalu, dengan menyasar ke sekolah-sekolah yang ada. Selain menyasar kepada pemilih pemula, KPU Kepahiang juga akan menyasar kepada tokoh masyarakat, forum warga, organisasi perempuan dan pemilih disabilitas.

“Kita juga menggelar kegiatan kursus kepemiluan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Hal ini kita lakukan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, yang nantinya mampu memberikan dampak positif pada peningkatan jumlah partisipasi pemilih, dan hasilnya sangat memuaskan,” beber Mirzan.

Lebih lanjut terkait kegiatan rakor tersebut, Mirzan mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menyusun dokumen kerja yang sudah dilaksanakan selama tahapan Pemilu 2019. Dari rakor ini KPU Kepahiang akan melakukan review mengenai kekurangan atas kinerja yang telah dilakukan, untuk bisa dievalusi dalam memaksimalkan kinerja menghadapi Pilkada 2020. “Kita ketahui bahwa sebentar lagi tahapan Pilkada 2020 akan dimulai. Untuk itu hasil dari Pemilu 2019 merupakan acuan bagi kita dalam peningkatan kinerja menghadapi Pilkada 2020 mendatang. Beberapa kelemahan yang ada pada tahapan Pemilu 2019, kita optimis bisa diminimalisir untuk kinerja Pilkada 2020 yang lebih baik lagi,” jelas Mirzan.(sly)

Berita Lainnya

Jabatan Gubernur dan 8 Bupati Hanya 4 Tahun

BENGKULU – Masa jabatan gubernur-wagub dan bupati-wabup yang terpilih pada Pilkada Serentak 2020 nanti akan ...

error: Content is protected !!