Minggu , 23 Februari 2020
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Lahan Terdampak Tol Dihitung Ulang

Lahan Terdampak Tol Dihitung Ulang

PENGUKURAN: Pengukuran lahan warga terdampak pembangunan jalan tol mulai dilakukan Selasa (23/7).(foto: Fintah/RB)

BENTENG – Lahan warga terdampak pembangunan jalan tol di Kabupaten Benteng, mulai dihitung ulang. Tim beranggotakan dari Kantor ATR/BPN Benteng, pemerintah desa dan warga serta disaksikan dari pihak pelaksana kegiatan PT Hutama Karya (HK). Salah satu desa yang terkena pembangunan jalan tol adalah Desa Lagan, Kecamatan Semidang Lagan.

“Total ada 37 bidang lahan di Desa Lagan yang terkena pembangunan jalan tol,” terang Kades Lagan, Saukani Taufik.

Dijelaskannya, untuk penghitungan selain luas lahan juga termasuk tanam tumbuh di atasnya. Nantinya warga akan mendapatkan ganti rugi setelah hasil penghitungan selesai dilakukan dan harga ganti rugi telah disepakati. Hal ini ditegaskan juga oleh  Kepala ATR/BPN Benteng, Ir.Hazairin Masrie, MM. Dikatakannya, untuk ganti rugi harus sesuai dengan kesepakatan.

Pihaknya hanya membantu dan memfasilitasi seperti untuk pengukuran luas lahan. Mengenai harga ganti rugi nantinya ditetapkan berdasarkan hasil kajian, dan setelah itu disampaikan kepada pemilik lahan baru dibayarkan apabila semua pihak sudah setuju.

Apabila masih ada pihak yang belum bisa menerima, nantinya akan dibawa ke forum musyawarah bersama sampai dengan adanya hasil kesepakatan yang dinilai tidak memberatkan pihak manapun.

Untuk saat ini, pengukuran awal berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan tol tahap pertama sepanjang 17 Km, dari Simpang betungan (Kota Bengkulu) menuju Taba Penanjung (Kabupaten Benteng). Selain lahan warga, ada juga lahan milik perusahaan yang juga terkena dampak pembangunan jalan tol. Namun, dipastikan untuk lahan milik perusahaan sudah bisa diakomodir dengan pemenuhan hak atas perusahaan oleh pihak pelaksana kegiatan.

Untuk total lahan yang terdampak pembangunan jalan tol Se-Kabupaten Benteng, sebanyak 270 bidang lahan. Setiap bidang luasnya bervariasi. Pembangunan nantinya akan melalui Desa Padang Ulak tanjung (PUT), Desa Lagan, Desa Jumat, Desa Karang Tinggi, Desa Penanding hingga ke Desa Sukarami dan Taba Penanjung sampai masuk ke kswasan Hutan Lindung di Jalur Liku Sembilan.

“Tim pengukuran ulang akan bekerja sampai dengan selesai,” katanya. Adapun lahan yang disurvei berdasarkan surat yang tertera sebagai tanda bukti legalitas lahan. Dan ganti rugi nantinya merujuk pada legalitas lahan, ditambah dengan identitas pemilik resmi pemilik lahan.(vla)

Berita Lainnya

Siapkan TIC di Tahura Rajo Lelo

BENTENG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah, akan menyiapkan pusat informasi Tourism Information …