Kamis , 19 September 2019
Home / Berita utama / Beberkan Pembunuhan Sadis Terhadap Istri

Beberkan Pembunuhan Sadis Terhadap Istri

SIDANG PERDANA:  Terdakwa bunuh istri, Romi Sepriawan (30) warga Jalan Irian RT 04 RW 01 Kelurahan Tanjung Jaya usai menjalani sidang perdana di PN Bengkulu, Rabu (24/7). (foto: hasrul/rb)

BENGKULU – Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu Rabu (24/7) menggelar sidang kasus pembunuhan sadis yang diduga dilakukan Romi Sepriawan (terdakwa), warga Jalan Irian RT 04 RW 01 Kelurahan Tanjung Jaya terhadap istrinya, Erni Susanti yang lagi hamil tua. Agenda sidang pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU), Daniel Hutagalung, SH, MH.

Pada sidang perdana ini JPU dalam dakwaannya membeberkan kronologis terjadinya pembunuhan yang waktu itu menggeparkan Provinsi Bengkulu. Peristiwa mengenaskan itu berawal cekcok mulut  antara korban dengan sang suami, Romi. Namun ribut mulut tersebut sempat terhenti, hingga pada siang harinya korban sempat meminta dicarikan kepala muda.

Siang itu juga, terdakwa kemudian mendatangi tetangganya, Fauzan alias Can untuk meminta kelapa. Kemudian, terdakwa juga pamit untuk mengambil parang dari dalam rumah. Setelah selesai memanjat pohon kelapa terdakwa kemudian membawa kelapa muda dan meninggalkan parang sembari mengatakan kepada sang istri jika tidak ada kelapa muda. Saat itu sang istri menjawab “Iyolah, idak usahlah (iyalah, tidak usahlah,red),”.

Selanjutnya terdakwa kembali ke rumah tetangganya untuk meminjam parang tersebut dengan alasan untuk mencari kelapa kembali. Namun ternyata parang tersebut dibawanya ke dalam kamar dan sengaja menyembunyikan agar istrinya yang saat itu sedang tidur tidak tahu. Saat terdakwa masuk ke kamar, sang istri sempat terbangun hingga terdakwa sempat menyembunyikannya ke bawah selimut.

Terdakwa sempat tiduran di samping korban. Setelah memastikan korban sudah tertidur, dengan setengah jongkok terdakwa langsung menggorok leher istrinya sebanyak 5 kali hingga membuat leher korban nyaris putus.

Sang istri yang ketika itu sudah sekarat bersimbah darah, mengarahkan jari tangan kananya ke arah perutnya. Seketika terdakwa kemudian menyayat perut korban dan mengeluarkan bayi yang ada di dalam rahim korban.

“Terdakwa sendiri didakwa melanggar pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP dan pasal 44 ayat (3) Undang-undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasaan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati, atau paling lama 20 tahun penjara,” ujar Daniel.

Atas dakwaan tersebut, di muka persidangan, terdakwa Romi melalui penasihat hukumnya, Panca Darmawan, SH mengaku tidak mengajukan keberatan atau eksepsi. Pada persidangan tersebut majelis hakim yang diketuai oleh Immanuel, SH, MH mengatakan jika berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan terdakwa ini mengalami kelainan kejiwaan, namun dalam melakukan tindakannya terdakwa menyadari dan perbuatannya tersebut bisa dipertanggungjawabkan. “Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembuktian yang mana JPU akan menghadirkan saksi-saksi maupun alat-alat bukti lainnya,” ujar Immanuel.

Ditemui usai persidangan Panca Darmawan mengemukakan jika secara kronologis kejadian memang seperti yang diungkapkan dalam dakwaan yang dibacakan oleh JPU. Namun secara psikologi, perlu dilakukan pendalaman karena terdakwa sendiri ada kelainan jiwa, tapi mampu untuk mempertanggungjawabkan. “Artinya tidak perencanaan dalam kasus ini, itu dilakukan secara spontan,” ujar Panca.

Menanggapi atas adanya gangguan kejiwaan dari terdakwa tersebut, Daniel mengatakan jika memang berkas pemeriksaan kejiwaan ada dilampirkan dalam berkas perkara. Akan tetapi Daniel secara gamblang belum mau mengungkapkannya karena sudah masuk ke ranah materi di persidangan selanjutnya.

“Pemeriksaan kejiwaan sebagaimana diungkapkan majelis hakim tadi, memang benar terdapat berkas pemeriksaan kejiwaan dalam berkas perkara. Tapi kalau untuk pokok pemeriksaan itu sudah masuk materi alat bukti diperiksa di persidangan, nanti boleh ikuti sama-sama,” demikian Daniel.(zie)

Berita Lainnya

Transformasi Perpustakaan Stakeholder Meeting

BENGKULU- Membangun kesadaran pentingnya perpustakaan, Rabu (18/9) digelar Stakeholder Meeting Provinsi Bengkulu. Acara yang berlangsung hingga Kamis ...

error: Content is protected !!