Kamis , 19 September 2019
Home / Metropolis / Dituntut Tingkatkan Jumlah Pengunjung Museum

Dituntut Tingkatkan Jumlah Pengunjung Museum

RESMIKAN: Asisten III Setdaprov, Gotri Suyanto saat meresmikan pameran senjata tradisional dan lomba seni di Museum Negeri Bengkulu, Rabu (24/7)(foto: ist/rb)

BENGKULU – Museum Negeri Bengkulu menggelar pameran senjata tradisional dan lomba seni, 24-27 Juli. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kunjungan masyarakat termasuk wisatawan ke museum.

Diakui oleh Asisten III Setdaprov Bengkulu Gotri Suyanto untuk menarik kunjungan masyarakat apalagi wisatawan bukanlah mudah. Untuk itu Gotri meminta kepada UPTD Museum Negeri Bengkulu agar lebih optimal dan memaksimalkan kegiatan yang berkaitan dengan budaya dan sejarah di lingkungan museum. “Lebih rutin melaksanakan kegiatan untuk menarik pengunjung,” kata Gotri.

Untuk meningkatkan angka kunjungan ke museum, sambungnya, bisa juga dilakukan dengan mengajak setiap tamu yang datang ke Bengkulu untuk berkunjung ke museum. Sekolah-sekolah pun bisa ikut berperan dengan membuat agenda kunjungan ke museum bagi para pelajarnya. Pelajar bisa belajar langsung dengan melihat langsung dan mengenali benda-benda  kebudayaan dan bersejarah. Sehingga Museum Bengkulu bisa kembali hidup dan menjadi destinasi wisata baru.

“Bisa jadi satu paket wisata, selain mengunjungi wisata seperti Kediaman Bung Karno, kediaman Fatmawati dan Benteng Marlborough,  kalau ada tamu atau wisatawan yang datang. Bagi pelajar harus dibuat agenda kunjungan sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan,” imbuh Gotri  yang menghadiri dan meresmikian pameran senjata tradisional dan lomba Seni, di Museum Negeri Bengkulu, Rabu (24/7).

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendukbud) RI Fitra Arda mengatakan meningkatkan kunjungan ke museum merupakan tantangan besar bagi pemerintah dan stakeholder. Pihaknya juga telah berupaya melakukan beberapa gerakan dengan melibatkan anak-anak muda kaum milenial. Untuk mengoptimalkan kunjungan ke museum.

Seperti dengan mengadakan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) di Jogja pada 21 Juli lalu. Melibatkan  anak muda membuat aplikasi sehingga keberadaan museum bisa digemari oleh masyarakat. KBKM diharapkan menjadi media interaksi kaum muda yang inklusif untuk berkolaborasi dalam menghadirkan solusi atas tantangan pemajuan kebudayaan.

“Semoga KBKM juga bisa diterapkan di seluruh museum di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu,” ujar Ftiri. Pameran senjata tradisional dan lomba seni ini akan dilaksanakan hingga 27 Juli 2019 mendatang. Berbagai senjata tradisional khas Bengkulu yang merupakan koleksi Museum Negeri Bengkulu dipamerkan dalam kesempaten tersebut. (key)

Berita Lainnya

Tingkatkan Literasi Inklusi Keuangan, 10.000 Pelajar Aktivasi Polis Asuransi

BENGKULU– Untuk meningkatkan angka literasi keuangan di Provinsi Bengkulu, Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan ...

error: Content is protected !!