Senin , 16 September 2019
Home / Daerah / Lebong / Dua Rumdin Dewan Jadi Tempat Mesum

Dua Rumdin Dewan Jadi Tempat Mesum

ANGKER: Rumah dinas Waka I dan Waka II DPRD Kabupaten Lebong yang tidak pernah ditunggu, kondisinya semakin serut dan tak terawat. (foto: aris/rb)

PELABAI – Tidak ditempati lebih 5 tahun, 2 rumah dinas (rumdin) yang diperuntukkan bagi wakil ketua (waka) I dan waka II DPRD Kabupaten Lebong semakin terbengkalai. Selain tertutup rumput yang nyaris menyamai ketinggian atap rumdin, fisik bangunan aset milik Sekretariat DPRD Kabupaten Lebong di Desa Gunung Alam, Kecamatan Pelabai itu juga semakin rusak sehingga terlihat angker.

Bahkan kaca jendela kedua rumdin itu dalam kondisi pecah dan bagian pintu depan rumdin waka II rusak. Bagian closed mampet dan dinding penuh coretan berisi kata-kata tak senonoh. Ditemukan juga puluhan botol lem yang biasa digunakan untuk mabuk serta bungkus dan karet kondom bekas berserakan di lantai. Kuat dugaan kalau dua rumdin ini dijadikan tempat mesum oknum warga tak bertanggung jawab.

‘’Rumah ini memang tidak pernah ditunggu oleh dewan. Dulu sempat ditunggu sebentar oleh masyarakat, tetapi tidak lama karena barangbarangnya sering dicuri. Karena kosong, sering digunakan remaja maksiat dan mabuk-mabukan,’’ kata Mawan (40), warga Desa Gunung Alam kepada RB, Rabu (24/7).

Dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Kabupaten Lebong, Supriyono, SH mengaku memang tidak menganggarkan pemeliharaan kedua rumdin itu karena tidak ditunggu. Pihaknya pernah menawarkan ke masyarakat yang ingin menempatinya. Namun tidak ada yang bersedia karena khawatir rawan pencurian mengingat kondisi sekitar rumdin yang sepi.

‘’Rencananya tahun depan (2020, red) akan kami usulkan anggaran pemeliharaannya. Tetapi harus dipastikan dulu apakah waka I dan waka II DPRD periode 2019-2024 akan menempati rumdin itu. Kalau tidak, tentunya tidak jadi kami usul anggarannya,’’ tukas Supriyono.

Tidak dipungkirinya, fisik bangunan harus diperbaiki jika memang akan ditempati waka dewan yang baru. Termasuk meubeler harus beli lagi. Soalnya tidak ada satupun meubeler yang tersisa di rumdin itu. Bahkan mesin air yang terpasang di bagian sumur sudah lama hilang dan sempat diganti, namun kembali hilang dicuri.

‘’Kami juga akan koordinasikan masalah rumdin ini ke Pak Bupati. Apakah memang sebaiknya kedua rumdin itu dialihkan untuk pemanfaatan lain atau seperti apa jika pimpinan dewan yang baru tidak bersedia menempatinya. Kalau memang dialihkan, artinya harus dibangun rumdin baru yang lokasinya lebih ramai,’’ tutup Supriyono.(sca)

Berita Lainnya

Bupati: Proyek TakSelesai, Blacklist

PELABAI –Semua rekanan pelaksana pekerjaan fisik di Kabupaten Lebong, diingatkan agar bekerja profesional. Maksudnya supaya ...

error: Content is protected !!