Kamis , 19 September 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Dukung Bangun Jalinbar,Tidak Minta Ganti Rugi

Dukung Bangun Jalinbar,Tidak Minta Ganti Rugi

BANGUN JALAN : Warga mendatangi Dinas PUPR terkait rencana pembangunan jalinbar yang putus dan melakukan pembebasan lahan.(foto: shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Warga Kecamatan Batik Nau mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Utara, Kamis (25/7). Mereka memiliki lahan di Desa Air Lakok yang lahannya akan masuk dalam proyek pembangunan Jalan Lintas Barat (Jalinbar) oleh Kementerian PUPR.

Kedatangan mereka bukan untuk memprotes atau meminta ganti rugi, tetapi mereka ingin Pemkab Bengkulu Utara memastikan berapa lahan yang nanti akan terkena pembangunan jalan. Suryanto salah satu pemilik lahan mengaku siap menyerahkan lahan miliknya untuk pembangunan jalan tanpa ganti rugi. Namun hal itu jika Pemkab dan Kementerian PUPR tidak menganggarkan dana dengan catatan jalan benar-benar dibangun.

“Kalau memang tidak ada anggaran dan yang lain tidak diganti rugi, saya siap menyerahkian lahan milik saya,” katanya diamini beberapa warga.

Namun luas lahan mereka sudah tertuang dalam sertifikat, sehingga jika dipotong sebagian untuk pembangunan jalan maka luas lahan tidak lagi sesuai dengan sertifikat. Ia meminta Pemkab membuat sertifikat lahan mereka sehingga sesuai dengan sisa lahan setelah digunakan untuk membangun jalan. “Kami pada dasarnya sangat ingin jalan kami dibangun, apalagi saat ini sudah putus total. Jadi kalaupun lahan kami dibutuhkan, kami siap memberikannya,” tegas Suryanto.

Terkait hal tersebut, Kadis PUPR Bengkulu Utara, Heru Susanto, ST sangat berterima kasih dengan masyarakat yang ingin menyerahkan lahannya tanpa ganti rugi pada Pemkab. Apalagi Pemkab memang tidak memiliki dana untuk pembebasan lahan jalan.

“Kalau nanti ada dana tentunya semuanya akan kami perlakukan sama. Namun kedatangan beberapa pemilik lahan ini intinya mendukung pembangunan,” katanya.

Pemkab Bengkulu Utara bersikeras membangun jalinbar yang putus hingga mendatangkan Menteri PUPR ke Bengkulu Utara. Ke depannya Pemkab merancang ada dua jalur jalinbar bisa dilalui dari Sumbar – Bengkulu yakni jalur Ketahun – Batik Nau via PTPN untuk mobil pribadi dan Ketahun – Batik Nau untuk kendaraan angkutan. “Sehingga tidak terlalu ramai di satu titik jalan. Apalagi  pembangunan jalinbar yang akan dilakukan Kementerian PUPR juga kualitasnya dirancang lebih baik,” terang Heru.(qia)

Berita Lainnya

Mencuri, Ibu Hamil 7 Bulan Ditahan

ARGA MAKMUR – Polres Bengkulu Utara menahan TI (24) warga Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang ...

error: Content is protected !!