Kamis , 19 September 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Revisi RTRW Fokus Pada Tiga Sektor

Revisi RTRW Fokus Pada Tiga Sektor

SOSIALISASI: Sekda Kepahiang didampingi Plt Kadis PUPR Kepahiang memimpin rapat sosialisasi KLHS di aula Bappeda.(foto: arie/rb)

KEPAHIANG – Pemkab Kepahiang melakukan penilaian Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk review terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kepahiang tahun 2018-2023. Ada tiga sektor yang menjadi fokus dalam rencana revisi RTRW yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, Pembangunan Jalan Tol, dan Pembangunan Pariwisata.

Hal ini disampaikan Sekda Kepahiang, Zamzami Zubir, SE, MM dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di aula Bappeda Kepahiang kamis (25/7). Penilaian KLHS ini, menurut Sekda, berdasarkan Lampiran VIII tentang Tata Cara Penjaminan Kualitas KLHS, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 0.69/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2017 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelenggaraan KLHS.

“KLHS merupakan indikator daerah untuk melangkah lebih jauh dalam hal pembangunan. Karena kalau tidak ada KLHS, maka Perda Revisi RTRW sulit untuk dibentuk,” kata Zamzami.

Ia juga menerangkan bahwa review RTRW ini sangat penting dilakukan untuk percepatan pembangunan Kabupaten Kepahiang ke depannya. Salah satu fokus pembangunan terkait dengan TPA sampah yang selama ini berada di Desa Muara Langkap, Bermani Ilir. Dengan luas yang dimiliki Kabupaten Kepahiang mulai dari Kecamatan Merigi hingga Bermani Ilir, satu TPA sampah saja tidak memungkinkan untuk bisa menanggulangi produksi sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat.

“Ya solusinya harus ada TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) atau perlu tambahan 2 TPA lagi yakni di Kecamatan Seberang Musi dan Merigi. Kalau seandainya di Kecamatan Merigi juga ada 1 TPA, maka kita bisa menjalin kerjasama dengan Pemkab Rejang Lebong (RL) terkait pengelolaan sampah. Karena saat ini Kabupaten RL hanya memiliki 1 TPA di Kecamatan Bermani Ulu Raya. Secara jarak, kita yakin Pemkab RL akan lebih memilih memanfaatkan TPA Merigi dibanding TPA di BUR. Hal ini tentu akan berdampak baik pada PAD kita,” beber Zamzami.

Zamzami berharap penialain KLHS ini bisa segera dirampungkan, sehingga pembahasan Perda Revisi RTRW nantinya pun bisa selesai sesuai dengan apa yang diharapkan. Dijelaskannya, revisi RTRW sangat berpengaruh terhadap struktur APBD Kepahiang tahun 2020. “Untuk tahun 2020 mendatang, kita berharap semua (percepatan pembangunan, red) sudah bisa berjalan sebagaimana mestinya, dan sudah sesuai dengan RTRW daerah,” ungkapnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Kepahiang, Rudi Andi Silaloho, ST selaku koordinator kegiatan sosialisasi KLHS menuturkan, tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk melakukan penilaian KLHS dalam rangka review RTRW Kabupaten Kepahiang. Hasil dari penilaian ini nantinya akan disampaikan kepada Tim KLHS Provinsi Bengkulu sebagai syarat untuk merevisi RTRW daerah ke depan.

“Dari hasil penilaian KLHS ini, kita berharap ada input dari Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk langkah Pemkab selanjutnya dalam melakukan revisi RTRW. Sehingga program pembangunan bisa sinkron dengan rencana pembangunan, baik oleh pemprov maupun pemerintah pusat,” beber Rudi.(sly)

Berita Lainnya

Sulit Beli Solar, Sopir Truk Datangi Dewan

KEPAHIANG – Belasan sopir truk mendatangi gedung DPRD Kepahiang, Selasa (17/9). Kedatangan para sopir truk ...

error: Content is protected !!