Senin , 26 Agustus 2019
Home / Berita utama / Gubernur Undang Investor Saat HUT RI

Gubernur Undang Investor Saat HUT RI

Rohidin Mersyah

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah selalu berupaya menggaet investor asing masuk ke Bengkulu untuk memacu pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Terbaru dari hasil perjalanannya ke negara India, ada beberapa investor diundang ke Bengkulu bertepatan dengan HUT RI 17 Agustus.

“Ada beberapa investor yang kita undang pada HUT RI nanti. Baik itu investor dari dalam negara India itu sendiri maupun perusahaan asing yang bermarkas di India. Semuanya merupakan perusahaan besar,” ujar Rohidin.

Investor yang diundang ke Bengkulu, terang Rohidin, bergerak dibidang berberda. Meliputi, investor yang bergerak di bidang industri manufacturing. Diundang ke Bengkulu dalam rangka terkait kesiapan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pelabuhan Pulau Baai. Di kawasan ini nantinya dibutuhkan beberapa industri manufacturing, termasuk perusahaan spare part terbesar yang ada di India. Agar juga membangun industrinya di KEK nantinya.

“Di India terdapat perusahaan spare part kendaraan terbesar di dunia, kita ajak untuk juga membangun industrinya di Bengkulu. Mereka tertarik tapi ingin melihat dulu,” terang Rohidin.

Kemudian, sambung Rohidin, dalam rangka pengembangan Pelabuhan Pulau Baai dirinya mengajak perusahaan di India yang bergerak di bidang importir  dan juga memiliki usaha pelabuhan, serta ekspedisi. Dengan tujuan agar pelabuhan pulau Baai menjadi pintu keluar utama batu bara utama baik untuk Bengkulu maupun kawasan Sumatera. Karena India sendiri merupakan importir batu bara terbesar di dunia, dan terbesar pemasok itu dari Indonesia.

“Berinvestasi dalam mengeruk alur pelabuhan dan juga menjadi investor rel kereta api yang menghubungkan Pulau Baai dengan kawasan tengah. Nanti ekspor batu bara bisa langsung ke India atau negara-negara lain, tidak perlu lagi melalui singapura,” beber Rohidin.

Selanjutnya investor yang diundang, lanjut Rohidin, yaitu perusahaan oil dan gas bumi terbesar di dunia milik Jerman dan Rusia. Rohidin sendiri juga sudah mendatangi perusahaan yang bermarkas di India ini, saat perjalanannya ke India belum lama ini. Menyampaikan potensi minyak bumi yang terdapat di pantai Samudera Hindia, yaitu di Bengkulu Selatan dan Mukomuko. Berdasarkan hasil riset awal 15 tahun lalu, dan agar bisa ditindaklanjuti kembali.

“Kita undang perusahaan Jerman dan Rusia ini untuk melakukan survey lebih lanjut terhadap potensi oil yang ada di Bengkulu. Saya ajak calon investor untuk melakukan eksplorasi terhadap potensi ini,” pungkasnya. (key)

Berita Lainnya

Latih Merakit Robot Lego, Akademisi Turun ke Sekolah

BENGKULU– Tim dari Universitas Bengkulu dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sukses menggelar Pelatihan Robotik Lego ...

error: Content is protected !!