Minggu , 20 Oktober 2019
Home / Daerah / Seluma / Kemenag dan MUI Imbau Azan Tahajud Dihentikan

Kemenag dan MUI Imbau Azan Tahajud Dihentikan

SELUMA –  Adanya azan tengah malam untuk mengingatkan umat Islam mendirikan salat tahajud,  yang dikumandangkan pengurus Masjid At Taqwa RK III Desa Bukit Peninjauan (BP) II, disikapi Kemenag Seluma. Begitupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Seluma, sama-sama mengimbau agar azan tersebut dihentikan.

‘’Salat tahajud ini kan salat sunah, yang sifatnya individu. Jadi sebagai bentuk toleransi sesama umat beragama, kita minta agar pengurus masjid At Taqwa menghentikan azan ini,’’ sampai Kakan Kemenag Seluma, Drs. H. Herman Yatim, MM.

Diakui Herman, apa yang dilakukan oleh pengurus Masjid At Taqwa RK III tersebut tujuannya sangat baik, mengajak umat Islam untuk melaksanakan salat tahajud. Namun mengingat masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut heterogen yang artinya bukan hanya beragama Islam, dikhawatirkan akan mengganggu.

‘’Mungkin bisa dengan cara lain mengajak warga melaksanakan salat tahajud. Karena untuk di masyarakat kita yang diakui adalah azan salat wajib. Sehingga dengan adanya azan ini (tahajud) terdengar asing dan mungkin mengganggu warga yang saat azan berkumandang sedang beristirahat,’’ paparnya.

Kemenag Seluma telah menurunkan tim untuk mengklarifikasi terkait azan tahajud di Masjid At Taqwa. ‘’Kepada pengurus masjid telah kita sampaikan. Tindak lanjutnya akan kita pantau terus,” ujar Herman.

Sedangkan Ketua MUI Seluma, Nodi Herawansyah, M.Pd.I dengan tegas meminta azan salat tahajud ini dihentikan. Karena selain asing, salat tahajud adalah panggilan individu, sehingga untuk mengajak warga tidak perlu dengan mengumandangkan azan. ‘’Utamakan azan salat wajib saja. Kalau untuk salat tahajud ataupun salat sunah lainnya tidak perlu dikumandangkan azan,’’ ucap Nodi.

Untuk itu kata Nodi, dalam waktu dekat dirinya akan meminta MUI Kecamatan Sukaraja mengecek kebenaran soal azan itu. ‘’Jujur sebenarnya saya baru mengetahui, oleh karena itu saya akan minta MUI Kecamatan Sukaraja untuk mengeceknya. Setelah itu barulah kita ambil langkah selanjutnya,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Imam Masjid At Taqwa RK III Desa BP II, Suranto mengatakan untuk saat ini pihaknya tidak akan menghentikan azan tersebut. Karena azan yang dikumandangkan ada dalil yang jelas, sehingga akan terus dilakukan.

“Kalau dihentikan saya rasa tidak. Jika memang Kemenag dan MUI keberatan ataupun tidak mendukung, saya harap ada mediasi. Kami siap datang, tapi saya minta di wilayah Kecamatan Sukaraja,’’ tegas Suranto yang juga pengurus Ranting Muhamadiyah Kecamatan Sukaraja.

Untuk itu tambah Suranto, dirinya akan tetap meminta bilal (yang mengumandangkan azan,red) untuk terus melaksanakan azan ini sebelum adanya mediasi. ‘’Perlu saya luruskan juga, bilal kita adalah Bandi, bukan Kusmeri seperti yang diselentingkan masyarakat. Kumeri bukan pengurus Masjid At Taqwa, jadi tidak ada hubungannya dengan azan ini,” sampai Suranto.

Terpisah, Kapolres Seluma, AKBP. I Nyoman Merthadana, S.Ik melalui Kapolsek Sukaraja, Iptu. Noviaska, SH, MH mengatakan akan segera mengundang Kemenag dan MUI Seluma, tokoh agama, masyarakat, pihak desa BP II serta pihak Kecamatan Sukaraja guna mediasi terkait polemik azan ini.’’Jika terus berpolemik, secepatnya kita gelar mediasi. Kita akan undang pihak-pihak terkait, kita akan fasilitasi pertemuan untuk mencari titik temu menyikapi azan ini,’’ demikian Noviaska.(aba)

Berita Lainnya

Dinas ketenagakerjaan Telusuri Status Korban Tewas

SELUMA – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Seluma menelusuri kepastian status Bambang Suherman (25), korban ...

error: Content is protected !!