Senin , 16 September 2019
Home / Berita utama / Pemilihan Wagub Tertutup

Pemilihan Wagub Tertutup

MITRA: Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA berbincang dengan anggota DPRD Provinsi Bengkulu usai rapat paripurna dewan belum lama ini. (foto: ist/rb)

BENGKULU – Panitia Pemilihan (Panpel) Wakil Gubernur (Wagub) sisa masa jabatan 2016-2021 merancang pemilihan wagub digelar pada tanggal 13 Agustus mendatang. Ada 2 opsi pemilihan, yaitu musyawarah mufakat dan voting yang dilakukan secara tertutup internal di DPRD Provinsi Bengkulu.

Ketua Panpel Wagub Khairul Anwar mengatakan panpel merancang jadwal pemilihan wagub pada kisaran tanggal 13 Agustus mendatang. Jadwal dirancang panpel ini akan diusulkan ke Banmus DPRD Senin ini (5/6). Untuk selanjutnya agar banmus membuat jadwal pelaksanaannya dalam agenda DPRD. “Tanggal 13 itu limit kita paling lambat. Kalau semisal kelengkapan persyaratan calon tuntas, bisa saja dipercepat,” ujar politisi PDIP ini.

Sedangkan teknis pemilihan, sambung Khairul, sesuai amanah Undang-Undang untuk pemilihan ada 2 alternatif. Yaitu, musyawarah mufakat atau melalui voting. Mengingat pencalonan ini menyangkut pribadi orang maka voting akan dilakukan secara tertutup. “Kita akan kasi ruang kepada kedua calon untuk bermusyawarah. Kalau terjadi mufakat maka voting tidak perlu dilakukan, sebaliknya jika tidak tercapai mufakat maka kita laksanakan voting,” jelas Khairul.

Lanjutnya, panpel kemarin juga sudah mendatangi Dirjen Otonomi Daerah Wilayah Sumatera Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI untuk berkonsultasi terkait Tata Tertib (Tatib) pemilihan wagub nantinya. Hasil dari konsultasi menambah keyakinan panpel bahwa dalam menyusun tatib pemilihan itu sesuai dengan tatib DPRD dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018. Sehingga studi banding ke provinsi lain dinilai tidak diperlukan.

“Tatib DPRD sudah merangkum semuanya. Tinggal lagi penjelasan-penjelasannya disesuaikan juga dengan PP Nomor 12 Tahun 2018. Sepulang nanti kita langsung rapat, menyusun tatib dan membahas teknis persiapan lainnya,” beber Khairul.

Kahirul menambahkan, batas deadline bagi cawagub untuk menyerahkan dokumen persyaratan yaitu tanggal 6 Agustus. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 dan tatib DPRD, diantara dokumen persyaratan tersebut, yaitu surat pernyataan kesedian mencalon, keterangan pengadilan, sehat jasmani rohani, LHKPN. Termasuk surat pengunduran diri calon Dedy Ermansyah sebagai anggota DPRD provinsi.

“Kalau persyaratan tidak lengkap, maka pencalonannya bisa didiskualifikasi. Untuk itu kita akan undang kedua calon. Akan kita jelaskan secara langsung terkait kelengkapan persyaratan yang harus dipenuhi kedua calon ini,”

Terpisah, salah satu kandidat wagub Dedy Ermansyah alias Dedy Black menerangkan bahwa selaku calon wagub dirinya sudah menerima surat dari panpel yang meminta calon untuk melengkapi berkas persyaratan. Dirinya akan berupaya akan melengkapi dan menyerahkan berkas persyaratan termasuk surat pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD provinsi sebelum deadline penyerahan berkas persyaratan berakhir, yaitu 6 Agustus.

Dedy juga sudah menyatakan pengunduran dirinya sebagai anggota Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dalam forum rapat paripurna di DPRD provinsi belum lama ini.“Surat dari panpel sudah saya terima, mudah-mudahan sebelum deadine seluruh kelengkapan persyaratan sudah selesai dan diserahkan kepada panpel,” kata politisi NasDem ini. (key)

Berita Lainnya

Helmi Berpasangan dengan Hijazi di Pilgub, Tergantung Takdir Allah

CURUP- Sabtu  (14/9), Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, berkunjung ke Kabupaten Rejang Lebong. Kunjungan tersebut ...

error: Content is protected !!