Jumat , 23 Agustus 2019
Home / Berita utama / Rohidin: Pasang CCTV di SPBU

Rohidin: Pasang CCTV di SPBU

STOK: Salah satu SPBU di Kota Bengkulu saat kekosongan BBM beberapa waktu lalu. Ke depan diharapkan tidak terjadi kembali. (foto: ist/rb)

BENGKULU – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk menambah kuota Bahan Bakan Minyak (BBM) subsidi jenis solar dalam mengantisipasi kekurangan kuota sampai akhir tahun, berhasil. Badan Pengatur Hilir  Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyetujui usulan kuota tambahan solar untuk Provinsi Bengkulu, dari 82.002 KL menjadi 112.900 KL.

“Kuota kita dipastikan bertambah, disetujui BPH Migas menjadi 112.900 KL. Dibandingkan tahun-tahun lalu jauh peningkatannya. Artinya kalau ini digunakan didistribusikan dengan benar tidak ada alasan BBM itu tidak tersedia,” kata Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah usai rapat bersama BPH Migas, kemarin.

Kepada Pertamina, Rohidin meminta agar pendistribusian ke SPBU dipastikan lancar sesuai dengan kuota yang diminta. Terlebih dengan sisa waktu 5 bulan lagi di 2019 apalagi dengan adanya kuota tambahan sebesar 30.898 KL, menurutnya, tidak alasan lagi permintaan masyarakat tidak bisa terpenuhi. Ketegasan pertamina dengan melakukan pemasangan CCTV di setiap SPBU juga diharapkan dapat dilaksanakan agar kontrol dan pengawasan lebih efektif.

“Mari kita bersama-sama melakukan pengawasan agar solar subsidi ini sesuai dengan peruntukan. Kalau razia itu kan sesekali tapi kalau CCTV dipasang di SPBU itu bisa kelihatan, lebih terkontrol,” bebernya.

Anggota Komite BPH Migas Marwansyah Lobo Balia menambahkan kuota  BBM bersubsidi jenis solar untuk Bengkulu tahun ini menjadi 112.900 KL, sesuai permintaan dari gubernur. Dengan adanya tambahan kuota ini, dirinya berharap agar permasalahan antrian panjang dan kelangkaan BBM solar tidak lagi terjadi di Bengkulu. Selain itu, Marwansyah juga meminta pendistribusian diawasi agar penggunaan BBM subsidi ini tepat sasaran dan tidak ada pelanggaran.

“Alhamdulillah Bengkulu dapat prioritas, jadi kita naikan kuotanya agar jangan ada lagi masalah-masalah terjadi seperti selama ini. Yang perlu kita perbaiki, dan sudah disepakati semuanya pada rapat yaitu mengawal distribusi,” imbuhnya.

Hadir saat rapat bersama BPH Migas dalam rangka membahas kelangkaan BBM bersubsidi di kantor gubernur kemarin, Anggota DPR RI Dewi Coryati dan Anarulita Muchtar,  Anggota DPD RI Ahmad Kenedi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Edison Simbolon, Bupati Kaur Gusril Fausi, Ferry Ramli, Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid, Wakil Walikota Dedy Wahyudi serta Wakil Bupati Seluma Suparto. Rapat dipimpin Gubernur Rohidin Mersyah. (key)

Berita Lainnya

Turun ke Jalan, Murid SD Negeri 62 Galang Sumbangan untuk Bayar Ganti Rugi Lahan Sekolah

BENGKULU– Polemik soal ganti rugi lahan SD Negeri 62 Sawah Lebar Kota Bengkulu terus berbuntut ...

error: Content is protected !!