Selasa , 19 November 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Bengkulu Selatan jadi Kampiun Lomba Menu B2SA

Bengkulu Selatan jadi Kampiun Lomba Menu B2SA

SUKSES: Didampingi Bupati Mukomuko, Wawali Kota Bengkulu dan Wabup Rejang Lebong, gubernur melihat hasil karya peserta lomba cipta menu B2SA.(foto: peri/rb)

MUKOMUKO – Tim dari Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) berhasil meraih juara pertama Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Berbasis Sumber Daya Lokal tingkat Provinsi Bengkulu di Mukomuko, Rabu (7/8).

Atas keberhasilan itu, Bengkulu Selatan berhak mewakili Provinsi Bengkulu pada lomba yang sama tingkat nasional tahun 2020. Selain itu mendapat tropi dan uang pembinaan sebesar Rp 5 juta.

Sedangkan Lomba Cipta Menu B2SA tingkat nasional tahun 2019, Provinsi Bengkulu diwakili Kabupaten Mukomuko. Sukses ini karena Mukomuko berhasil memenangkan lomba tahun 2018 lalu.

“Juara 1 akan mewakili Provinsi Bengkulu ke tingkat nasional. Tolong dipersiapkan dengan baik, karena ini menyangkut nama baik daerah kita. Tahun ini tingkat nasional dilaksanakan di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata Gubernur Bengkulu Dr. Drh. H. Rohidin Mersyah, M.MA, di Balai Daerah Kabupaten Mukomuko, kemarin.

Juara II diraih Kota Bengkulu dan berhak  mendapat uang pembinaan Rp 3,5 juta. Juara III diraih Kabupaten Kepahiang yang meraih uang pembinaan Rp 2,4 juta. Sedangkan juara harapan diraih Kabupaten Bengkulu Tengah dengan uang pembinaan Rp 1 juta. Lalu Rejang Lebong Rp 760 ribu dan Seluma Rp 550 ribu.

“Dari kegiatan ini pemerintah ingin penurunan konsumsi beras dan terigu perkapita. Bahkan kalau bisa diturunkan secara signifikan. Kemudian adanya peningakatan keragaman bahan pangan. Agar bahan pangan lokal punya nilai komersil,” ujar gubernur.

 

Untuk mendukung pangan lokal itu punya nilai komersil, harus memperhatikan faktor ketersediaan. Artinya menu tersebut tidak hanya tersedia di ajang lomba. Tapi juga ada di rumah dan toko-toko.

Berikutnya keterjangkauan. Artinya, menu itu tersedia dengan harga yang terjangkau. Sebab jika mahal, orang akan pikir terlebih dulu untuk membeli. Terakhir faktor komunikasi, informasi adanya menu itu tersebar dan orang yang membeli atau mengkonsumsi, merasa bangga ketika dibawa ke mana-mana.

“Tujuan akhir, badan kita sehat dengan Menu B2SA. Karena ada data mengkhawatirkan, harapan hidup orang Indonesia sekarang naik sampai 70 tahun keatas. Tapi ada yang mencemaskan, umur harapan sehat hanya 40 tahun. Artinya 30 tahun umur harapan sakit. Makanya perlu mengkonsumsi menu yang B2SA,” jelas  gubernur.

Masih dalam dikesempatan yang sama, gubernur menyerahkan dana untuk Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Penerimanya untuk tahap pengembangan, Kelompok Tunas Harapan Desa Sinar Laut Kecamatan Pondok Suguh. Kelompok Maju Bersama Desa Pernyah dan Kelompok Mawar Sejahtera Mandi Angin Kecamatan Teramang Jaya.

Berikutnya Kelompok Harapan Putri Desa Talang Baru Kecamatan Malin Deman dan Kelompok Raflesia Desa Sumber Mulya Kecamatan Penarik.

“Masing-masing kelompok dapat Rp 15 juta,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishantan) Provinsi Bengkulu, Ir. Yenita Syaiful, M.Si.

Sedangkan untuk tahap pertumbuhan, bantuan masing-masing Rp 50 juta. Didapat Kelompok Aglonema Desa Karang Jaya Kecamatan Teras Terunjam dan Kelompok Wanita Mandiri Desa Desa Lubuk Sanai II Kecamatan XIV Koto.

Terakhir bantuan alat pengolahan dan operasional kegiatan PUPM untuk Gapoktan Ikatan Putra Rp 160 juta dan Gapoktan Setia Tani Rp 160 juta. “Total Rp 320 juta untuk PUPM. Dan total Rp 175 juta untuk KRPL,” pungkasnya.

Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, SH menyampaikan melalui lomba ini diharapkan dapat menambah semangat ibu-ibu untuk lebih memperhatikan bagaimana pola makan dan menu-menu yang bagus dan baik untuk keluarga.

“Jadi, dari lomba ini diterapkan di rumah tangga. Jangan hanya di lomba saja yang bagus. Pelajari bagaimana dari kegiatan ini bermanfaat,” harap bupati.(hue)

Berita Lainnya

Pasar Batu Ejung Akan Ditarik Retribusi

MUKOMUKO – Kalau tidak berubah, awal tahun 2020 mendatang, bakal bertambah satu pasar lagi yang ...

error: Content is protected !!