Senin , 26 Agustus 2019
Home / Berita utama / Tiga Srikandi Ketua DPRD

Tiga Srikandi Ketua DPRD

BENGKULU – Partai politik segera menetapkan kadernya sebagai ketua DPRD periode 2019-2014. Tiga DPRD bakal dipimpin oleh perempuan.

Seperti calon Ketua DPRD Kaur dari tiga nama yang diajukan ke DPD I DPP Pusat yang terkuat adalah Diana Tulani. Karena sebagai Wakil Sekretaris Golkar Kaur, Diana Tulani juga mendapatkan suara terbanyak dari tiga calon yang diajukan. Karena itu Diana berpeluang memimpin DPRD Kaur untuk lima tahun ke depan. Sementara dua calon lagi yang juga berkesempatan adalah Sulaiman Rasyid dan Irawan Sumantri.

“Diana Wakil Sekretaris di Golkar dan suara terbanyak, jadi peluangnya cukup tinggi dari dua nama lainnya,” kata Juhnan Hadi yang juga anggota DPRD Kaur saat ini.

Sementara untuk Wakil Ketua I akan diduduki kader PDIP Kaur dari tiga nama yang terkuat dan berpotensi adalah Juraidi. Karena untuk dua nama lainnya seperti Baswidan dan Samsul Pajri jauh lebih senior Juraidi di PDIP Kaur.

“Yang pasti tiga nama dewan yang lolos ke DPRD Kaur semuanya kita ajukan siap yang ditunjuk kita tunggu saja,” kata Ketua PDIP Kaur Martina Sulistiawati.

Sementara untuk Wakil Ketua II dari dua nama yang diajukan yaitu Najamudin dan Alpensyah. Yang mendapatkan suara terbanyak yang berpeluang adalah Alpensyah kendati baru namun peluangnya duduk di kursi Wakil Ketua II cukup besar.

Sonti Berpeluang Jadi Ketua DPRD BU  Wanita Pertama

Lalu ada Sonti Bakara caleg terpilih dari PDI-Perjuangan berpeluang menjadi Ketua DPRD Bengkulu Utara (BU) wanita pertama. Sonti satu-satunya caleg terpilih PDI-P yang dinlai memiiliki syarat paling lengkap dibandingkan lima caleg lainnya.

Sonti saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI-P. Selain itu ia sudah dua kali menduduki kursi DPRD BU dan 9 September mendatang akan dilantik untuk kali ketiganya. Sonti juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDI-P sebelum akhirnya berpindah tangan ke Ir. Mian yang kini menjabat Ketua.

Dikonfirmasi, Sonti tak menampik terkait peluang dirinya menjabat sebagai ketua DPC. Selama ini, selain sebagai kader posisi pimpinan DPRD biasanya ditentukan dengan jabatan di partai dan peluang besar dimiliki oleh Ketua, Sekretaris dan Bendahara Partai. Sedangkan saat ini hanya dirinya pengurus partai tertinggi yang duduk sebagai anggota DPRD.

“Biasnaya memang tradisi di PDI-P untuk menduduki pimpinan dewan didahulukan posisi jabatan KSB di Parpol. Namun nanti kita lihat keputusan partai akhirnya seperti apa,” pungkas Sonti.

Terakhir di RL. Informasi terakhir yang didapatkan RB, ada tiga nama yang sudah diusulkan ke DPP melalui DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu untuk menduduki posisi ketua DPRD RL. Masing-masing Lukman Effendi, Mahdi Husen dan Henni Popiani. Namun diprediksi sejak awal, kemungkinan besar adalah Henni Popiani yang merupakan Putri dari Bupati RL Dr. H. Ahmad Hijazi, SH, M.Si.

Namun begitu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten RL H. Andrian Wahyudi, SE yang coba dikonfirmasi tadi malam, membenarkan bahwa mereka sedang menjalankan mekanisme partai. Dimana DPD Partai Golkar Kabupaten RL mengusulkan tiga nama dari 5 anggota dewan terpilih ke pusat melalui provinsi. Namun sayangnya, 3 nama tersebut juga belum bisa mereka sampaikan.

‘’Yang jelas, seperti saya sampaikan sebelumnya, siapapun berpeluang untuk menjadi ketua. Sekarang nama-nama sudah kita usulkan ke pusat melalui provinsi. Partai punya mekanisme dan banyak aspek serta point yang menentukan siapa nanti yang menduduki kursi ketua. Jadi kita tunggu nanti bagaimana hasil keputusan DPP,’’ singkat Yudi.

Penetapan DPRD BS 28 Agustus

Usai pemilihan legislatif 27 April lalu, akhirnya pelantikan anggota DPRD terpilih kabupaten Bengkulu Selatan (BS) akan  dilakukan pada 28 Agustus ini. Kepastian ini disampaikan oleh Plt Sekwan DPRD BS Supardi, diungkapkannya tahap persiapan pelantikan sudah matang dan mulai dilakukan.

Dari 25 anggota DPRD terpilih kabupaten BS, Barli Halim berhak menduduki kursi ketua DPRD karena meraih suara terbanyak dari partai PDIP.  “Ya pelantikan dipastikan 28 Agustus ini di kantor DPRD, persiapan sudah matang,” terang Plt Sekwan

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umun (KPU) BS Alpin Samsen, Spt menyampaikan, sebelum pelantikan pihak KPU terlebih dahulu menetapkan  anggota DPRD BS yang  terpilih. Namun demikian pihaknya terlebih dahulu harus menunggu putusan salinan dari Mahkamah Konstitusi (MK) pusat. Barulah setelah itu KPU RI instruksikan pada KPU Provinsi Bengkulu dan diteruskan pada KPU Kabupaten BS.

“Paling lama lima hari setelah putusan MK KPU akan menetapkan anggota DPRD terpilih, kemungkinan dalam minggu ini,” ujar Alpin.

Riko Calon ketua DPRD Benteng

Waka II DPRD Benteng, Riko Zaryan Saputra, SE memiliki kans untuk menjabat Ketua DPRD Benteng. Karena, selain saat ini menjadi unsur pimpinan di DPRD Benteng, Riko juga menjabat Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Benteng. Nasdem sebagai peraih suara terbanyak di Pemilu serentak 17 April lalu, berhak atas kursi Ketua DPRD Benteng.

Riko saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya sebagai anggota partai siap untuk menjalankan amanah dan perintah partai. Namun, dirinya belum mengetahui apakah akan duduk sebagai ketua DPRD. ”Semuanya diserahkan ke pimpinan di tingkat pusat,” jelasnya.

Terkait apapun yang diperintahkan Partai NasDem, Riko siap menjalankan amanah sepenuhnya. Baik sebagai Ketua DPRD ataupun jabatan lainnya dlaam pengurusan Partai.

Sementara itu, ketua KPU Benteng, Drs.Brotoseno menjelaskan untuk pelantikan anggota DPRD Benteng terpilih dari pemilu 17 April, akan dilaksanakan pada 9 september mendatang. Pelantikan anntinya akand ilakukan oleh Gubernur Bengkulu.

‘Kami masih menunggu hasil l=koordinasi setelah penetpaan Calon terpilih melalui Pleno beberapa waktu lalu,” demikian Brotoseno.

Windra dan Sapar Bersaing

Kendati sudah memastikan mendapatkan kursi Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang, namun sampai saat ini DPD Partai Nasdem Kabupaten Kepahiang belum menentukan siapa kader yang layak menduduki kursi BD 2 G tersebut. Bahkan saat ini ada 2 nama yang mencuat untuk duduk sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang periode 2019-2014 tersebut, ialah Windra Purnawan dan H. Syafarudin S.

Kedua politisi ini saat ini dikabarkan tengah bersaing mendapatkan tandatangan Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh. Bahkan hingga saat ini Ketua Umum DPD Partai Nasdem Kabupaten Kepahiang Hidayattullah Sjahid, MM. IPU pun belum mau membeberkan siapa politisi Nasdem yang bakal menduduki kursi ketua tersebut.

“Untuk siapa yang nantinya diberikan kepercayaan menduduki kursi ketua, kita serahkan sepenuhnya kepada pengurus pusat. Kita di daerah hanya menjalankan instruksi dari pusat,” singkat Hidayat ketika dikonfirmasi via pesan singkat Whatsapps-nya.

Namun dari informasi yang berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Kepahiang, sosok Windra Purnawan memiliki kans besar untuk duduk di kursi dewan. Selain lantaran posisi di partai sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD Nasdem Kabupaten Kepahiang, hasil perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu, mantan Komisioner KPU Kepahiang ini tertinggi dibanding 6 politisi Nasdem lainnya yang lolos ke parlemen.

“Kemungkinan besar Windra. Namun kita tunggu saja instruksi dari pusat. Karena nama Pak Sapar pun masuk dalam kandidiat yang disampaikan ke pusat,” terang salah satu sumber RB yang enggan disebutkan identitasnya.

Ali Berpotensi Pimpin DPRD Mukomuko

Hingga Rabu (7/8), DPD II partai Golkar Mukomuko belum memastikan siapa yang akan ditunjuk menjabat Ketua DPRD Mukomuko. Namun jika berdasarkan perolehan suara terbanyak dan lamanya bergabung di Partai Golkar. Maka dari tiga kursi itu, Ali Syaftaini dari Dapil 1 punya peluang besar.

“Dari tiga kursi yang diraih Partai Golkar Mukomuko, ketiga-tiganya kita ajukan ke DPP Partai Golkar pusat. Diajukan sesuai perolehan suara dan Dapil, sesuai mekanisme yang sudah diatur pusat” kata Ketua DPD II Partai Golkar Mukomuko H. Choirul Huda, SH, kemarin.

Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bengkulu Dr. Drh. H. Rohidin Mersyah, M.MA mengatakan, untuk ketua DPRD Mukomuko, ada mekanisme dari DPP Partai Golkar. Sesuai yang disampaikan DPP melalui surat edaran.  “Ada beberapa syarat dan sudah kita minta dari DPD II menentukan 3 besar,” terang Rohidin.

Setidaknya ada empat kriteria yang jadi faktor pertimbangan terbesar. Pertama, orang yang ditunjuk nantinya harus bisa memperkuat kelembagaan Partai Golkar. Kedua, mendukung program pemerintah. Ketiga, bisa menjamin eksistensi Partai Golkar sebagai lembaga terhormat di DPRD. Dan keempat, bisa menyerap aspirasi masyarakat dengan bagus.

“Tentu dari tiga besar itu, Ketua DPD II yang paling menentukan mana yang paling pas. Pas itu, bisa memperkuat kelembagaan partai, bisa menjamin eksisten Partai Golkar jadi lembaga terhormat di DPRD dan tidak kalah pentingnya, bisa menyerap aspirasi masyarakat,” tutup Rohidin.

Nopi Eriyan Andesca, Berpeluang Jabat Ketua DPRD Seluma

Jika melihat dari hasil perolehan suara pemilu serentak 17 April lalu. Maka Ketua DPRD Seluma akan duduki wajah baru dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tak lain adalah Ketua DPC PDIP Kabupaten Seluma, Nopi Eriyan Andesca.

Menanggapi hal ini, Ketua DPC PDIP Seluma, Nopi Eriyan Andesca, masih enggan berkomentar banyak. Menurutnya untuk posisi Ketua DPRD Seluma periode 2019-2024 merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

“Yang jelas kita telah usulkan tiga nama, yaitu saya sendiri dan Dodi Sukardi dari Dapil 4 Seluma serta Sudi Hermanto dari Dapil 2 Seluma. Untuk finalnya, semua diserahkan ke DPP,” terang Nopi, Rabu (7/8).

Dijelaskan Nopi, terkait dirinya yang digadang-gadangkan berpeluang menduduki posisi Ketua DPRD Seluma, juga belum dapat dipastikan. Karena dalam anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PDIP, mulai dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) berpeluang untuk menjabat posisi Ketua DPRD Seluma.

“Jadi semua kita serahkan pada DPP PDIP untuk memutuskan, kita hanya menerima dan melaksanakannya” ujarnya.

Menurut Nofi, siapapun yang nantinya direkomendasikan oleh DPP PDIP itulah yang akan menjabat sebagai Ketua DPRD Seluma periode 2019-2024. Karena keputusan mutlak terhadap posisi ketua ini merupakan kewenangan DPP. Sehingga dua dari tiga nama yang diusulkan tersebut nantinya harus menerima apapun keputusan DPP.

“Siapapun nantinya yang ditunjuk, kami akan legowo dan menerimanya,” kata Nofi.

Dirinya juga menyampaikan siapapun yang direkomendasikan DPP sebagai Ketua DPRD Seluma, PDIP akan selalu bersinergi dengan pihak eksekutif dalam memajukan Kabupaten Seluma. Sebagai wakil rakyat, DPRD Seluma akan menyampaikan aspirasi masyarakat Seluma untuk disampaikan pada eksekutif. Selain itu fungsi pengawasan juga akan dimaksimalkan dalam mengawal dan mengawasi semua program yang dilaksanakan pihak eksekutif atau Pemkab Seluma.

“Sesuai fungsi dan perannya, semua akan kita laksanakan maksimal. Demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Seluma,” sampainya.

Jika tidak ada kendala pelantikan 30 anggota DPRD Seluma terpilih akan dilaksanakan pada 27 Agustus mendatang yang akan dilantik langsung oleh Gubernur Bengkulu, Dr.drh. Rohidin Mersyah, MMA dan Kepala Pengadilan Negeri (PN) Tais, Erwindu, SH,MH. (qia/aba/hue/sly/dtk/vla/tek/cik)

Berita Lainnya

Latih Merakit Robot Lego, Akademisi Turun ke Sekolah

BENGKULU– Tim dari Universitas Bengkulu dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sukses menggelar Pelatihan Robotik Lego ...

error: Content is protected !!