Senin , 26 Agustus 2019
Home / Pemilu / Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020

Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020

MIRZAN PRANOTO HIDAYAT

KEPAHIANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepahiang meminta partai politik (parpol) bisa lebih berperan dalam peningkatan partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 mendatang. Pada pelaksanaan Pemilu 2019 lalu, KPU Kepahiang menilai peran parpol masih sangat minim dalam membantu peningkatan partisipasi pemilih.

Padahal parpol sejatinya memiliki peranan yang sangat penting untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pesta demokrasi. Hal ini diungkapkan Ketua KPU Kepahiang Mirzan Pranoto Hidayat, S.Sos dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pemilu 2019 tentang Evaluasi Pencalonan Anggota DPRD di Sekretariat KPU Kepahiang, kamis (8/8).

Menurut Mirzan, pada Pemilu serentak 2019 lalu banyak masyarakat yang komplain lantaran namanya tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Padahal sejak pengumuman DPS hingga menjadi DPT memiliki proses yang cukup panjang, sehingga harusnya masyarakat bisa memantfaatkan waktu tersebut untuk melakukan pengecekan.

“Dalam Pemilu lalu, ada beberapa masyarakat yang memenuhi syarat tapi tidak masuk dalam DPT, dan kita akui kekurangan itu. Ke depan kita berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi, sehingga kita butuh dukungan bersama berbagai pihak, termasuk parpol untuk bisa meningkatkan partisipasi pemilih dan bersama melakukan pemantauan terhadap DPT, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang merasa haknya dikebiri,” papar Mirzan.

Mirzan juga menerangkan, peserta Pemilu harus bisa memahami regulasi yang sudah dibuat undang-undang serta peraturan KPU. Sehingga, tidak ada permasalahan disaat jelang-jelang pencoblosan.  Khususnya pada pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020. “Tataran tahapan pencalonan secara substansi hampir sama dengan beberapa pelaksanaan sebelumnya. Yang penting masing-masing peserta pemilu harus menaati regulasi yang ada,” ingatnya.

Untuk itu, KPU Kepahiang mengajak parpol peserta pemilu dan stekholder terkait di jajaran Pemkab Kepahiang, supaya dapat membantu KPU Kepahiang dalam memacu semangat pemilik suara untuk mengecek data mereka didaftar DPT, apalagi tahun depan Kabupaten Kepahiang akan menggelar Pilkada.

“Itu yang diharapkan, karena ini bagian dari pendidikan politik kepada masyarakat. Kita butuh kerja bersama untuk mendapatkan hasil terbaik dari setiap proses yang dilaksanakan,” tegasnya.

Terkait dengan Pilkada 2020, Mirzan mengingatkan agar parpol tidak mendaftarkan kandidat yang diusungnya pada menit-menit akhir. Karena batasan waktu pendaftaran diberikan cukup panjang. Selain itu, administrasi calon yang diusung harus benar-benar sesuai dengan regulasi.

“Untuk mengusung bakal calon, yang paling penting regulasi harus dipatuhi. Apapun itu aturannya, seperti misalnya SK dari DPP parpol masing-masing yang  kita anggap memenuhi syarat dan kita akui keabsahan persyaratannya. Selain itu juga terkait proses pemberian rekomendasi calon yang diusung, mesti berpedoman pada AD/ART parpol yang berlaku. Jika tidak sesuai mekanisme di internal parpol, maka sangat rentan terjadi gugatan atau sengketa,” jelas Mirzan.(sly)

Berita Lainnya

Jabatan Gubernur dan 8 Bupati Hanya 4 Tahun

BENGKULU – Masa jabatan gubernur-wagub dan bupati-wabup yang terpilih pada Pilkada Serentak 2020 nanti akan ...

error: Content is protected !!