Jumat , 21 Februari 2020
Home / Metropolis / Cabai Merah Tembus Rp 100.000/Kg

Cabai Merah Tembus Rp 100.000/Kg

MEROKET: Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga cabai merah meroket hingga tembus Rp 100.000/kg.(foto: riko purnando/rb)

BENGKULU – Menjelang hari raya Idul Adha, harga cabai merah kembali meroket. Sempat bertahan di harga Rp 80.000/perkilogram (kg), namun Jum’at (9/8) harganya kembali naik menjadi Rp 100.000/kg. Kenaikan harga cabai merah tersebut dipicu musim kemarau sehingga banyak petani cabai yang gagal panen. Hal itu membuat stok menjadi berkurang.

Kepala Bidang Bina Usaha Disperindag, Kota Bengkulu, Amron S.Sos menjelaskan kenaikan harga cabai itu, diakibatkan saat ini memasuki musim kemarau, sehingga petani tidak bisa menanam cabai. Mengingat tanaman cabai sangat tergantung dengan air. Selain itu juga, banyak petani cabai yang mengalami gagal panen, sehingga membuat stok cabai di Kota Bengkulu tidak terpenuhi.

“Barang (cabai, red) tidak ada sementara permintaan tinggi, inilah yang memicu harga cabai jadi mahal,” ujarnya.

Ditambahkan Amron pihaknya tidak tinggal diam dan rutin melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Bulog dan Pemprov Bengkulu. Menurutnya, berkurangnya stok cabai di pasar tradisional Bengkulu, juga dipicu langkah petani yang lebih memilih menjual hasil panen cabainya ke luar Bengkulu. Pertimbangannya, bila menjual cabai ke luar Kota Bengkulu harganya bisa lebih mahal, dari pada menjual di dalam Kota Bengkulu itu sendiri.

“Karena kabupaten lain juga membutuhkan banyak stok cabai, jadi banyak yang menjual ke kabupaten dari pada menjual ke dalam kota. Itulah salah satu penyebab harga cabai di kota menjadi mahal,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang pedagang cabai, Zulbi (50) menjelaskan, kenaikan harga cabai merah hingga Rp 100.000/kg baru kemarin terjadi. Zulbi mengaku mengambil stok cabai dari Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang yang harganya agak mahal. Sementara untuk mengambil cabai dari Lampung yang harganya murah, ia membutuhkan proses yang cukup panjang, salah satunya jarak dan waktu tempuh.

“Cabai murah tapi sebagian busuk kering, pembeli tidak mau. Tapi cabai segar harga mahal pembeli juga tidak mau. Naiknya harga cabai juga membuat pembeli sepi, kalau ada hanya membeli sedikit saja,” ucapnya. (cw3)

Berita Lainnya

Ditertibkan dan Dibangun Auning Baru, Pedagang Pasar Panorama Masih Jualan di Jalan

BENGKULU– Relokasi pedagang Pasar Panorama yang dilakukan Pemda Kota beberapa waktu lalu, tidak membuat Pasar …