Minggu , 8 Desember 2019
Home / Breaking News / Pemindahan Patung Kuda Sudah Izin Walikota dan Ketua BMA

Pemindahan Patung Kuda Sudah Izin Walikota dan Ketua BMA

BENGKULU -Pemindahan patung kuda di Simpang Lima Ratu Samban sudah ada izin dari Walikota Bengkulu. Rencananya patung kuda itu akan digantikan dengan monumen Fatmawati Soekarno, tokoh pahlawan sekaligus ibu negara pertama asal Bengkulu. Program ini milik kementerian BUMN dan Yayasan Fatmawati.

“Patung kuda akan digantikan oleh monumen ibu Fatmawati sedang menjahit bendera. Yang memindahkan bukan pemkot ataupun pemprov tapi dari pihak BUMN dan Yayasan Fatmawati. Pendanaan pembangunannya juga berasal dari kementerian BUMN,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu Iskandar ZO kepada RB.

Menurutnya, pemindahan patung kuda yang merupakan aset Pemkot Bengkulu sudah seizin dari Walikota Helmi Hasan dan Ketua Badan Mahkamah Adat (BMA) Bengkulu Efendi MS. Berdasarkan Permendagri Nomor 19 tahun 2019 Pasal 331 dan pedoman pengelolaan daerah, bila aset daerah itu nilainya di bawah 5 miliar maka untuk pemindahan ataupun penghapusan aset cukup melibatkan pemda saja tidak perlu izin dari DPRD, cukup izin dari walikota.

“Yang membangun itu Kementerian BUMN dan kementerian sudah mendapatkan persetujuan walikota langsung dan Ketua BMA Bengkulu. Jadi saya rasa tidak ada aturan yang dilanggar atas pemindahan patung kuda ini,” bebernya.

Iskandar menerangkan bahwa aset Patung kuda tersebut juga tidak dihilangkan, akan tetapi hanya dipindahkan ke simpang Betungan. Untuk proses pembuatan monumen Fatmawati pun sudah 80 persen, saat ini pihak kementerian BUMN tengah membangun pondasi karena itu patung kuda pun sudah harus dipindahkan. “Monumen Fatmawati sedang dalam proses pembuatan di studio di Bandung. Setelah selesai, monumen terbuat dari perunggu ini tinggal dipasang,” demikian Iskandar. (key)

Berita Lainnya

Tidak Tuntas Tepat Waktu, Kontraktor Pembangunan Alun-alun Taman Berendo Terancam Blacklist

BENGKULU– Mega proyek Pemda Kota yakni pembangunan Alun-alun Berendo senilai Rp 20 miliar terancam putus ...

error: Content is protected !!