Kamis , 27 Februari 2020
Home / Metropolis / Gigitan Cacing Hati Ditemukan Pada Hewan Kurban

Gigitan Cacing Hati Ditemukan Pada Hewan Kurban

DIPERIKSA: Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DPP Kota Bengkulu, Ir. Hauliantua Pohan saat melakukan pemeriksaan hewan kurban setelah pemotongan di seluruh lokasi. (foto: yudi/rb)

BENGKULU – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu bersama dengan Dinas Pangan dan Pertanian (DPP) Kota Bengkulu telah membentuk tim gabungan untuk melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di Kota Bengkulu. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi masyarakat. Dari hasil pemeriksaan tersebut didapati beberapa temuan terhadap hewan kurban. Diantaranya, organ dalamnya memiliki bekas gigitan cacing hati.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DPP Kota Bengkulu, Ir. Hauliantua Pohan mengatakan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan dua kali yakni sebelum pemotongan dan sesudah pemotongan. Pemeriksaan sebelum pemotongan dilakukan dengan menyasar ke tempat peternak dan pedagang yang ada. “Pemeriksaan ini dilakukan sebelum hewan tersebut didistribusikan ke tempat-tempat penyembelihan hewan kurban,” ujarnya, kemarin (12/8).

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan didapati beberapa hewan kurban yang berjamur di bagian kulitnya.  Tak hanya itu, hewan yang sudah diperiksa sebelum pemotongan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Surat ini wajib dimiliki agar hewan kurban dapat diperjualbelikan kepada masyarakat.

“Ya awalnya kita itu pemeriksaan sebelum pemotongan dengan menyasar ke seluruh peternak dan pedagang, dari hasil pemeriksaan ada temuan beberapa hewan kurban yang berjamur,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah itu pihaknya kembali melakukan pemeriksaan setelah pemotongan berlangsung. Jumlah hewan kurban di Kota Bengkulu yang diperiksa yakni sebanyak 2.064 ekor sapi, 31 ekor kerbau dan 179 ekor kambing. Dari hasil pemeriksaan setelah pemotongan tersebut ditemukan ada beberapa hewan kurban yang organ dalamnya memiliki bekas gigitan cacing hati.

“Ya ada kita temukan itu beberapa ekor hewan kurban memiliki tanda cacing hati, bagian itu tidak layak di konsumsi sehingga langsung dibuang,” ungkapnya.

Menurutnya, pemeriksaan setelah pemotongan itu sangat penting karena ada hewan ternak yang badannya sehat namun terdapat penyakit di organ dalamnya. “Hal itulah yang mendasari dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Selain melakukan pemeriksaan, pihaknya juga langsung mengimbau agar daging kurban dibagikan dengan kantong plastik berwarna putih dan tidak berwarna hitam. Beberapa tempat yang masih menggunakan kantong plastik berwarna hitam langsung diminta untuk menggantinya dengan yang berwarna putih. Setelah melakukan pemeriksaan ke seluruh tempat pemotongan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan ke pasar-pasar tradisional. (cup)

Berita Lainnya

Pemilik Akun Palsu Diamankan, Kejati Apresiasi Polda Bengkulu

BENGKULU– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu mengapresiasi Keberhasilan Polda mengungkap pelaku pembuat akun palsu mengatasnamakan Kajati …