Selasa , 10 Desember 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Serapan Anggaran Rendah

Serapan Anggaran Rendah

TAPD: Rakor TAPD dalam mempersiapkan anggaran tahun 2020.(foto: peri/rb)

MUKOMUKO – Serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko masih sangat rendah. Bahkan per 31 Juli serapan anggaran baru mencapai 41,26 persen, dari target 45 persen. Ketua Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) Pemkab Mukomuko, Hari Mustaman mengatakan, kondisi itu masih disebabkan banyak kegiatan fisik yang masih proses lelang. Sedangkan untuk kegiatan penunjukan langsung, sebagian masih proses perencanaan. “Kondisinya memang seperti itu. Silahkan konfirmasi ke Dinas PUPR,” kata Hari.

Serapan anggaran dan realisasi kegiatan fisik Pemkab Mukomuko tahun anggaran 2019, di periode Juli, mundur Jika dibandingkan dengan periode yang sama, ditahun anggaran 2018. Deviasinya cukup besar, mencapai 4,92 persen untuk realisasi kegiatan fisik dan 3,74 persen untuk serapan anggaran. Untuk diketahui, hingga akhir Juli 2019, realisasi kegiatan fisik hanya tercapai 42,08 persen. Padahal ditarget hingga berakhirnya Juli ini, realisasi fisik bisa mencapai 47 persen. Artinya terjadi deviasi atau selisih dari target hingga 4,92 persen.

Sedangkan untuk target serapan anggaran, 45 persen. Nyatanya, sampai 31 Juli 2019, hanya tercapai 41,26 persen. Meleset sekitar 3,74 persen dari yang ditargetkan.

Padahal, jika dibandingkan realisasi ditahun 2018 di periode Juli, deviasinya sangat kecil. Realisasinya pun secara persentase lebih besar dibanding Juli 2019.

Di Juli 2018, target realisasi fisik 47 persen, tercapai hingga 46,09 persen. Melesetnya dari target hanya sebesar 0,91 persen. Dan serapan anggaran dari target 45 persen, terealisasi sampai 44,66 persen, hanya meleset 0,34 persen.

Disebutnya, ada sejumlah kegiatan fisik sudah mulai berjalan. Namun sebagian besar, kegiatan itu baru tahap awal. Dan merupakan kegiatan yang anggarannya diambil dari alokasi dana alokasi khusus (DAK). Sementara sejumlah kegiatan fisik yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU), masih banyak yang belum berjalan.

“Yang sudah proses itu, bersumber dari dana DAK. Kalau dari dana DAU, rata-rata belum,” terangnya.

Diakuinya, deviasi dari realisasi Juli 2019, lebih besar dibandingkan deviasi pada periodi Juni 2019. Yang mana dari target serapan anggaran 35 persen, deviasinya hanya 2,24 persen atau terealisasi 32,76 persen. Sedangkan realisasi fisik di bulan Juni, target 37 persen. Deviasinya 3,58 persen atau terlaksana sebesar 33,42 persen.

“Semuanya sedang berjalan, jadi harap bersabar. Terpenting, diakhir tahun nanti, realisasi serapan anggaran maupun kegiatan fisik, bisa melebihi dari target. Karena untuk tahun lalu, realisasi kita di keduanya lebih dari target yang sudah ditetapkan,” tutup Hari. (hue)

Berita Lainnya

Pemerintah Kabupaten Pilih Tambahan Penghasilan Pegawai

MUKOMUKO – Pemkab Mukomuko memilih tetap menerapkan pemberian tambahan penghasilan pegawai (TPP) tahun 2020 mendatang. ...

error: Content is protected !!