Senin , 26 Agustus 2019
Home / Metropolis / Tingkatkan Mutu, Buruh Bangunan Ikut Sertifikasi

Tingkatkan Mutu, Buruh Bangunan Ikut Sertifikasi

Marjon

BENGKULU – Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu kembali melakukan penyuluhan dan pelatihan uji kompetensi dan sertifikasi terhadap tukang konstruksi alias buruh bangunan. Tujuannya, untuk meningkatkan  Sumber Daya Manusia (SDM) dan mutu terutama dalam mendorong program Kota Bengkulu dalam pembangunan.

Bahkan, tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2019 terkait barang dan jasa konstruksi berisikan agar dalam lelang kerja konstruksi, menggunakan buruh bangunan yang memiliki sertifikat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Marjon, M.Pd mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini tentunya  dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu.

Selain itu, kegiatan ini tentunya secara umum jakan menambah wawasan pengetahuan konstruksi bagi para tukang bangunan terampil di bidangnya masing-masing. Itu dikarenakan para tukang harus dapat mengikuti perkembangan perubahan yang ada. Ia berharap setelah kegiatan ini para buruh bangunan tersebut akan dapat memiliki sertifikasi. Dengan memiliki sertifikasi yang diakui, mereka dapat merambah ke dunia pekerjaan yang dapat mensejahterakan kehidupan para buruh tersebut.

“Diharapkan mereka ini dapat memiliki sertifikasi dibidangnya sehingga dapat laku di dunia pekerjaan karena mereka memiliki sertifikasi yang diakui, semoga kerjasama baik ini akan dapat mensejahterakan kehidupan para tukang,” ungkapnya.

Kepala Bidang Bina Konstruksi dan Peralatan PUPR Kota Bengkulu, Feryzon, SE menjelaskan maksud dan tujuan  diselenggarakannya Diklat pengadaan barang dan jasa ini agar dapat mewujudkan kompetensi dan profesionalisme aparatur Pemerintah dan masyarakat di bidang jasa konstruksi.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 tukang yang mengikuti pelatihan dan pengarahan  dari Lembaga Pengembangan Jasa dan Kontruksi Provinsi Bengkulu. Nantinya para buruh bangunan tersebut diharapkan dapat bersaing dengan tukang lainnya dan juga dapat meningkatkan pendapatan serta selaras dengan program yang ada.

Selain itu, buruh tukang tersebut juga akan memiliki sertifikasi dalam berkerja. Hal itu ke depannya akan segera diterapkan sehingga perkerjaan yang ada di ULP harus memakai pekerja yang sudah memiliki sertifikasi sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2019.

“Harapan kita itu agar para tukang ini dapat menjadi lebih berkompetensi dan profesioal dalam bekerja, selain itu kita juga akan menerapkan tukang wajib memiliki sertifikasi,”ujarnya.(cup)

Berita Lainnya

Latih Merakit Robot Lego, Akademisi Turun ke Sekolah

BENGKULU– Tim dari Universitas Bengkulu dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sukses menggelar Pelatihan Robotik Lego ...

error: Content is protected !!