Sabtu , 7 Desember 2019
Home / Metropolis / Gagal Lelang, Pilih Rehab Mess Pemda

Gagal Lelang, Pilih Rehab Mess Pemda

REHAB: Berulang kali gagal lelang, Pemprov memiluh untuk merehab bangunan Mess Pemda.(foto: yunike/rb)

BENGKULU – Mess Pemda aset milik Pemprov Bengkulu sudah 3 kali gagal lelang. Tahun ini saja sudah 2 kali berturut-turut panitia gagal mendapatkan investor untuk mengelola aset senilai sekitar Rp 60 miliar ini. Lantaran itulah, Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA mengambil langkah lain untuk merehab Mess Pemda melalui APBD Provinsi Tahun 2020.

“Ini sudah ketiga kalinya lelang kita lakukan, tapi tetap tidak mendapatkan ivestor yang siap. Sudah tiga kali kita berikan kesempatan, tapi ternyata ketiga kalipun tetap gagal. Jadi perlu alternatif lain agar Mess Pemda ini bisa segera dikelola,” ujar Rohidin.

Pemprov Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, sambung Rohidin, akan membuat perencanaan untuk merehab bangunan Mess Pemda ini. Setelah perencanaan selesai, mulai dari rincian biaya, apa saja yang perlu diperbaiki, dan bangunan baru yang akan ditambah dalam penataan Mess Pemda nantinya.

Ketika semua tuntas, maka usulan rehab Mess Pemda ini akan disampaikan kepada DPRD provinsi untuk dibahas bersama. “Tidak akan dilelang lagi. Pengelolaan Mess Pemda perlu gerak cepat karena dengan kondisinya saat ini tidak enak dipandang. Melalui DPRD kita yang akan menyelesaikannya, kita bangun seperti kita merehab Balai Buntar dan Masjid Raya Baitul Izah,” beber Rohidin.

Dari panitia pemilihan mitra Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Mess Pemda, sebelumnya sudah menyiapkan langkah untuk melakukan tender ulang. Rencananya dalam lelang ulang ini dilakukan penyederhanaan. Diantaranya, tidak perlu mensyaratkan harus minimal tiga penawar. Meskipun hanya ada satu perusahaan yang sanggup menawar, maka lelang tetap akan dilanjutkan.

“Kami sudah menyiapkan formatnya untuk tender ulang. Lebih disederhanakan, seperti jika satu perusahaan saja yang menawar, maka dilakukan Penunjukan langsung (PL),” kata Ketua Panitia Pemilihan Mitra KSP Mess Pemda Provinsi Bengkulu, Syahrul Azwari.

Namun jika ada dua perusahan yang menawar, terang Syahrul, panitia akan melanjutkan dengan menggunakan sistem seleksi langsung. Akan tetapi untuk lelang ulang ini barus bisa dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari pimpinan. Jika nanti dibuka pendaftaran lagi, menurut Syahrul, tiga perusahaan yang telah memberikan penawaran tapi gagal sebelumnya tetap dibolehkan mendaftar lagi. Begitupun untuk perusahaan lainnya yang belum pernah ikut mendaftar, bisa berpartisipasi.

“Intinya, berapapun jumlah perusahaan yang menawar lelang tetap dilanjutkan. Kalau tidak ada yang menawar, ya terpaksa gagal lagi. Tapi rencana lelang ulang ini tetap harus mendapat persetujuan dari pimpinan,” demikian Syahrul. (key)

Berita Lainnya

Dana Hibah Lampu Jalan Rp 22 Miliar

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali mendapat bantuan hibah sebesar Rp 22 miliar untuk ...

error: Content is protected !!