Jumat , 13 Desember 2019
Home / Berita utama / Kembalikan Rumah Fatmawati ke Asalnya (2)

Kembalikan Rumah Fatmawati ke Asalnya (2)

BUKTI SEJARAH: Prasasti yang menyebutkan lokasi rumah tempat kelahiran Ibu Negara Pertama, Fatmawati Soekarno. Prasasti ini diletakkan di samping pintu masuk kantor BNI Cabang Bengkulu. (foto : yudi/rb)

LOKASI rumah asli Ibu Negara Pertama, Fatmawati istri Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekano disebutkan berada di Jalan S. Parman, Kota Bengkulu yang saat ini menjadi lokasi berdirinya kantor Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Bengkulu.

Sejarawan Bengkulu, R Ade Hafri Wijaya mengatakan lokasi yang saat ini dibangun kantor BNI merupakan rumah orangtua Fatmawati. Bahkan, di lokasi tersebut juga dibuatkan prasasti sebagai tanda bahwa Fatmawati pernah lahir dan tinggal di sana.

Tentunya itu menjadi salah satu bukti yang cukup untuk dibilang bahwa rumah asli Fatmawati bukan berada di Jalan Fatmawati atau yang sekarang menjadi museum. Apabila pemerintah daerah ingin menjadikan rumah Fatmawati yang saat ini sebagai rumah peninggalan tentunya terbilang tidak tepat. Apabila disebut menjadi museum maka masih bisa dikatakan layak.

“Kalau yang saat ini menjadi rumah peninggalan rasanya tidak tepat karena tidak ada bukti yang kuat. Akan tetapi jika menjadi museum Fatmawati maka bisa dikatakan layak. Di lokasi kantor BNI Cabang Bengkulu  ada prasasti yang dibuat oleh Gubernur Bengkulu, Soeprapto pada masa itu,” jelasnya.

Sejarawan Bengkulu lainnya, Agus Setiyanto mengatakan rumah yang saat ini menjadi museum itu adalah rumah milik Abdul Ghofur yang kemudian dihancurkan dan direnovasi ulang. “Saat ini yang cukup kuat buktinya itu di lokasi kantor BNI Cabang Bengkulu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bengkulu, Helmi Paman mengatakan bahwa semua pihak harus melakukan kajian dan penggalian informasi lebih lanjut terkait dimanakah letak keaslian rumah orangtua Fatmawati. Ditegaskannya, rumah peninggalan Fatmawati yang asli harus benar-benar sesuai lokasinya, karena sebuah tempat histrosis akan berbeda jika lokasi rumahnya saja berbeda. “Ya, bagusnya memang di lokasi yang asli agar historisnya benar-benar didapati masyarakat dan tidak berubah,” jelasnya.(cup)

Berita Lainnya

Pendaftaran Sekdaprov Bisa Diperpanjang

BENGKULU – Pendaftaran seleksi terbuka sekdaprov hari ini ditutup. Bila hingga sore ini jumlah pelamar ...

error: Content is protected !!