Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Kecamatan Pino Raya Gelar Jambar Massal

Kecamatan Pino Raya Gelar Jambar Massal

MENJAMBAR: Kegiatan menjambar Massal di Kecamatan Pino Raya.(foto: rio/rb)

PINO RAYA –Sebanyak 115 jambar dihidangkan dalam acara menjambar Kecamatan Pino Raya. Kegiatan ini dalam rangka Khatam Iqro, dan Khatam Alquran santri se Pino Raya Kamis (22/8).

Sehingga Sekda Bengkulu Selatan (BS), Yudi Satria, SE, MM ingin acara menjambar terus digelar, dan diadakan menjambar yang lebih besar.

Ada 115 peserta ikut kegiatan Khatam Iqro, dan Khatam Alquran. Ini diikuti 17 desa di Kecamatan Pino Raya. Masing-masing peserta menyediakan satu jambar sehingga jumlahnya ada 115 jambar.

Dalam kata sambutannya sekda mengapresiasi acara jambar massal. Ini karena, disamping untuk memotivasi semangat belajar Alquran, juga bisa menjadi event wisata. Karena itu sekda berharap kegiatan menjambar ini bisa digelar skala lebih besar lagi dan diikuti seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

‘’Ke depan, saya menudukung jika menjambar massal ini dilaksanakan lebih besar. Nanti kita bentang skala kabupaten. Seluruh desa dan kecamatan akan ikut semua. Namun kalau kini baru 115 jambar. Nanti bisa saja desa dan kecamatan berpartisipasi bisa mencapai 1.000 jambar,” ujar sekda.

Kalau diseriusi, tambah sekda, tak menutup kemungkinan kegiatan menjambar massal bisa menjadi event wisata yang menarik. ‘’Tidak menutup kemungkinan ini bisa menjadi event wisata besar, kalau dikelolah dengan baik. Bisa seperti even Grebeg di Jogja,’’ papar sekda.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkulu Selatan H Arsan S. Ibrahim, M.HI menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan menjambar, merupakan rangkaian acara dalam menyambut Tahun Baru Islam 1440 H.

Selain kegiatan Khatam Iqro serta Alquran, dalam kesempatan itu juga diserahkan buku nikah kepada 20 pasangan hasil Itsbat di Pengadilan Agama Manna.

‘’Kami apresiasi semangat masyarakat Pino Raya belajar Alquran. Juga kegiatan Khatam Alquran ini ada yang sudah berusia di atas 50 tahun. Ini juga salah satu dari program menuntaskan buta aksara Alquran,” jelas Arsan.

Untuk buku nikah, sambung Arsan, tidak ada pungutan. Jika itu ada pungutan dari pihak manapun, berarti itu adalah pungutan liar. Dan bisa diproses hukum. ‘’Buku nikah ini nol rupiah, gratis. Tak ada pungutan. Jadi jikalau ada petugas yang minta uang tolong lapor ke saya,” demikian Arsan.(tek)

Berita Lainnya

Mobnas Dewan Ditarik

KOTA MANNA – Pasca pembelian tiga unit mobnas unsur pimpinan DPRD Bengkulu Selatan, Badan Pengelolaan …