Selasa , 12 November 2019
Home / Berita utama / Peringkat Merosot, Universitas Bengkulu Terdepak dari 100 Perguruan Tinggi Terbaik

Peringkat Merosot, Universitas Bengkulu Terdepak dari 100 Perguruan Tinggi Terbaik

BENGKULU – Kemenristekdikti RI mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2019. Dalam perankingan ini dirilis perguruan tinggi (PT) non-vokasi yang masuk dalam 100 perguruan tinggi terbaik nasional. Berdasarkan rilis Kemenristekdikti ini, tidak satu pun perguruan tinggi yang ada di Provinsi Bengkulu yang masuk 100 terbaik tersebut.

Termasuk Universitas Bengkulu (Unib) yang merupakan perguruan tinggi terbesar di provinsi ini. Tahun ini peringkat Unib jauh merosot dibanding 2 tahun sebelumnya keluar dari jajaran 100 perguruan tinggi terbaik nasional versi Kemenristekdikti. Padahal tahun 2017, Unib pernah menduduki peringkat 45 dan tahun 2018 di peringkat 48 terbaik nasional.

Dikonfirmasi, Wakil Ketua II Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Unib, Dr. Yar Johan tidak membantah adanya penurunan peringkat Unib tahun ini versi Kemenristekdikti. Namun untuk lebih lengkap terkait indikator penilaian yang membuat peringkat kampus negeri favorit di Bengkulu ini menurun hingga ke peringkat 114, dosen Ilmu Kelautan Unib ini akan menjelaskan secara langsung Senin (26/8) di kampus Unib.

“Iya benar tahun ini kita keluar dari 50 besar seperti yang dirilis dari Kemenristekdikti. Insya Allah tahun depan masuk 50 besar lagi. Lebih lengkapnya, ketemu Senin saja ya,” kata Yar Johan kepada RB, kemarin (24/8).

Terpisah, alumni Unib yang juga anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sefty Yuslinah, MAP ikut kaget dengan kabar penurunan peringkat Unib yang dirilis Kemenristekdikti ini. Ia menilai sejauh ini kampus Unib berkembang cukup pesat, mulai dari banyaknya pembangunan, bertambahnya jurusuan hingga peningkatan jumlah mahasiswanya setiap tahun.

“Kalau saya lihat sekarang Unib lebih maju dan semakin berkembang yah. Tapi kalau penilaian dari Kemenristekditi tahun ini membuat peringkat Unib menurun, saya juga jadi bertanya-tanya indikator penilaiannya,” beber Sefty yang merupakan lulusan S1 dan S2 dari kampus Unib ini.

Dengan penilaian dari kemenristekdikti ini, diharapkannya dapat menjadi lecutan bagi manajemen Unib untuk lebih berbenah ke depannya. Apa yang menjadi indikator-indikator menyebabkan peringkat kampus Unib menurun harus dievaluasi, diperbaiki dan ditingkatkan kembali. Sehingga Unib kembali minimal bisa masuk 50 besar, bahkan peringkatnya naik dari tahun lalu.

“Saya, dan tentunya semua alumni berharap tahun depan peringkat Unib yang dirilis oleh Kemenristekdikti ini bisa meningkat dan lebih baik lagi. Ini butuh kerjasama dan kerja keras semua pihak,” jelas Sefty.(key)

Berita Lainnya

Wakapolri Ari DonoTekankan Pentingnya Kebersamaan Kunci Pertahankan Kenaikan Tipologi A

BENGKULU– Peningkatan status tipologi Polda Bengkulu dari tipe  B menjadi tipe A telah dikukuhkan Wakapolri ...

error: Content is protected !!