Selasa , 12 November 2019
Home / Berita utama / Tiga Proyek Gagal Lelang

Tiga Proyek Gagal Lelang

RUSAK: Perbaikan Jembatan Tanjung Agung Palik, Bengkulu Utara tahun ini sepertinya belum akan dikerjakan. Proyek ini dinyatakan gagal lelang. (foto : dok/rb)

BENGKULU – Memasuki akhir Agustus, sudah 229 paket senilai Rp 702,460 miliar masuk ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Provinsi Bengkulu. Meliputi 14 paket dalam persiapan lelang, 30 paket proses lelang, 182 paket selesai lelang dan 3 paket dinyatakan gagal lelang.

Kepala UKPBJ Provinsi Bengkulu, Marsulun Lubis didampingi Sekretaris UKPBJ Provinsi Bengkulu, Oktin Elevan mengatakan ada total 291 paket di lingkungan Pemprov Bengkulu yang akan dilelang. Dari total paket tersebut, 229 diantaranya sudah masuk ke UKPJB. Diantaranya juga terdapat 3 paket gagal lelang senilai Rp 27,295 miliar yaitu 2 proyek jembatan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu dan proyek rest area di Dinas Perkim Provinsi Bengkulu.

“Dua proyek bina marga yang gagal lelang itu yaitu perbaikan Jembatan Tanjung Agung Palik dan Jembatan Suro Bali di Bengkulu Utara, serta rest area di Seluma,” beber Oktin.

Lanjut Oktin, per Agustus ini ada 10 paket masuk ke UKPBJ dari OPD di lingkungan Pemprov Bengkulu. Dari 62 sisa paket yang belum masuk, diperkirakan sekitar 40 paket lagi akan masuk ke UKPBJ. Mengingat ada rencana rasionalisasi anggaran, dan ada 6 paket bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) batal karena anggarannnya dikembalikan ke pusat. Untuk paket yang belum masuk diharapkan bisa segera diserahkan ke UKPBJ untuk diproses lelang.

“Kalau kita masih menunggu, berkas lelang masuk dari OPD langsung kita tindaklanjuti. Untuk yang gagal lelang karena tidak ada rekanan yang memenuhi persyaratan, kalau sudah diperbaiki OPD, bisa kita proses kembali,” beber Oktin.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu Edison Simbolon mengingatkan agar OPD yang masih ada kegiatannya belum dilelang segera melaksanakan lelang. Agar ke depan tidak terulang kembali silpa yang tinggi pada akhir tahun anggaran karena banyak proyek gagal lelang, atau terancam putus kontrak.

“Kalau laporannya sekarang ini ke kita masih terus berjalan. Baru akan kelihatan di akhir tahun nanti seberapa banyak serapan anggaran yang dilaksanakan oleh eskekutif. Kita berharap serapan lebih tinggi dari tahun lalu,” harap politisi Demokrat ini.(key)

Berita Lainnya

Wakapolri Ari DonoTekankan Pentingnya Kebersamaan Kunci Pertahankan Kenaikan Tipologi A

BENGKULU– Peningkatan status tipologi Polda Bengkulu dari tipe  B menjadi tipe A telah dikukuhkan Wakapolri ...

error: Content is protected !!