Selasa , 10 Desember 2019
Home / Berita utama / Rp 1,3 Triliun Pascabencana

Rp 1,3 Triliun Pascabencana

SERAHKAN: Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA menyerahkan dokumen R3P banjir dan longsor di Provinsi Bengkulu kepada Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI Rifai, Senin (26/8). (foto: yunike/rb)

BENGKULU – Pemprov Bengkulu membutuhkan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi akhir April lalu di 8 kabupaten/kota. Anggaran tertuang dalam Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) ini disampaikan oleh Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah saat rakor, Senin (26/8).

Rakor tingkat Provinsi Bengkulu ini dihadiri langsung Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI Ir. Rifai, MBA. “Dengan kecepatan rekan-rekan BPBD kota/kabupaten menyusun rencana aksi, kita juga berharap pemulihan pascabencana dengan bantuan pemerintah pusat ini selesai dalam waktu 2 tahum 2020-2021,” kata Rohidin.

Dokumen R3P banjir dan longsor di Provinsi Bengkulu 26-27 April, sambung Rohidin, berdasarkan data real dan valid dari lapangan. Kerusakan di Bengkulu akibat bencana banjir dan longsor tidaklah separah dibandingkan bencana di Lombok dan Palu. Kerusakannya juga berdiri sendiri tidak dengan ekosistem besar sehingga tidak harus ada pemindahan pemukiman.

“Terkait rehab rekon perumahan minta disegerakan karena sudah ditunggu masyarakat. Untuk yang rehab berat Rp 50 juta, sedang Rp 25 juta dan ringan Rp 10 juta,” beber Rohidin.

Lanjut Rohidin, untuk kerusakan infrastruktur seperti jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat tidak ada permasalahan lagi. Namun untuk infrastruktur yang menjadi kewenangan kabupaten/kota mengingat terbatasnya anggaran, maka pemerintah daerah meminta dukungan dari BNPB.

“Kerusakan dari sektor sosial ekonomi, teman-teman sektoral bisa berkoordinasi dengan lembaga ditingkat nasional minta diprioritaskan untuk pemulihan,” beber Rohidin saat rakor yang digelar BPBD Provinsi Bengkulu di ruang Pola Pemprov Bengkulu.

Deputi rehabilitasi dan rekonstruksi BNPB RI Ir.Rifai, MBA mengatakan bencana banjir dan longsor di Bengkulu pada 26 April 2019 lalu telah memakan korban meninggal dunia sebanyak 25 jiwa, korban hilang tiga jiwa, jumlah pengungsi sebanyak 13.728 jiwa, luka-luka empat jiwa, penduduk rentan 22.820 dan total terdampak hingga 45.142 jiwa.

Bencana tersebut juga mengakibatkan beberapa kerusakan dan kerugian di antaranya, dari sektor infrastruktur, ekonomi produktif, dan sektor sosial. Sehingga Pemprov Bengkulu mengusulkan anggaran untuk penanganan pascabencana dari empat sumber dari APBD Kabupaten/kota, APBD Provinsi, APBN dan Hibah melalui BNPB.

“Atas usulan dari Pemprov Bengkulu, kita minta agar pemprov dapat segera melengkapi tiga hal. Yaitu laporan kejadian , usulan dan pernyataan darurat sehingga BNPB bisa segera memberikan Dana Siap Pakai (DSP),” imbuhnya.

Rakor diikuti kurang lebih 60 peserta dari kabupaten/kota. Dibuka langsung Gubernur Bengkulu, dan dihadiri Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI Ir.Rifai, MBA,  Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Novian Andusti, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Drs. Rusdi Bakar, M.Pd, Kepala Biro, Pejabat Eslon II, II dan IV di lingkungan Pemerintahan Provinsi Bengkulu. Kegiatan rakor ini membahas finalisasi kebutuhan pemulihan pascabencana sesuai kewenangan dan identifikasi pendanaan untuk pemulihan pascabencana. Serta penyerahan dokumen R3P dari Gubenur Bengkulu Rohidin Mersyah kepada Deputi Rehabilitasi dan  Rekonstruksi BNPB RI Rifai. (key)

Berita Lainnya

Leher Mahasiswi Unib, Wina Mardiani Dijerat dengan Tali Nilon Hingga Tewas

BENGKULU– Hasil otopsi terhadap almarhumah Wina Mardiani (20) mahasiswi Unib yang ditemukan meninggal dikubur persis ...

error: Content is protected !!