Kamis , 19 September 2019
Home / Metropolis / Karang Taruna Suplai Komoditi BPNT

Karang Taruna Suplai Komoditi BPNT

MOU: Penandatanganan MoU tentang sinergi pelaksanaan penyediaan bahan pangan untuk Program BPNT di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Provinsi Bengkulu, Senin (2/9).(foto: ist/rb)

BENGKULU – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu-Bulog Divre Bengkulu resmi menggandeng Karang Taruna (KT) dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Provinsi Bengkulu. Bahkan, Senin (2/9) telah digelar penandatangan nota kesepahaman (MoU) tentang sinergi pelaksanaan penyediaan bahan pangan untuk program BPNT.

“Ini peluang yang sangat menjanjikan agar ke depan kemandirian Karang Taruna dari sisi ekonomi mulai bergerak melalui sektor usaha,” kata Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA saat membuka rapat koordinasi KT Provinsi Bengkulu, sekaligus penandatangan nota kesepahaman bersama antara Perum Bulog Divre Bengkulu, pengurus KT dan Dinsos Provinsi Bengkulu.

Menurut Rohidin,  program ini  akan berjalan efektif jika koodinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait berjalan  baik.  Maka kepala dinas/badan diharapkan membuka diri agar pengurus karang taruna mendapatkan peluang,  jalur dan informasi sehingga program tersebut dapat dijalankan. Rohidin juga sangat mengapresiasi gerakan  Karang Taruna yang baru satu bulan dilantik ini.

“Saya kira untuk ukuran organisasi kemasyarakatan gerak awal seperti ini harus kita apresiasi karena sangat menjanjikan untuk langkah-langkah selanjutnya,” beber Rohidin.

Dijelaskan Kepala Divre Bulog Bengkulu Defrizal, bantuan Beras Sejahtera (Rastra) bagi keluarga kurang mampu dari pemerintah berakhir pada Agustus 2019. Mulai September bantuan tersebut berganti menjadi BPNT dengan komoditi beras dan telur dengan nilai sebesar Rp 110 ribu bagi setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Melalui MoU ini Perum Bulog Divre Bengkulu akan bersinergi dan menggandeng Karang Taruna dalam penyediaan komoditi telur untuk program BPNT. Sebelumnya dalam penyaluran Rastra, Bulog Divre Bengkulu mendapatkan rangking 1 terbaik se-Indonesia. “Bulog akan sangat terbantu,  mudah-mudahan kerja sama ini akan menjadi barometer awal bagi provinsi lain,” terang Defrizal.

Ketua Karang Taruna Provinsi Bengkulu Andi Meizopan mengatakan,  usai Rakor, menindaklanjuti hal ini  pihaknya akan  menyosialisasikan hasilnya kepada  Karang Taruna di tingkat kabupaten hingga ke desa/kelurahan mengenai peluang kerja sama dengan Bulog dan Dinsos terkait penyediaan komoditi untuk program BPNT.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu Dr. H. Iskandar ZO, SH, M.Si menambahkan, MoU tentang sinergitas pelaksanaan penyediaan bahan pangan untuk program BPNT di Provinsi Bengkulu senilai Rp 126 miliar. Dengan penerima bantuan ada sekitar 125.044 Kepala Keluarga (KK) tersebar di 10 kabupaten/kota yang mendapat BPNT senilai Rp 110 ribu/bulan. Setiap kepala keluarga akan mendapat bantuan komoditas bahan pangan, yaitu beras dan telur.

Menindaklanjuti ini pihaknya lalu merasa perlu menjalin kerja sama dengan Bulog dan Karang Taruna se-Provinsi Bengkulu yang ada di desa/kelurahan. Nantinya komoditas bahan pangan, seperti telur ini akan diambil dari hasil panen warga yang ada di kabupaten/kota. Selisih harga yang diperoleh Karang Taruna bisa menjadi pendapatan Karang Taruna selaku mitra pemasok komoditas bahan pangan untuk program BPNT.

“Kita perlu keroyokan untuk memenuhi komoditas bahan pangan ini. Kalau tidak disinergikan kita akan kesulitan. Bulog nanti akan menggandeng Karang Taruna yang basic-nya ada di kelurahan/desa,” demikian Iskandar. (key)

Berita Lainnya

Tingkatkan Literasi Inklusi Keuangan, 10.000 Pelajar Aktivasi Polis Asuransi

BENGKULU– Untuk meningkatkan angka literasi keuangan di Provinsi Bengkulu, Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan ...

error: Content is protected !!