Kamis , 19 September 2019
Home / Metropolis / PAD Parkir Event Tabut Rp 66,5 Juta

PAD Parkir Event Tabut Rp 66,5 Juta

SOSIALISASI: Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) memasang spanduk sosialisasi ketentuan tarif parkir sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2011 tentang Retribusi Parkir  Tepi Jalan.(foto: wahyu/rb)

BENGKULU – Pelaksanaan event Festival Tabut setiap tahunnya tidak hanya mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kalangan pedagang yang berjualan di sekitar, namun juga potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) parkir. Kali ini, PAD parkir event tabut yang dikelola oleh pihak ketiga sebesar Rp 66,5 juta.

“Jadi untuk pengelolaan parkir tabut ini berdasarkan pengajuan penawaran yang masuk ke kita (UPTD Parkir). Jadi berdasarkan penawaran tertinggi itu sebesar Rp 66,5 juta, dan PAD itu sudah disetor awal ke kas daerah,” kata Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota, Najamuddin disela-sela pemasangan spanduk parkir, Senin (2/9).

Selain itu, Najamuddin juga mengimbau kepada masyarakat ataupun pengunjung arena event Festival Tabut untuk memahami  ketentuan Perda Nomor 07 tahun 2011 tentang Retribusi Tarif Parkir tersebut, bahwa parkir motor Rp 1000 dan kendaraan mobil Rp 2000. “Makanya kita hari ini (kemarin, red) memasang beberapa titik spanduk sosialisasi terkait ketentuan pembayaran tarif parkir itu. Jadi masyarakat harus memahami ketentuan Perda tersebut,” tuturnya.

Ditambahkan Najamuddin, lahan yang dipergunakan untuk parker masih sama seperti tahun lalu. Namun apabila ada perubahan nantinya sesuai dengan koordinasi dengan pihak pengelola Festival Tabut.  “Kalau titik parkirnya sama seperti di kawasan sebelumnya. Namun yang jelas kita juga akan mengawasi ketat di lapangan berkaitan dengan titik parkir tersebut,” bebernya.

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan terkait pungutan tarif parkir tidak sesuai dengan ketentuan Perda. Ia menyarankan untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib.  “Jadi jangan coba-coba bila ada oknum yang mengambil tarif parkir tidak sesuai dengan ketentuan Perda itu. Sebab ada sanksi pidananya,” tegasnya.

PAD Bazar Turun

Demi mendukung kesuksesan Festival Tabut untuk lebih meriah, tertib, aman dan tertata maka lokasi pendirian bazar berada di batas gerbang naga sampai ke Tugu Pers. Hal itu untuk menjaga di sekitaran lokasi lapangan merdeka menjadi steril dan tertata demi kenyamanan para pengunjung.

Namun, dikarenakan lokasinya yang cukup jauh membuat lapak bazar mengalami penurunan PAD yang tahun ini hanya Rp 75 juta. Bahkan masih banyak sekali lapak bazar yang belum ditempati oleh para pedagang karena lokasinya yang dinilai tidak menguntungkan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu, Martina Ningsih, M.Pd mengaku, tahun ini untuk setoran PAD terjadi perubahan. “Pada tahun sebelumnya, setoran PAD untuk lapak bazar mencapai Rp 150 juta sedangkan pada tahun ini terjadi penurunan hanya Rp 75 juta saja,” katanya.

Bahkan dari sekitar 80 lapak yang ada di lapangan baru terisi oleh pedagang sekitar 30 persen saja dan sisanya masih kosong. Ia menjelaskan bahwa penyebab banyaknya lapak bazar yang tidak terisi dikarenakan lokasi bazar yang lumayan jauh dari lokasi Festival Tabut diselenggarakan. (new/cup)

Berita Lainnya

Tingkatkan Literasi Inklusi Keuangan, 10.000 Pelajar Aktivasi Polis Asuransi

BENGKULU– Untuk meningkatkan angka literasi keuangan di Provinsi Bengkulu, Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan ...

error: Content is protected !!