Kamis , 19 September 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Pelaksana Kopi Sambung Wajib Gandeng Tenaga Teknis

Pelaksana Kopi Sambung Wajib Gandeng Tenaga Teknis

SIAP TANAM: Petugas Dinas Pertanian Kepahiang melakukan pengecekan tanaman kopi robusta yang sebelumnya dilakukan penyambungan, dan saat ini sudah siap ditanam di perkebunan.(foto: arie/rb)

KEPAHIANG – Paket lelang kegiatan kopi sambung di Kabupaten Kepahiang senilai Rp 1,4 miliar saat ini sudah tayang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kepahiang. Proyek ini diharapkan bisa segera tuntas sebelum berakhirnya tahun anggaran 2019.

Diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kepahiang, Hernawan, SPKP, pihaknya berharap proyek penyambungan kopi ini bisa segera terealisasi pada bulan ini. Ia juga menegaskan siapapun pihak ketiga yang nantinya memenangkan lelang atas keempat paket proyek tersebut, wajib menggandeng tenaga teknis yang sudah memiliki sertifikasi terkait penyambungan kopi.

“Siapapun pemenang lelang nantinya, kita berharap bisa bekerja maksimal menuntaskan proyek ini. Terpenting adalah pihak rekanan selaku pelaksana proyek, wajib menggandeng tenaga teknis yang sudah bersertifikat dari Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao) yang hanya ada di Jember, Jawa Timur,” terang Hernawan.

Untuk tahun ini, sambung Hernawan, pihaknya sudah menyiapkan 5 orang tenaga teknis yang sudah memiliki sertifikasi Puslitkoka, dan diharapkan bisa bekerjasama dengan baik bersama pihak rekanan yang akan mengerjakan proyek penyambungan kopi tersebut.

“Tahun ini total ada 5 tenaga pendamping teknis penyambungan kopi, harapan kita nanti saat realisasi kegiatan kopi sambung mereka digandeng oleh pihak ketiga. Selain sudah bersertifikat, tenaga teknis ini akan memberikan contoh cara penyambungan kopi dengan harapan tidak akan gagal,” jelas Hernawan.

Di bagian lain, 300 ribu benih kopi sambung akan dipusatkan pada 7 kecamatan di Kabupaten Kepahiang. Adapun kopi yang akan disambung menggunakan sistem tag ent tersebut yakni jenis Sehasense, Sintaro 1, Sintaro 2, dan Sintaro 3.

Khusus untuk Kecamatan Seberang Musi, diakui Hernawan, memang tidak masuk dalam program kopi sambung tahun ini, karena  kecamatan tersebut sudah mendapatkan program bantuan kopi sambung dari Pemerintah Provinsi Bengkulu seluas 100 Ha yang akan dibagikan kepada 5 Poktan penerima.

“Target realisasi kopi sambung ini tidak terlambat, karena realisasinya tepat setelah para petani panen. Sehingga tidak menganggu produktivitas kopi tahunan,” terang  Hernawan.(sly)

Berita Lainnya

Sulit Beli Solar, Sopir Truk Datangi Dewan

KEPAHIANG – Belasan sopir truk mendatangi gedung DPRD Kepahiang, Selasa (17/9). Kedatangan para sopir truk ...

error: Content is protected !!