Jumat , 20 September 2019
Home / Metropolis / Desak Perdamaian di Papua

Desak Perdamaian di Papua

DEMO: Organisasi Aswaja demo ke gedung DPRD Provinsi Bengkulu menyerukan pedamaian di Papua.(foto: riko purnando/rb)

BENGKULU – Sekitar 30  mahasiswa yang menamakan dirinya Organisasi Pemuda Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja) Bengkulu, Rabu (4/9) siang menggelar aksi damai di gedung DPRD Provinsi Bengkulu. Mereka mendesak segera dilakukan perdamaian di tanah Papua. Selain itu, juga menuntut agar pihak berwenang segara menangkap otak pelaku kerusuhan yang terjadi di Papua.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aswaja Bengkulu,  Bayu Sugara mengataka, pemerintah turut adil dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi antar perbedaan ras tersebut. Pasalnya peristiwa kerusuhan terjadi beberapa bulan waktu lalu menyita perhatian publik. Ia meminta untuk stop provokasi bernuansa Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA). “Tangkap provokator dan elemen yang mengganggu daerah Papua saat ini,” pintanya.

Kedatangan masa aksi itu kemarin diterima sejumlah anggota DPRD Provinsi, diantaranya DempoXler S.Ip, M.Ap, Edwar Samsi, S.IP, MM dan Zainal, S.Sos, Suimi Fales, Heri Purwanto, SH dan lainnya. Di hadapan pendemo, Dempo Xler mendukung upaya perdamaian di Papua dan di seluruh NKRI.

“Karena musuh kita bukan suku dan agama, namun kesenjangan sosial. Harapan agar Pemerintah Pusat tegas menangkap pelaku utama kerusuhan tersebut, kedua, mendukung penuh agar jajaran Polri dan TNI menyelesaikan perkara ini dengan persuasif. Melalui Ketua Adat, baik Kepala Suku hingga pemuka agama,” terangnya.

Ditambahkan Dempo, pihaknya khawatir jika hal ini terus berlarut maka Papua dapat terjadi referendum seperti Timor Leste. Kemudian diharapkan dapat mengirim duta agama disetiap Pemerintah Provinsi untuk menyampaikan pesan positif sehingga permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik.(cw3)

Berita Lainnya

Dewan Setuju Gaji Honorer Naik

BENGKULU – Ketua sementara  DPRD Kota Bengkulu, Suprianto, S.IP mendukung rencana untuk menaikkan gaji honorer ...

error: Content is protected !!