Kamis , 19 September 2019
Home / Berita utama / Mulai dari Mantan Bupati Hingga Mantan Ketua DPRD Rebutan Jadi Ketua Komisi

Mulai dari Mantan Bupati Hingga Mantan Ketua DPRD Rebutan Jadi Ketua Komisi

BENGKULU- Fraksi di DPRD Provinsi Bengkulu belum terbentuk. Begitu pun dengan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Diprediksi untuk perebutan posisi ketua-ketua komisi nantinya bakal sengit mengingat banyaknya “bintang” (mantan kepala daerah, mantan unsur pimpinan dewan, mantan ketua komisi) bergabung di DPRD Provinsi Bengkulu.

Diantaranya ada mantan Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi dua periode, mantan Caretaker Bengkulu Sumardi, mantan Wakil Walikota Bengkulu Edison Simbolon. Belum lagi Mantan Ketua DPRD Rejang Lebong Andrian Wahyudi, Mantan Ketua DPRD BS Yevri Sudianto, dan Ketua Partai Perindo Yurman Hamedi.

“Setelah terpilih menjadi anggota dewan, maka perebutan posisi memang jadi sebuah incaran bagi setiap anggota.  Karena ada pertaruhan gengsi dan prestise bagi teman-teman wakil rakyat itu,” kata Pengamat Politik, Drs. Azhar Marwan, M.Si.

Kenapa terjadi perebutan posisi terutama posisi ketua komisi? Menurut Azhar karena menjadi anggota biasa dengan anggota yang memiliki posisi tentu mempunyai nilai yang berbeda. Baik secara prestise maupun secara ekonomi dan fasilitasnya.  Hal inilah yang mendasari timbulnya motivasi serta dorongan yang kuat bagi setiap anggota untuk memperebutkan posisi ketua komisi. Setelah perebutan kursi ketua dan wakil ketua dewan.

“Karena isi komisi ini merupakan  campuran anggota parpol, maka anggota dewan yang ingin mendapatkan kursi ketua komisi butuh dukungan dari kawan-kawan dari parpol lain juga. Tentu figur yang paham dan menguasai bidang tersebut ikut mempengaruhi,” beber Azhar.

Selain ketua komisi, sambung Azhar, posisi ketua fraksi juga akan menjadi pilihan lainnya anggota dewan. Keputusan dewan  itu biasanya diambil dari pandangan fraksi. Sehingga ketua fraksi itu akan menjadi posisi strategis, sebab yang memimpin rapat fraksi itu adalah ketuanya.  Dengan demikian ketua fraksi punya peran serta andil yang besar dalam pengambilan keputusan. Begitu pula dengan parpol asal kader yang menduduki ketua fraksi,  akan menguatkan eksistensi parpol mereka.

Untuk itu dirinya menyarankan agar pengisian ketua fraksi ini nantinya harus memperhatikan juga kelayakan kadernya.  Lantaran politik itu arena perebutan panggung,  baik bagi citra kader maupun citra parpol dimata publik. Untuk mendapatkan dukungan dari parpol yang lain, maka figur dan parpol tetap memerlukan lobi politik. “Bukan hanya bicara darimana parpolnya,   tapi juga berbicara siapa “figurnya”,” tukas Azhar.

Maksimal Ada 8 Fraksi

Sementara itu, diperkirakan maksimal ada 8 fraksi di DPRD Provinsi Bengkulu. Meliputi enam fraksi yang mengusung nama parpolnya sendiri, yaitu PDIP, fraksi Golkar, fraksi Gerindra, fraksi Nasdem, fraksi Demokrat, fraksi PKB. Sedangkan 2 fraksi lagi merupakan fraksi gabungan dari parpol karena perolehan kursi parpol tersebut tidak mencukupi minimal 4 fraksi untuk membentuk fraksi sendiri. Yaitu, PKS dan Hanura masing-masing 3 kursi, Perindo dan PAN masing-masing 2 kursi, serta PPP ada 1 kursi.

Dikatakan Plt Sekwan Provinsi Syaiful, SH mengatakan sampai saat ini AKD belum terbentuk. Saat ini pihaknya masih menunggu usulan fraksi dari parpol. Diantara yang sudah masuk, ada Golkar dan Gerindra. Melihat perolehan kursi, Syaiful memperkirakan akan ada 8 fraksi di DPRD provinsi. Yaitu, 6 fraksi penuh dan 2 lainnya merupakan gabungan.

“Untuk fraksi penuh minimal 4 kursi. Untuk fraksi gabungan juga belum masuk. Setelah fraksi, baru bentuk tatib,” ujar Syaiful.

Sedangkan untuk pembentukan AKD menunggu pimpinan definitif terlebih dulu. Nantinya setelah ada pimpinan definitif, fraksi akan mengajukan anggotanya ke setiap komisi. Jumlah anggota komisi nantinya tergantung dengan fraksi. Akan tetapi Syaiful berharap ada pemerataan jumlah setiap komisi, dan masing-masing komisi ada anggota fraksi agar terjadi pemerataan disetiap komisi.

“Personalnya dewan mungkin dia mau di komisi itu tapi nanti tetap ikut keputusan fraksinya. Kita harapkan nanti bisa merata ada anggota fraksi di setiap komisi,” demikian Syaiful. (key)

Berita Lainnya

Transformasi Perpustakaan Stakeholder Meeting

BENGKULU- Membangun kesadaran pentingnya perpustakaan, Rabu (18/9) digelar Stakeholder Meeting Provinsi Bengkulu. Acara yang berlangsung hingga Kamis ...

error: Content is protected !!