Kamis , 19 September 2019
Home / Borgol / Proyek Pengaman Abrasi Ipuh Akan Berbuah Tersangka

Proyek Pengaman Abrasi Ipuh Akan Berbuah Tersangka

JELASKAN: Aspidsus Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan,SH, MH didampingi Kasi Penkum, Marthin Luther, SH, MH menjelaskan perkara dugaan korupsi sejumlah proyek yang ditangani penyidik Kejati.(foto: hasrul/rb)

BENGKULU – Selangkah lagi dugaan korupsi proyek multiyears pembangunan pengaman abrasi pantai di Ipuh Kabupaten Mukomuko tahun anggaran 2017 dan 2018 senilai Rp 90 miliar, penetepan tersangka. Itu setelah pengusutan kasus ini naik ke tingkat penyidikan. Kejati Bengkulu tinggal menguatkan alat bukti dan mendapati hasil audit atas nilai pasti kerugian negara, yang muaranya pada penetapan tersangka.

Ditegaskan Aspidsus Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan, SH, MH, sprint dik atas perkara tersebut sudah mereka terbitkan tertanggal 3 September 2019. Dengan demikian, penyidikan akan segera melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait guna dilakukan pemeriksaan. “Intel sudah menyerahkan perkara ini ke Pidsus, dan juga sudah dilakukan penyelidikan, maka sudah kita tingkatkan menjadi penyidikan,” ujar Henri.

Dibeberkan Henri, untuk modus operandi yang dilakukan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh PT. Berantas Adi Karya tersebut diduga disubkontrakan kepada perusahaan lain. Bahkan subkonk dilaksanakan secar berjenjang sampai dengan 4 perusahaan. Kemudian 4 perusahaan tersebut juga menyuruh orang lain untuk melaksanakannya.

“Jadi modus setiap tahunnya hampir sama. Mensubkontrakkan pekerjaan dari PT. Berantas yang menjadi pemenang lelang. Memberikan subkontrak kepada 4 perusahaan. Dan 4 perusahaan itu juga tak mengerjakan secara langsung tetapi disubkontrakkan lagi ke pihak lainnya mengerjakan di lapangan. Ini sudah bertangga-tangga,” jelasnya.

Sesuai peraturan presiden (Perpres) untuk pekerjaan mayor atau besar seperti itu tidak diperbolehkan untuk disubkontrakkan. “Sementara diaturan Perpres itu nggak boleh, bahwa pekerjaan mayor tidak boleh disubkontrakkan, kontraknya ke orang lain, mereka harus mengerjakan sendiri,” jelasnya.

Selain itu, Henri juga mengaku penyidik saat ini masih akan mendalami berkaitan dengan indikasi- lain seperti kekurangan volume pekerjaan ataupun pekerjaan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan spesifikasi. “Untuk indikasi lainnya saat ini masih didalami,” pungkasnya.

Seperti dilansir sebelumnya, Kejati Bengkulu tengah melakukan pengusutan dugaan tindak pidana korupsi proyek pengerjaan pembangunan pengaman abrasi pantai di Desa Pasar Ipuh Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko.  Nilanya cukup fantastik yakni mencapai Rp 90 miliar yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek ini masuk dalam proyek multiyears atau tahun jamak  yang dimulai 2017 dan 2018 lalu. Kendati nilai yang dianggarkan sebesar Rp 90 miliar namun total nilai yang tercantum dalam kontrak Rp 87 miliar yang dilaksanakan oleh PT. Berantas Adi Praya.(zie)

Berita Lainnya

BPN Segera Ukur Ulang Lahan Hibah Pemerintah Kota

BENGKULU –  Sejak naik status dari penyelidikan dan penyidikan atas dugaan korupsi memperjualbelikan lahan hibah ...

error: Content is protected !!