Senin , 16 September 2019
Home / Metropolis / Tindak Tegas PKL Liar Musiman

Tindak Tegas PKL Liar Musiman

TERTIBKAN: Kasatpol PP Kota Bengkulu, Mitrul Ajemi, S.Sos memimpin anggotanya saat menertibkan pedagang musiman di area steril kawasan Festival Tabut Rabu (4/9).(foto: yudi/rb)

BENGKULU – Sudah empat hari ini sejumlah pedagang kaki lima (PKL) liar musiman, memenuhi Jalan Ahmad Yani, yakni mulai  dari simpang tugu dhol sampai ke tugu Thomas Parr. Padahal, kawasan itu sudah ditetapkan sebagai kawasan steril dari pedagang.

Puncaknya Rabu (4/9) sore, Satpol PP Kota Bengkulu langsung menertibkan seluruh PKL liar musiman yang masih menjajakan dagangannya di areal terlarang itu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu selaku pihak penyelenggara bazar meminta ada ketegasan terkait keberadaan PKL liar musiman itu.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Bengkulu, Martina Ningsih, M.Pd mempertanyakan banyaknya pedagang musiman yang berjualan di area steril. Ia meminta adanya tindakan tegas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Sebab, sebelumnya pihaknya sudah mengalah untuk memundurkan lokasi bazar di luar lokasi Tabut.

Bahkan untuk menjaga ketertiban tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari lapak bazar Tabut  terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Yakni dari Rp 150 juta menjadi Rp 75 juta saja. Kondisi itu diperparah dengan sepinya tenda bazar karena belum baru sedikit yang menyewa. Bahkan dari sekitar 80 lapak yang disediakan Pemkot Bengkulu, baru terisi 30 persen saja dan sisanya masih kosong.

Ia menjelaskan bahwa penyebab banyaknya lapak bazar yang tidak terisi dikarenakan lokasi bazar yang lumayan jauh dari lokasi Festival Tabut. Namun hal itu terpaksa dilakukan untuk mendukung festival Tabut menjadi tertib dan tertata. “Ya kami minta tanggung jawab dari pihak Pemprov terkait permasalahan pedagang musiman yang memenuhi lokasi streril area Tabut, sesuai dengan komitmen awal,” katanya.

Tertibkan PKL

Sementara itu, kemarin sore, anggota Satpol PP Provinsi Bengkulu mulai bergerak menertibkan PKL liar musiman yang masih nekat berjualan di area steril. Yakni, mulai dari tugu dhol sampai ke tugu Thomas Parr. Penertiban kemarin juga melibatkan personil polisi dan TNI.

Kepala Tibum dan Teramas Satpol PP Provinsi Bengkulu, Herman Sahrial, SH, MM menjelaskan, penertiban dilakukan karena banyaknya laporan. Selain itu juga memang para pedagang tidak diperbolehkan berjualan di lokasi tersebut karena merupakan kawasan steril. Namun tampaknya kesepakatan awal tidak diindahkan oleh pedagang, sehingga masih banyak yang nekat berjualan di lokasi terlarang itu.

Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan patroli rutin dan jika ada temuan akan langsung ditertibkan. Namun sementara ini masih bersifat imbauan. Tetapi jika para pedagang masih bandel maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas berupa pengangkutan paksa barang-barang dagangan tersebut.

“Tentunya kita akan memberikan efek jera, karena kita menginginkan wilayah ini nyaman,aman dan tertib untuk pengunjung, kita akan rutin patroli setiap sore dan malam, ada temuan langsung kita tindak,” ungkapnya. (cup)

Berita Lainnya

Rusak Parah, Mulai “Makan” Korban, Jalan Bangka Butuh Perhatian

BENGKULU – Kerusakan jalan Bangka atau biasa disebut kawasan Sentiong Kelurahan Sukamerindu, mulai dikeluhkan oleh ...

error: Content is protected !!