Senin , 16 September 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Dukcapil Gencar Jemput Bola Perekaman E-KTP

Dukcapil Gencar Jemput Bola Perekaman E-KTP

Oli Stepew

KEPAHIANG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kepahiang mulai gencar melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Bahkan petugas Dinas Dukcapil mulai melakukan jemput bola yakni sosialisasi ke sekolah-sekolah guna menyadarkan para calon pemilih pemula yang akan memilih pada Pilkada 2020 untuk bisa segera mengurus e-KTP sebagai identitas kependudukan.

Kabid Pendataan Dinas Dukcapil Kepahiang, Oli Stepeu, SH mengungkapkan, digenjotnya perekaman e-KTP dalam kurun waktu setahun sebelum pelaksanaan Pilkada 2020, guna memaksimalkan kinerja Dinas Dukcapil dalam melakukan perekaman identitas kependudukan warga Kabupaten Kepahiang.

Hal ini berkaca pada pelaksanaan Pemilu 2019 lalu, dimana Dinas Dukcapil mengklaim kinerjanya belum begitu maksimal lantaran masih ada pemilih pemula dan warga yang belum menyadari akan pentingnya kartu identitas kependudukan tersebut.

“Kita ingin pada Pilkada 2020 mendatang, tidak ada lagi masyarakat yang komplain lantaran tidak bisa diakomodir hak suaranya lantaran tidak memiliki e-KTP,” ungkap Oly.

Namun kejar target yang dilakukan Dinas Dukcapil Kepahiang tersebut, ternyata berimbas pada pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk), khususnya pelayanan mutasi penduduk. Dimana saat ini justru pihak Dinas Dukcapil Kepahiang kewalahan lantaran petugas pelayanan di kantor justru minim, karena sebagian besar petugas banyak yang turun menjemput bola.

“Karena kekurangan petugas pelayanan di kantor, kita terpaksa membatasi pelayanan mutasi kependudukan. Kalau biasanya kita bisa melayanai 150-200 orang per harinya, saat ini kita batasi maksimal 70 orang per hari,” jelas Oly.

Selain itu, keterbatasan blangko juga menjadi alasan bagi Dinas Dukcapil Kepahiang membatasi pelayanan mutasi kependudukan tersebut. Karena untuk tahun ini, pemerintah pusat membatasi ketersedian blanko di setiap Dinas Dukcapil tiap bulannya.

“Jadi dengan kondisi ini, ada skala prioritas yang harus kami utamakan dalam melakukan pelayanan. Keterbatasan sumber daya manusia yang kami miliki membuat kami harus bisa membagi tugas dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat,” beber Oly.(sly)

Berita Lainnya

Soal RS Jalur Dua, Dewan Bersuara

KEPAHIANG – Pemkab Rejang Lebong (RL) kembali membangun RS Jalur Dua di Desa Durian Depun ...

error: Content is protected !!