Kamis , 19 September 2019
Home / Daerah / Kaur / Instalasi Limbah PT DPPP Ditutup

Instalasi Limbah PT DPPP Ditutup

TUTUP : Nampak pihak DLH di dampingi pihak Polres Kaur saat menutup saluran IPLC milik perusahaan tambak udang.(foto: albertus/rb)

KOTA BINTUHAN –  Karena tidak mengantongi izin, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kaur menutup instalasi pengelolaan limbah cair milik PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP). Padahal, perusahaan tambak udang yang berada di Kecamatan Maje ini sudah lebih lima tahun beroperasi. Penutupan instalasi limbah ini juga dibantu oleh anggota Polres Kaur yang ikut turun ke lapangan.

Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD) DLH Kaur Alinnardo, SE mengatakan perusahaan ini tidak memiliki izin pembuangan limbah cair (IPLC) dari OPD terkait. Selain itu aktivitas pembuangan limbah ini tampak membahayakan. Penutupan berlangsung hingga perusahaan mengurusi izin.

“Untuk sementara pembuangan limbah terpaksa kita tutup, sampai perusahaan tambak udang ini membuat izin. Karena dugaan sementara limbah hasil panen tambak udang ini diduga mencemarkan lingkungan. Selain menutup kita juga mengambil sampel limbah untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Alinnardo.

Selain tak mengantongi izin lingkungan hidup, sistem limbah yang dimiliki oleh PT DPPP perlu perbaikan. Sebab aroma limbah tersebut sangat menyengat. Pihaknya juga akan melakukan uji lab untuk mengetahu apakah sudah memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup tahun 2014 tentang Baku Mutu Limbah Cair.

“Setelah dokumen dan izin lengkap, instalasi ini kita buka lagi. Ini sifatnya sementara saja, sampai perusahaan membuat izin,” pungkas Alinnardo.

Penutupan IPLC PT DPPP yang dilakukan  kemarin  siang dipantau langsung oleh pihak Polres Kaur. Bahkan Kasat Reskrim Polres Kaur Iptu Ahmad Khairuman SE turun langsung mengecek limbah yang ada. Selain itu nampak juga Danpos AL Linau Letda Laut (P) Anton, Kades Wayhawang Nofrizon Aldino. Penutupan ini disaksikan juga oleh pengelola tambak PT DPPP Kaur, Adi Sutejo.

Kepada RB, Adi Sutejo yang juga bos PT DPPP yang ada di Maje mengatakan kalau pihaknya memang belum ada izin. Mereka sudah tiga kali mengurusi izin. Namun karena prosesnya panjang dan juga harus dipasang alat ukur, sehingga belum bisa membuat izin saat ini.

“Kita bukannya tidak mau sudah tiga kali kita ajukan, namun pihak DLH meminta harus ada alat ukur dan tidak terbuka. Jadi tidak bisa kita penuhi. Karena mau ditutup penyaluran limbahnya silakan kita ikut aja, nanti kalau terbuka karena diterjang air bagai mana,” terang Adi Sutejo.

Dari pantauan RB, penutupan dilakukan oleh pihak tambak dengan cara menutup saluran pembuangan dengan karung yang berisikan tanah. Namun air masih tetap mengalir, apa agi saat ini pihak PT DPPP masih panen. Mengakibatkan limbah yang dibuang sangat berbau dan meresahkan warga sekitar.

“Kita hanya memantau dan mengawasi kegiatan DLH yang melakukan pengecekan dokumen dan juga penutupan tempat pembuangan limbah cair PT DPPP. Kita juga menunggu hasil dari DLH terkait izin dan hasil limbahnya, jika ada unsur pidana maka kita akan proses. Tidak hanya tambak milik DPPP saja namun semuanya akan kita cek,” kata Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S,IK melalui Kasat Reskrim Iptu Ahmad Kairuman saat dikonfirmasi kemarin.

Ada empat kolam pembungan limbah milik PT DPPP. Dari empat kolam tersebut tidak terdapat alat penyaringan. Sehingga air dari kolam tambak, mengalir ke kolam pertama kemudian ke kolam selanjutnya. HINGGA ke sungai Wayhawang tanpa ada penyaringan apapun. Air dari kolam pertama sampai kolam terakhir secara kasat mata tidak berbeda. (cik)

Berita Lainnya

Forum RT Ngadu ke Dewan

KOTA BINTUHAN – Forum RT Kelurahan Bandar Bintuhan Selasa (17/9) “menggeruduk” kantor DPRD Kabupaten Kaur. ...

error: Content is protected !!