Jumat , 20 September 2019
Home / Daerah / Seluma / Ngaku Khilaf Hingga Cabuli Adik Sepupu

Ngaku Khilaf Hingga Cabuli Adik Sepupu

JUMPA PERS: Polres Seluma menggelar press release tsk cabul adik sepupu, Seluma kamis (5/9).(foto: Yayan/RB)

SELUMA UTARA – DK (35) warga Kecamatan Seluma Utara tega mencabuli adik sepupunya sendiri, Mekar (17)–nama samaran. Akibat perbuatan tersebut DK ditangkap dan diamankan oleh tim opsnal Sat Reskrim Polres Seluma, Rabu malam (4/9) sekira pukul 21.30 WIB.

Pengakuan DK, pencabulan tersebut dilakukannya pada pertengahan April lalu di rumah korban yang tak lain adalah rumah adik ibu kandungnya. Saat itu korban sedang sendirian di rumah menonton televisi. Pelaku datang dengan alasan ingin meminta cabai karena akan memasak. Namun saat melihat korban sendirian, pikiran pelaku berubah. Pelaku menarik paksa korban ke kamarnya dan meminta korban untuk melayani nafsu bejatnya.

Di bawah ancaman, korban tak berdaya sehingga berhasil disetubuhi oleh pelaku. Usai melakukan pencabulan tersebut, pelaku pun mengancam korban agar tidak menceritakan apa yang dialaminya kepada siapapun, termasuk orangtua korban.

‘’Cuma satu kali pak. Saya tergoda saat melihat kemolekan tubuh adek sepupu saya ini sehingga saya khilaf,’’ kata DK saat ditanya usai Press Realese di Mapolres Seluma, Rabu (5/9).

Empat bulan memendam aib yang dialaminya, akhirnya pada Senin (2/9) lalu korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orangtuanya. Mendengar cerita anaknya yang cukup mengejutkan itu, seketika orangtua korban melapor Polres Seluma. Pada Rabu malam (4/9), DK dibekuk di rumahnya dan saat ini telah mendekam di sel Mapolres Seluma.

Kapolres Seluma, AKBP. I Nyoman Merthadana, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP. Rizka Fadhilah, SH, S.Ik didampingi Kabag Ops. Kompol Rudi Marwah mengatakan pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. ‘’Selain pelaku kita juga telah amankan barang bukti berupa pakaian korban saat persetubuhan tersebut terjadi,” ucap Rudi.

Atas perbuatan tersebut, DK dijerat Pasal 76D jo Pasal 81 dan Pasal 76E jo Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.‘’Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,’’ demikian Rudi Marwah.(aba)

Berita Lainnya

Separuh Honorer Pemerintah Kabupaten Bakal Dirumahkan

SELUMA – Tahun 2020, Kabupaten Seluma akan menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati. Untuk memaksimalkan ...

error: Content is protected !!