Minggu , 22 September 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Fokuskan Pembentukan Etika Profesi Dewan

Fokuskan Pembentukan Etika Profesi Dewan

KEPAHIANG – Panitia Kerja (Panja) rancangan Kode Etik DPRD Kabupaten Kepahiang, saat ini masih terus menggodok aturan mengenai kode etik anggota DPRD Kabupaten Kepahiang periode 2019-2024 saat ini. Dari pembahasan tersebut, Panja akan memfokuskan penggodokan terkait etika profesi dewan, dalam menunjang kinerja legislatif.

Diungkapkan Ketua Panja Kode Etik DPRD Kabupaten Kepahiang, H. Syaparudin S bahwa hal-hal yang krusial dalam pembahasan kode etik adalah terkait etika profesi wakil rakyat dalam menjalan tugas pokok dan fungsinya sebagai anggota legislatif.

Saat ini pembahasan mengenai kode etik tersebut diakui Syaparudin  masih berjalan dan masih dilakukan pembahasan bersama dengan tim ahli. Rancangan tersebut nantinya akan disampaikan untuk dikonsultasikan dengan bagian hukum Provinsi Bengkulu, sebelum kemudian ditetapkan sebagai peraturan DPRD yang ditetapkan para rapat paripurna besok (10/9).

“Kode etik ini mengatur etika profesi anggota DPRD, dengan demikian kode etik dan tanggungjawab profesi adalah sistem norma dan aturan yang harus dijalankan. Rancangan peraturan ini akan dikonsultasikan ke Bagian Hukum Provinsi,” jelas Syaparudin.

Syaparudin menjelaskan kode etik DPRD bertujuan menjaga martabat, kehormatan, citra, dan  kredibilitas DPRD, serta membantu Pimpinan dan Anggota DPRD dalam melaksanakan setiap wewenang, tugas, kewajiban, dan tanggungjawabnya kepada daerah, masyarakat, dan konstituennya. Antara lain, kode etik mengatur sikap dan prilaku anggota dewan, menghadiri rapat-rapat tepat waktu, tata cara menerima tamu, ketentuan perjalanan dinas.

“Ketidakhadiran Pimpinan dan Anggota DPRD secara fisik sebanyak tiga kali berturut-turut dalam rapat sejenis, tanpa ijin dari Pimpinan Fraksi, merupakan suatu pelanggaran kode etik. Selama mengikuti rapat Anggota DPRD tidak diperkenankan, memotong pembicaraan Anggota DPRD yang sedang menyampaikan pendapat dan melakukan ekspresi ataupun komentar yang kurang sopan,” demikian Syaparudin. (sly)

Berita Lainnya

Tiga Organisasi Perangkat Daerah Baru Aktif Awal Tahun

KEPAHIANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, menargetkan awal tahun 2020 mendatang, tiga Organisasi Perangkat Daerah ...

error: Content is protected !!