Minggu , 22 September 2019
Home / Daerah / Lebong / Lelang Irigasi Cendam, Diduga Dikondisikan

Lelang Irigasi Cendam, Diduga Dikondisikan

PELABAI – Pengusutan dugaan korupsi peningkatan jaringan irigasi Air Cendem Bawah, Desa Suka Bumi Kecamatan Lebong Sakti senilai Rp 2,9 miliar oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, masih terus berlanjut. Tidak hanya kontraktor dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRHub) saja yang diperiksa, panitia Kelompok Kerja (Pokja) dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Lebong belakangan juga bolak-balik diperiksa Kejati.
Dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Amandra Syah Arwan, SH, MH melalui Aspidsus, Henri Nainggolan, SH, MH, pemeriksaan terhadap Pokja ULP untuk memastikan pelaksanaan lelang proyek peningkatan irigasi Air Cendam Bawah tidak dalam kecurangan. Tidak dipungkirinya, lelang yang dimenangkan PT. Valse Citra Mandiri itu bisa saja memang sudah dikondisikan. ‘’Kita lihatlah hasil akhir penyidikan nanti,’’ tegas Henri.
Terkait kemungkinan tersangka, Henri masih enggan komentar. Namun kasus ini berpeluang mendudukkan tersangka lebih 1 orang alias berjemaah. Untuk teknisnya, pihaknya masih menunggu audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu. ‘’Indikasi korupsinya sudah kami temukan, tinggal menentukan siapa yang bertanggung jawab. Makanya beberapa saksi masih kami periksa,’’ ungkap Henri.
Sementara Kepala Bagian Layanan Pengadaan, Sekretariat Kabupaten (Setkab) Lebong, Syarifuddin, S.Sos, M.Si tidak menampik penyidik Kejati mulai memeriksa Pokja ULP. Namun dipastikannya lelang irigasi Air Cendam Bawah itu sudah berjalan sesuai aturan. Teknisnya didasarkan kepada penawaran serta pengalaman kerja perusahaan bersangkutan yang tidak dalam catatan bermasalah. ‘’Karena dipanggil untuk memberikan keterangan, sebagai warga yang taat hukum dan aparatur negara yang profesional tentunya kami harus memenuhi panggilan penegak hukum,’’ tukas Syarifuddin.
Dilansir sebelumnya, proyek ini diusut Kejati sesuai laporan masyarakat yang tidak puas atas hasil pekerjaan. Selain beberapa bagian sudah mengalami kerusakan, finishing saluran pembuangan irigasi tidak jelas sehingga sempat menimbulkan banjir. Terindikasi pekerjaan proyek APBD Kabupaten Lebong 2018 itu asal jadi. (sca)

Berita Lainnya

Desak Pemerintah Kabupaten Tutup Galian C Suami Dewan

PELABAI – Tokoh masyarakat Kabupaten Lebong, Rozi Antoni mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong menyegel tambang ...

error: Content is protected !!