Jumat , 20 September 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Divonis Tujuh Tahun, Langsung Banding

Divonis Tujuh Tahun, Langsung Banding

DENGARKAN: Terdakwa Andika Alfiansyah alias Dika saat mendengarkan pembacaan vonis majelis hakim PN Curup Senin.(foto: Wanda/rb)

CURUP – Pengadilan Negeri (PN) Curup Senin (9/9) memvonis Andika Alfiansyah (20) beralamat di Desa Pasar Tais Kecamatan Secamatan Seluma Kabupaten Seluma 7 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar atas kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur. Vonis tersebut dibacakan Majelis Hakim yang diketuai Ari Kurniawan, SH dan Hakim Anggota Fakhruddin, SH, MH serta Relson Mulyadi Nababan, SH.

Sebelumnya diketahui, perkara ini dilaporkan ke Polda Bengkulu dan setelah berkas di Kejati Bengkulu, selanjutnya dilimpahkan ke Kejari RL untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Curup untuk disidangkan. Hal ini lantaran Locus Delekti nya atau tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah Rejang Lebong.

‘’Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah.  Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama tujuh tahun serta pidana denda Rp 1 miliar. Dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak bisa dibayarkan oleh terdakwa diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan,’’ ucap Relson Mulyadi Nababan, SH saat membacakan putusan majelis hakim PN Curup.

Setelah itu, kemudian Ketua Majelis Hakim Ari Kurniawan, SH langsung menanyakan kepada terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari RL tanggapan atas vonis tersebut. ‘’Bagaimana terdakwa dan JPU, apakah akan mengajukan banding atau menerima putusan,’’ tanya Ari selaku ketua majelis hakim. ‘’Saya menyatakan banding majelis hakim,’’ jawab terdakwa setelah berkompromi dengan tim penasehat hukumnya.

‘’Bagaimana JPU,’’ tanya Ari lagi kepada JPU setelah mendengar pernyataan terdakwa yang akan mengajukan banding yang langsung disambut jawaban dari Nurdianti, SH selaku tim JPU. ‘’Karena terdakwa mengajukan banding, maka kita juga sama, akan mengajukan banding,’’ ucap Nurdianti.

Salah satu penasehat hukum terdakwa, yaitu M. Guruh Indrawan, SH, M.Si kepada RB menyatakan, mereka mengajukan banding atas permintaan terdakwa. Serta karena menimbang banyak faktor dari hasil putusan majelis hakim daalam persidangan berikut berbagai fakta persidangan yang terungkap.

Salah satu yang akan diajukan dalam memori banding, sambung Guruh soal adanya dua dokumen akte kelahiran milik korban. Dimana yang diajukan JPU kelahiran korban tahun 2001 sehingga saat kejadian umur korban masih lebih kurang 17 tahun. Sedangkan dari dokumen akte kelahiran yang kita miliki, korban kelahiran tahun 2000, sehingga dinilai saat kejadian korban sudah berusia 18 tahun lebih.

‘’Ini yang menjadi salah satu pertimbangan kita mengajukan banding, karena adanya dua dokumen kate kelahiran yang berbeda tidak dipertimbangkan sama sekali oleh majelis hakim. Namun apapun keputusan majelis hakim yang sudah dibacakan hari ini (kemarin, red) tetap kita hormati,’’ ucap Guruh.

Sementara itu, Kajari RL Edi Utama, SH, MH melalui Kasi Pidum Eriyanto, SH mengungkapkan, meskipun sudah menyatakan akan banding dalam persidangan kemarin, hasil sidang tetap akan dilaporkan dan dikoordinasikan terlebih dahulu ke Kejati Bengkulu. ‘’Tadi sama-sama sudah kita dengan, terdakwa mengajukan banding dan JPU juga mengajukan banding. Dan ini akan kita laporkan dulu ke pimpinan dan Kejati Bengkulu,’’ singkat Eriyanto.(dtk)

Berita Lainnya

17 Hektare Lahan Terbakar

CURUP – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rejang Lebong (RL) mencatat sepanjang dua bulan belakangan, ...

error: Content is protected !!