Selasa , 19 November 2019
Home / Borgol / Penyidik Masih Dalami Lahan Hibah Pemkot

Penyidik Masih Dalami Lahan Hibah Pemkot

Emilwan Ridwan

BENGKULU – Sejak naik status dari penyelidikan ke penyidikan dugaan korupsi dalam penjualan lahan hibah Pemkot Bengkulu, penyidik Pidsus Kejari Bengkulu terus menggeber pemeriksaan saksi-saksi. Teranyar, beberapa hari lalu mantan Walikota Bengkulu, Dr. Chairul Amri dimintai keterangan oleh penyidik.

Dalam perkara ini, penyidik mengurai dan mendalami mulai dari proses hibah lahan oleh Pemkot pada tahun 1995 yang saat ini walikotandijabat Chairul Amri. Berdasarkan keterangan mantan Walikota Bengkulu dua periode itu dalam pemeriksaan penyidik membenarkan adanya proses hibah lahan tersebut. Mengkonfrontir keterangan Chairul itu, penyidik juga sudah meminta keterangan saksi yang juga sebelumnya memiliki jabatan yang strategis. Mulai dari mantan Kabag Pemerintahan beserta dengan stafnya, mantan camat Muara Bangkahulu dan juga staf dan jajarannya, hingga ke mantan kades dan juga mantan Lurah Bentiring.

Selain itu, di awal penyelidikan, penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari para pemilik lahan dan juga beberapa pihak swasta yang diduga ikut terlibat dalam jual beli lahan hibah itu.

Dalam perjalananan kasusnya, Kejari Bengkulu juga sudah melakukan penggeledahan setidaknya ada tiga kantor milik pemerintah. Yakni, diawali dari Kantor Lurah Bentiring. Di lokasi ini penyidik menyita beberapa dokumen yang berkaitan dengan perkara tersebut, yang diantaranya adalah Surat Keterangan Tanah (SKT) lahan yang tengah berperkara tersebut.

Penyidik kemudian juga melakukan penggeledahan di Kantor Camat Muara Bangkahulu dan Kantor Bagian Pemerintahan Setda Kota Bengkulu. Di sini juga dalam upaya mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani.

Dalam waktu dekat ini, penyidik juga berencana melakukan pengukuran ulang lahan yang sudah berdiri banyak rumah warga itu, berkoordinasikan dengan Kantor ATR/BPN Kota Bengkulu. Sebagaimana diakui Kajari Bengkulu, Emilwan Ridwan, SH, MH. Diyakinkannya perkara yang sedang mereka tangani ini tetap berjalan. Saat ini masih menunggu kesiapan dari Kantor ATR/BPN Kota Bengkulu untuk melakukan pengukuran lahan di lokasi. “Kita baru menunggu dari pihak BPN Kota, kita sudah koordinasi dan kirimkan surat ke mereka,” ujarnya.

Dalam proses penyidikan penyidik juga terus bekerja dalam melakukan pengumpulan alat-alat bukti maupun keterangan saksi untuk menentukan siapa pihak yang bertanggungjawab untuk ditetapkan sebagai tersangkanya. ‘’Siapa saja tersangka nantinya, tentu sesuai dengan bukti-bukti yang kita dapat selama penyelidikan dan penyidikan ini. Prosesnya masih berjalan,’’ demikian Kajari.(zie)

Berita Lainnya

Tersandung Kasus Sabu, ASN Pemkab Kepahiang Diciduk Polda Beserta Bidan Honor dan Pengajar Bahasa

BENGKULU– Direktorat Narkoba Polda Bengkulu menciduk tiga perempuan Minggu (17/11) sekitar pukul 23.45 WIB. Ketiganya ...

error: Content is protected !!