Selasa , 22 Oktober 2019
Home / Metropolis / Pelajar Usia 17 Tahun Otomatis Dapat E-KTP

Pelajar Usia 17 Tahun Otomatis Dapat E-KTP

Dedy Wahyudi

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali melakukan inovasi pelayanan, khususnya di bidang administrasi kependudukan. Beberapa inovasi tersebut bahkan yang pertama di Indonesia.

Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu, Dedy Wahyudi menjelaskan, point penting reformasi birokrasi adalah transformasi birokrasi yang inovatif, fleksibel dan responsif, serta adanya perubahan mind-set (pola pikir) para birokrat. Dari paradigma lama yang terbiasa dilayani, berganti melayani. Birokrasi yang berbelit-belit berubah menjadi simpel, murah, dan cepat. Ia mengatakan, bahwa inovasi pertama, Akta Kematian akan diterbitkan Dinas Dukcapil Kota Bengkulu maksimal 3 hari.

“Bila selama ini mengurus akta kematian harus ke RT, ke kelurahan, kecamatan, hingga kantor Dukcapil bisa memakan waktu seminggu bahkan sebulan. Maka saat ini, keluarga musibah tak perlu repot-repot ke kantor lurah, kantor camat atau Dukcapil. Cukup duduk manis di rumah, petugas akan mengantar langsung. Penyerahan dilakukan saat Takziah malam ketiga,” papar Dedy.

Selain itu sambung Dedy, Pemkot  juga punya program Takziah Keliling. Setiap warga Kota Bengkulu yang meninggal, apapun sukunya, apapun pekerjaannya, maka pada malam ketiga Pemkot sebagai penyelenggara takziah. “Nah, pada saat penyelenggara takziah itulah Akta Kematian diserahkan. Untuk non muslim, penyerahannya juga sama yakni maksimal 3 hari sejak kematian,” beber Dedy.

Akta kematian, menurut Dedy, sangat penting terutama bagi ASN, karyawan swasta, dan yang memiliki asuransi atau ada pinjaman bank. “Sebab ini sebagai syarat administrasi yang wajib dipenuhi untuk mengurus pensiun atau kepentingan hak waris,” tambahnya.

Kemudian inovasi kedua, diungkapkan Dedy, inovasi adalah KTP 17 tahun dan kado. Bahwa Anak usia 17 tahun akan mendapatkan e-KTP secara otomatis dan gratis. Bagaimana caranya? Petugas Dukcapil akan mendatangi sekolah-sekolah. Anak yang akan berusia 17 tahun dilakukan perekaman KTP.

“Tepat di hari Ultah Sweet Seventeen, maka akan diterbitkan KTP dan Insyaallah akan diantar langsung ke alamat. Saat ini kami sedang menjajaki bekerja sama dengan PT Pos Indonesia,” ungkap Dedy. Ia pun berkeinginan, H-7 jelang 17 tahun, bahwa KTP sudah selesai dicetak. Namun aturan pusat tidak membolehkan. KTP harus dicetak bertepatan / pas disaat hari lahir.

“Ini agak sedikit mengganggu sistem distribusi KTP. Tapi tak apalah, namanya juga terobosan jadi pasti banyak tantangannya,” ujar Dedy.

Tak hanya mendapat KTP gratis. Generasi milenial yang berultah Sweet Seventeen, lanjut Dedy, maka juga akan mendapat kado kartu ucapan Ultah dari walikota dan wakil walikota yang berisi pesan dan motivasi untuk si remaja yang telah menyandang status dewasa. Selanjutnya untuk inovasi ketiga, disampaikan Dedy, adalah anak yang lahir akan diterbitkan Kartu Identitas Anak (KIA). Dinas Kesehatan melalui Puskesmas mendata ibu hamil di kawasannya. Maka ketika ibu hamil melahirkan, dan si anak sudah diberi nama akan diterbitkan KIA (kartu identitas anak). Ia pun berharap, program ini akan tetap berjalan konsisten dan efektif.

“Memang tantangannya berat. Salah satunya tantangan dari internal. Baik soal kesiapan SDM, terpasung dengan aturan hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Ketahuilah, bahwa untuk melakukan sebuah perubahan besar, pasti ada pro dan kontra. Tapi ini harus dimulai! Kalau bukan sekarang kapan lagi. Kalau bukan kita siapa lagi,” bebernya.(new)

Berita Lainnya

Pemerintah Kota Bagi-bagi Ambulance dan Mobnas

BENGKULU – Jelang tutup tahun anggaran 2019 yang tinggal dua bulan lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) ...

error: Content is protected !!