Kamis , 19 September 2019
Home / Berita utama / Pengumuman CPNS Akhir September

Pengumuman CPNS Akhir September

Diah Irianti

BENGKULU – Hingga saat ini Kementerian PAN-RB masih melakukan finalisasi penetapan formasi untuk pengadaan CPNS 2019 pada instansi baik pusat termasuk daerah. Setelah penetapan formasi, setiap instansi mendapatkan formasi akan mengumumkan pengadaan CPNS di instansi masing-masing. Pengumuman diperkirakan akhir September atau awal Oktober.

“Pengumuman pengadaan CPNS 2019 akan diumumkan sekitar akhir September atau awal Oktober 2019, melalui website Kementerian PANRB dan website instansi masing-masing,” ujar Juru Bicara Kementerian PANRB Suwardi, kepada RB Selasa (10/9).

Lanjut Kabag Komunikasi Publik Kementerian PANRB ini, pengumuman pengadaan CPNS di instansi masing-masing, antara lain akan berisi: jabatan yang lowong dan akan diisi, jumlah formasi untuk setiap jabatan, persyaratan untuk setiap jabatan (termasuk syarat pendidikan minimal), serta tatacara dan waktu pendaftaran.

“Diingatkan kepada masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya penipuan yang berhubungan dengan pengadaan CPNS. Dalam sistem seleksi yang diberlakukan selama ini, tidak ada seorang pun yang dapat membantu agar seseorang dapat diterima menjadi CPNS,” imbuhnya.

Sehubungan dengan berita yang beredar berkaitan dengan terbitnya Keputusan Presiden No. 17 Tahun 2019, khususnya yang berkaitan dengan persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS pada 6 jabatan (dokter, dokter gigi, dokter pendidik klinis, dosen, peneliti, perekayasa), Suwardi menjelaskan bahwa untuk mendaftar pada jabatan dokter, dokter gigi, dokter pendidik klinis, dosen, peneliti dan perekayasa tidak harus berpendidikan dokter/dokter spesialis atau doktor (S3).

“Bila usia pelamar maksimal 35 tahun pada saat mendaftar. Khusus untuk dosen, sesuai UU tentang Guru dan Dosen, pendidikan minimal adalah S2 atau yang setara,” terangnya.

Sambungnya, persyaratan harus berpendidikan minimal dokter/dokter gigi spesialis atau doktor (S3) diberlakukan hanya bagi pelamar pada jabatan dokter, dokter gigi,  dokter pendidik klinis, dosen, peneliti dan perekayasa yang usianya lebih dari 35 tahun dan maksimal 40 tahun saat melamar.

“Kebijakan ini diambil pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tenaga pada 6 jabatan tersebut dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarat, serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, hasil penelitian dan perekayasaan teknologi,” jelasnya.

Karo Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik KemenPAN-RB Mudzakir memberikan penjelasan terkait kelonggaran batas usia enam jabatan dalam tes CPNS 2019. Yakni, dokter, dokter gigi, dokter pendidik klinis, dosen, peneliti, dan perekayasa. “Tidak harus berpendidikan dokter/dokter spesialis atau doktor (S-3), bila usia pelamar maksimal 35 tahun pada saat mendaftar. Untuk dosen, pendidikan minimal adalah S2 atau yang setara,” jelasnya.

Namun, bila pelamar berusia lebih dari 35 tahun dan maksimal 40 tahun harus memenuhi kriteria sesuai Keputusan Presiden Nomor 17 tahun 2019. Berpendidikan minimal dokter/dokter gigi spesialis bagi jabatan medis dan S-3 bagi dosen, peneliti dan perekayasa. Dengan kebijakan tersebut, kata Muhadjir, rekrutan CPNS anyar mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarat, serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, hasil penelitian dan perekayasaan teknologi.

Mudzakir menuturkan, pihaknya saat ini sedang melakukan finalisasi penetapan formasi CPNS 2019. Baik pada instansi pusat maupun daerah. Setelah tahapan tersebut rampung, setiap instansi akan mengumumkan pengadaan CPNS di lingkungan atau daerah masing-masing. Informasi akan berisi: jabatan yang dibutuhkan, jumlah formasi untuk setiap jabatan, persyaratan untuk setiap jabatan (termasuk syarat pendidikan minimal), serta tata cara dan waktu pendaftaran.

“Pengumuman pengadaan CPNS 2019 akan diumumkan sekitar akhir September atau awal Oktober melalui website KemenPANRB dan website masing-masing instansi,” terangnya.

Sekretaris MenPAN-RB Dwi Wahyu Atmaji mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap penipuan yang berhubungan dengan tes CPNS. “Tidak ada seorang pun yang dapat membantu agar seseorang dapat diterima menjadi CPNS. Meski sudah diingatkan berkali-kali, masih saja ada masyarakat yang tertipu. Semoga jangan sampai terjadi lagi”, tegas Wahyu.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ainun Naim menuturkan, pihaknya sedang fokus untuk mengerek posisi kampus tanah air di peringkat dunia. Makanya, kualifikasi dosen sebagai tenaga pengajar juga harus meningkat.

Melonggarkan batas usia pelamar dosen menjadi 40 tahun dan harus Strata 3 (S3) atau doktor. Begitu juga dengan peneliti dan perekayasa. ”Dengan kualifikasi tersebut diharapkan mempunyai kompetensi untuk lebih mengembangkan penelitian dan penerapan teknologi yang lebih tinggi. Itu masih sangat kami butuhkan,” terang Naim.

Masih Menuggu

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu Diah Irianti mengatakakan kepastian pelaksanaan tes CPNS dan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) oleh Pemprov Bengkulu termasuk kabupaten lainnya masih menunggu penetapan formasi dari KemenPAN-RB. Nantinya formasi ini akan diberikan dan ditetapkan melalui Rapat Koordinasi (rakor) bersama di kementerian.

Bila usulan disetujui, maka seperti tahun lalu lokasi tes rekruitmen pegawai Pemprov akan dilaksanakan di kantor UPT BKN Bengkulu. Tes masih menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), yaitu tes SKD dan SKB. Dengan komposisi perbandingan nilai untuk kelulusan jika tidak ada perubahan 40 persen nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan 60 persen Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Untuk pelaksanaan tes P3K juga menggunakan computer berlokasi di UPT BKN untuk pemprov. Ada SKD dan SKB juga, namun untuk petunjuk teknis lainnya kita juga masih menunggu,” kata Diah.

Pemprov Bengkulu memiliki peluang menggelar tes CPNS dan tenaga P3K. Formasi kebutuhan yang diajukan tidak sampai 100 formasi karena yang diusulkan benar-benar mendesak. Usulan formasi tambahan tenaga pegawai ini meliputi 70 persen untuk tenaga P3K, dan 30 persen CPNS, sesuai dengan pembagian kuota dari pusat. Paling banyak diusulkan didominasi tenaga guru yang diusulkan seluruhnya melalui rekruitmen tenaga P3K, sementara dokter dan tenaga teknis ada yang melalui rekruitmen CPNS dan P3K.

Tenaga guru yang diiusulkan, diantaranya ada guru penjas, seni, agama, matematika, dan TIK. Sedangkan tenaga dokter spesialis, seperti spesialis jantung, kardiovaskular, anak, kulit dan kelamin, mata, dan paru. Lalu tenaga teknis, diantaranya teknologi informasi, planologi, teknik informatika, teknik jaringan komputer. (key)

Berita Lainnya

Nelayan Sulauwangi Temukan Kapal Tak Bertuan Terdampar

KOTA BINTUHAN – Warga dan nelayan Desa Sulauwangi Kecamatan Tanjung Kemuning Kamis (19/9) sore heboh ...

error: Content is protected !!