Minggu , 22 September 2019
Home / Borgol / Polda Periksa Pasangan Terlapor Tipu Calon Haji

Polda Periksa Pasangan Terlapor Tipu Calon Haji

DIPERIKSA: Kedua terlapor yang merupakan suami istri, Hi dan Re didampingi kuasa hukumnya Zulhendri saat diperiksa penyidik Polda Bengkulu.(foto: hasrul/rb)

BENGKULU – Didampingi kuasa hukumnya, Zulhendri, SH, pasangan suami istri (pasutri) terlapor penipuan calon jemaah haji plus, yakni  Hi dan istrinya Re, menjalani pemeriksaan penyidik Subdit Kamneg Dit Reskrimum Polda Bengkulu, Selasa (10/9). Keduanya sebelumnya dilaporkan oleh Yanto (59) warga Kecamatan Gading Cempaka atas dugaan penipuan pemberangkatan calon haji plus. Korban mengaku alami kerugian hingga Rp 400 juta.

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol. Pasma Royce, S.IK melalui Kasubdit Kamneg AKBP. Khaeruddin mengatakan pemeriksaan pasutri itu masih berstatus saksi terlapor, belum tersangka. ‘’Keduanya terlapor dugaan penipuan calon haji dengan kerugian sekitar Rp 400 juta,” kata Khaeruddin.

Ditanya apa saja keterangan yang didapat dari pasutri itu, Khaerudin menegaskan pihaknya belum bisa mengungkapkan. Namun yang jelas telah dilakukan klarifikasi berkaitan dengan dugaan penipuan yang disampaikan oleh pelapor. “Kalau berdasarkan klarifikasi tadi, mereka ini semacam agen travel haji. Tapi masih ditelusuri lebih jauh karena kita butuh juga dokumen-dokumennya untuk melihat kebenarannya,” terang Khaeruddin.

Sementara itu Zulhendri ditemui RB usai pemeriksaan kedua kliennya mengatakan pemeriksaan baru bersifat klarifikasi. Di hadapan penyidik kliennya sudah menjelaskan ada kesalahan kendati jadwal keberangkatan sudah siap. ‘’Sebenarnya ada kendala sehingga pelapor belum bisa diberangkatkan. Dan klien saya sudah pastikan bahwa pemberangkatkan itu baru bisa dilakukan di tahun 2020. Kita sudah berupaya menunjukkan itikad baik mencarikan win-win solusi mengenai masalah ini,” demikian Zulhendri.

Sebelumnya, terlapor Yanto memperkarakan masalah ini ke Polda Bengkulu lantaran dirinya sudah menyerahkan uang Rp 400 juta untuk berangkat haji plus. Namun setelah uang dilunasi, sampai dia melapor ke polda, tak kunjung didapati kepastian pemberangkatannya ke tanah suci. (zie)

Berita Lainnya

Polda Lidik Jalan Rp 2,1 Miliar

BENGKULU – Diam-diam penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu saat ini ...

error: Content is protected !!