Kamis , 19 September 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Rejang Lebong Dipastikan Bebas Jembrana

Rejang Lebong Dipastikan Bebas Jembrana

VAKSINASI: Petugas dari puskesmas hewan curup melakukan vaksinasi guna  membebaskan sapi bali Rejang Lebong dari serangan penyakit jembrana.(foto: Wanda/rb)

CURUP – Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Curup Kabupaten Rejang Lebong (RL) memastikan Sapi Bali di Kabupaten RL bebas dari Penyakit Jembrana. Meskipun di beberapa wilayah kabupaten/kota didapati temuan adanya sapi bali yang terserang penyakit jembrana. Ini disampaikan Kepala Puskeswan Curup drh. Firi Asdianto kepada RB Selasa (10/9).

‘’Kondisi ini (bebas jembrana, red) karena memang Sapi Bali milik warga dipelihara dalam kandang dan tidak dilepasliarkan. Kalau pun ada yang dilepasliarkan atau digembalakan di padang rumput atau pinggir sawah dan sore harinya kembali dikandangkan. Sehingga ini meminimalisir dari serangan penyakit jembrana,’’ terang Firi.

Meskipun begitu, sambung Firi, langkah antisipasi harus terus dilakukan agar sapi bali di Kabupaten RL benar-benar bebas dari serangan penyakit jembrana. Apalagi terakhir di Kabupaten RL ditemukan serangan penyakit jembrana pada 2016 lalu. Pencegahan dan pemantauan terus dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan maupun puskeswan Sekabupaten RL.

Termasuk, sambung Firi, melakukan vaksinasi terhadap seluruh Sapi Bali di Kabupaten RL. Terbaru mereka mendapatkan bantuan vaksin sebanyak 500 dosisi dan sudah digunakan untuk 250 sapi bali. Serta tinggal melakukan vaksin ulang atau booster yang rencananya dilaksanakan pertengahan September 2019 ini.

‘’Sejauh ini, populasi ternak sapi bali di Rejang Lebong sudah mencapai 4.000 ekor dan tersebar di 15 kecamatan. Untuk kecamatan terbanyak populasinya yaitu Kecamatan Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya. Mudah-mudahan sapi-sapi bali yang ada di Kabupaten Rejang Lebong benar-benar bisa bebas dari penyakit jembrana untuk seterusnya,’’ demikian Firi.(dtk)

Berita Lainnya

Mantan Kades Buronan Kejari

CURUP – Sejak ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana desa Rp 300 juta, mantan Kades Selamat ...

error: Content is protected !!