Minggu , 22 September 2019
Home / Metropolis / Satu Tahun Laku Lima, Tetap Bertahan

Satu Tahun Laku Lima, Tetap Bertahan

BERTAHAN: Kendati sudah tergerus zaman, namun Steven (19) tetap bertahan menjual DVD.(foto: yolanda/rb)

Tahun 2000-an, Digital Video Disc (DVD) pernah berjaya dan menjadi primadona para pecinta musik dan film. Penjuakan DVD di toko-toko pun laris manis. Namun kondisi itu berbalik drastis saat ini. Bahkan, sangat sulit sekali mencari penjual DVD di Kota Bengkulu ini. Simak liputannya.

 

YOLANDA, Kota Bengkulu

 

SETELAH era kaset tape di tahun 2000-an mulai menghilang, secara perlahan munculah era CD/DVD yang mana kepingan CD/DVD lebih praktis dibanding kaset tape yang kadang kusut pitanya. Kendati harganya agak mahal, namun saat itu rasanya hiburan di dalam rumah masih terasa kurang apabila belum memiliki DVD. Apakah itu digunakan untuk menonton film ataupun sekadar mendengarkan musik saja.

Namun saat ini, penjualan DVD tidak lagi semanis saat masa jayanya. Jangankan menanti pembeli yang datang, mencari penjualnya saja saat ini sudah langka.  Keberadaan DVD saat ini sudah tergerus dengan kemajuan teknologi canggih berbasis internet seperti Android, IOS, laptop dan sebagainya. DVD yang sempat booming dan diminati banyak orang pada sekitar tahun 2004, kini mulai kehilangan banyak peminat.

Kendati sudah ditinggalkan peminatnya, namun di Kota Bengkulu, masih ada beberapa pedagang yang masih tetap bertahan. Salah satunya adalah Steven (19).  Pemilik toko elektronik Sinar Abadi di gang Salak 1 Pasar Panorama ini, tetap bertahan kendati pasar penjualan DVD bisa dikatakan sudah “mati”.

Steven mengakui, saat ini omzet penjualan DVD memang menurun drastis. Bahkan dalam satu bulan penuh tidak pernah ada pembeli yang datang, bahkan sekadar bertanya tentang DVD tidak ada.

“Yang masih minat DVD biasanya orang-orang yang jauh, dari desa-desa tertentu. Kalau di dalam Kota Bengkulu sendiri tidak pernah ada ke toko ini beli DVD,” Jelas Steven.

Menurutnya, sejak teknologi berubah menjadi serba digital dan serba online, konsumen mulai berbondong-bondong beralih menyerbu layanan online yang dianggap lebih mudah dan murah untuk diakses. Hal ini jugalah yang tentu saja mengancam eksistensi DVD menjadi langka peminat.

Di toko nya sendiri, Steven mengatakan masih menyediakan banyak jenis DVD yang dijual dari harga Rp 250 ribu hingga Rp 450 ribu dengan berbagai merek. Harga yang cukup mahal dan kurang begitu praktis dibandingkan dengan kecanggihan Handphone saat ini, membuat pembeli DVD sulit ditemui.

“Kalau untuk DVD sendiri dalam satu tahun pembeli palingan lima orang, rata-rata yang beli bapak-bapak, katanya untuk karoke,” Terang Rendi (27), salah seorang karyawan Toko Sinar Abadi.

Meski peminat DVD benar-benar sudah sangat langka, mereka tetap bertahan menjual DVD selama masih ada satu atau dua pembeli dalam per tahunnya. Tidak menutup kemungkinan jika di tahun yang akan datang pembeli akan benar-benar menghilang tergerus kemajuan teknologi yang semakin canggih. (**)

Berita Lainnya

Danlanal Bengkulu, Tutup Pendidikan Karakter 427 Siswa

BENGKULU– Komandan Pangkalan TNI AL ( Danlanal ) Bengkulu, Letkol Laut ( P ) M ...

error: Content is protected !!