Selasa , 22 Oktober 2019
Home / Metropolis / Tolak Belajar di Relokasi, Siswa Tak Terdata NISN

Tolak Belajar di Relokasi, Siswa Tak Terdata NISN

Nopri W Aksa

BENGKULU – Meski ahli waris sudah membuka gerbang SDN 62 Kota Bengkulu setelah ditutup dan disegel cukup lama, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap dipindahkan di relokasi sekolah. Hal itu sesuai dengan kesepakatan atau moratorium bersama Walikota Bengkulu dengan Komnas Perlindungan Anak.

Dalam kesepakatan tersebut, para murid SDN 62 Kota Bengkulu tetap belajar sementara paling lama selama satu tahun di relokasi sekolah yakni di SDN 51 Kota Bengkulu sebelum gedung baru terbangun. Bahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)Kota Bengkulu akan segera melakukan pendataan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terhadap seluruh siswa SDN 62 yang bersekolah di SDN 51.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Nopri W Aksa mengatakan selama satu tahun ini proses KBM tetap dilaksanakan di SDN 51. Pihaknya akan segera memvalidasi Dapodik para siswa SDN 62, tujuannya untuk melihat keberadaan siswa terkait apakah mengikuti KBM sekaligus memvalidasi Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) nya.

Tentunya validasi tersebut hanya dilakukan kepada para siswa yang belajar di SDN 51 sedangkan yang tidak mengikuti KBM di SDN 51 maka NISN nya tidak akan tervalidasi. Otomatis siswa yang tidak tervalidasi akan dianggap sebagai bukan murid SDN 62. Validasi tersebut bukan hanya untuk para siswanya saja karena juga termasuk para Pendidik Tenaga Kependidikan (PTK) nya.

“Segera kami melakukan validasi Dapodik,  kan semuanya sudah jelas, proses KBM dikonsentrasikan di SDN 51, siswa yang tidak bersekolah disana ya datanya tidak akan tervalidasi,”ujarnya.

Ia menambahkan, terkait adanya siswa yang masih tetap bersekolah di lokasi lama SDN 62, pihaknya akan akan memberikan ataupun menurunkan tenaga pengajar.  Hal itu lantaran jika mereka mengikuti kesepakatan dan bersekolah di SDN 51 maka akan ada tenaga pengajarnya. Data sementara itu dari 378 siswa yang terdaftar sebagai siswa SDN 62, yang belajar di SDN 51 mencapai sekitar 150 orang lebih namun sisanya masih belajar di lokasi SDN 62 lama.

Untuk memverifikasinya, dalam beberapa hari ke depan pihaknya akan melakukan validasi. Dimana Dapodik memuat data guru, tenaga pendidik, para siswa dan lainnya. Terkait siswa, jika tidak tervalidasi data di Dapodik karena tidak belajar di SDN 51 maka terancam dianggap bukan siswa dari SDN 62. Selain itu, para siswa tersebut akan dianggap ilegal karena status sekolahnya tidak ada terdata di Dapodik.

Ia menambahkan, Pemkot pun akan merenovasi dan menambahkan fasilitas sesuai kelayakan di gedung SDN 51 serta memfasilitasi transportasi yang ramah anak. “Kan sudah sesuai kesepakatan, yang jelas kami tidak akan menurunkan tenaga pengajar kesana, kan kita sudah fokus di relokasi selama satu tahun ini sampai gedung baru selesai dibangun,”tutupnya.(cup)

Berita Lainnya

Pemerintah Kota Bagi-bagi Ambulance dan Mobnas

BENGKULU – Jelang tutup tahun anggaran 2019 yang tinggal dua bulan lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) ...

error: Content is protected !!