Jumat , 15 November 2019
Home / Metropolis / 1009 Warga Bengkulu Idap HIV/AIDS

1009 Warga Bengkulu Idap HIV/AIDS

BENGKULU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu menemukan 1.009 warga yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu terjangkit penyakit HIV/AIDS. Temuan ini berdasarkan data yang diperoleh dalam kurun waktu sejak tahun 2001 hingga 2019. Sebanyak 1.009 warga yang terjangkit HIV/AIDS itu, sampai saat ini masih bertahan dan mencoba untuk sembuh dengan mengkonsumsi obat khusus.

Adapun  faktor risiko penularan HIV terbesar di Provinsi Bengkulu yakni  melalui hubungan seks yang berisiko. Selain itu, sejak 2001 hingga sekarang sudah ditemukan 209 ODHA yang meninggal. ODHA adalah sebutan bagi orang yang memiliki HIV/ AIDS.

Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni, SKM., M.Kes., M.Si mengatakan dari jumlah 1109 kasus tersebut, kasus paling banyak ditemukan di Kota Bengkulu dengan total 722 kasus dan yang paling sedikit yakni di Bengkulu Tengah dengan total 4 kasus saja. Namun untuk populasi resiko terbesar yakni  Ibu Rumah Tangga(IRT) disusul Waria, Pria penyuka pria(LGBT), PSK, Pengguna napza suntik dan warga binaan pemasyarakatan. Menurut data, penularan HIV/AIDS di Provinsi Bengkulu didominasi oleh berhubungan seks, penggunaan narkoba jarum suntik serta transfusi darah. Melihat IRT menjadi pupolasi resiko tinggi, pihaknya terus melakukan pencegahan dengan memberikan edukasi terutama pada suaminya. Untuk ODHA yang meninggal pun ditemukan sebanyak 209 orang yang mana  faktornya meninggalnya itu banyak seperti tidak rutin mengkonsumsi obat yang diberikan serta adanya penyakit komplikasi lainnya yang diakibatkan rendahnya immune tubuh.

“Ya populasi resiko terbesar yakni di IRT, selain itu para pecandu narkoba, bahkan temuan kita itu sudah mencapai 1009 kasus dengan 209 diantaranya sudah meninggal,”ungkapnya.

Pihaknya juga menambahkan bahwa kebanyakan infeksi baru ditularkan oleh orang yang tidak tahu statusnya. Hal itu dikarenakan, masyarakat yang menghidap HIV/AIDS tidak melakukan pengecekan sehingga ia tidak tahu bahwa dirinya terinfeksi sehingga ia dengan secara tidak sengaja menginfeksi orang. Bahkan menurut persentase dari hasil temuan, sebanyak 25 persen penderita HIV/AIDS yang tidak mengetahui statusnya sudah menginfeksi sebanyak 54 persen penderita baru. Untuk itulah, pihaknya meminta agar masyarakat dapat melakukan pemeriksaan di puskesmas maupun di rumah sakit karena tidak dipungut biaya sepeserpun.

“Kebanyakan mereka tidak tahu bahwa mereka menderita HIV/AIDS, sehingga kasus baru ditemukan karena terinveksi dari mereka, untuk itulah screening itu penting,”lanjutnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya untuk mengurangi angka terjadinya kasus HIV/AIDS. Adapun upaya yang dilakukan yakni dengan meningkatkan sosialisasi, penyuluhan, pemeriksaan dan lainnya. Pihaknya pun memperbanyak pusat layanan konseling bagi masyarakat, pusat layanan kesehatan baik puskesmas dan rumah sakit dan memperbanyak pusat layanan visitasi yang dilakukan oleh puskesmas ke kelompok-kelompok resiko tinggi dan sedang. Penderita HIV/AIDS belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya namun memiliki obat untuk dapat menekan perkembangan virus. Obat itu bisa didapatkan secara gratis apabila melakukan pemeriksaan di puskesmas maupun di rumah sakit. Ia berharap kedepannya agar kasus HIV/AIDS di Provinsi Bengkulu ini dapat berkurang dengan menggunakan langkah three zero point.

“Adapun langkah three zero poin yakni tidak ada kasus baru , kasus yang ada diobati supaya bisa bertahan hidup secara continue dan tidak ada diskriminasi terhadap ODHA,”tutupnya.(cup)

Berita Lainnya

Pendapatan dan Aset Rawan Dikorupsi

BENGKULU – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait optimalisasi pendapatan dan ...

error: Content is protected !!