Kamis , 19 September 2019
Home / Metropolis / Belum Ada Solusi Jitu Tangani Alur Dangkal

Belum Ada Solusi Jitu Tangani Alur Dangkal

KERUK: Kapal Keruk TSHD HAM 311 dari Dubai masih melakukan pengerukan di alur Pelabuhan Pulai Baai.(foto: yudi/rb)

BENGKULU – Saat ini alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu masih dangkal. Akibatnya, banyak kapal-kapal besar tidak bisa masuk Pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu dan hanya bisa melayani tongkang batu bara dan kapal ukuran kecil saja. PT Pelindo II Bengkulu saat ini sudah mendatangkan Kapal Keruk TSHD HAM 311 dari Dubai.

Kapal keruk tersebut dijadwalkan melakukan pengerukan alur selama satu bulan terhitung sejak 7 Agustus kemarin. Namun dikarenakan kondisi alur pelayaran di Bengkulu yang selalu mengalami pendangkalan membuat kapal keruk bekerja lebih lama dari jadwal yang seharusnya dan diperkirakan selesai pada akhir September nanti.

Deputi GM Komersil Pelindo II, Hendri Adolf mengatakan saat ini Kapal TSHD HAM 311 masih melakukan pengerukan alur. Diperkirakan pengerukan akan selesai pada akhir September mendatang dengan target kedalaman alur mencapai minus 10 MLWS dan memiliki ketahanan jangka panjang. Untuk bisa berlayar dan bersandar di Pelabuhan Pulau Baai, kedalaman alur yang dibutuhkan yakni minimal 9 MLWS.

Nantinya jika sudah mencapai kedalaman 10 MLWS maka total maksimal kapal berukuran besar yang bisa masuk mencapai maksimal 30.000 ton. Adapun kapal-kapal tersebut yakni kapal pengangkut batu bata, kapal penangkut CPO, dan kapal-kapal peti kemas lainnya. Pihaknya juga berencana akan melakukan pengerukan lebih dari 10 MLWS supaya kapal besar berukuran hingga 50.000 ton bisa masuk.

“Diperkirakan akhir September ini sudah bisa selesai, pengerukan alur ini lebih dari 1 bulan karena memang alur di Bengkulu itu sulit,” ujarnya.

Ia menambahkan, nantinya jika kapal-kapal besar dapat besandar di Pelabuhan Pulau Baai maka akan lebih menghidupkan sektor perekonomian. Namun kedalaman alur harus mencapai 10 MLWS yang mana pihaknya sudah mencoba untuk memasuki kapal berukuran 30.000 ton namun belum bisa karena memang alurnya belum cukup.

Jika sudah selesai nanti dipastikan pelabuhan pulai baai ini akan menjadi lebih aktif dan banyak didatangi kapal-kapal besar lainnya baik kapal dari Indonesia maupun dari Internasional.  Selain itu, pengerukan juga rutin dilakukan pertahunnya karena akan kembali mendangkal jika tak dikeruk. Itu dikarenakan pelabuhan bengkulu memiliki pola alur yang selalu mengalami pendangkalan dan berbeda dengan pelabuhan-pelabuhan lainnya.

“Kita beberapa hari lalu sudah mencoba ingin memasuki kapal, ternyata memang tidak bisa karena alurnya masih dangkal, nanti kita rencana ingin mengeruk lebih dalam lagi,” tutupnya.(cup)

Berita Lainnya

Tingkatkan Literasi Inklusi Keuangan, 10.000 Pelajar Aktivasi Polis Asuransi

BENGKULU– Untuk meningkatkan angka literasi keuangan di Provinsi Bengkulu, Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan ...

error: Content is protected !!