Selasa , 19 November 2019
Home / Berita utama / Selamat Jalan Bapak Teknologi

Selamat Jalan Bapak Teknologi

DUKA DAN KENANGAN: Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie saat berziarah ke makam istrinya Hasri Ainun Besari di TMP Kalibata, 5 Juni lalu.

JAKARTA – Indonesia kehilangan putra terbaiknya. Sang “Mr. crack”, Bacharuddin Jusuf Habibie, tutup usia Rabu (11/9). Presiden ketiga Republik Indonesia itu menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 18.05 WIB, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta

Habibie wafat setelah dirawat sejak 1 September 2019 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Segala upaya medis dilakukan untuk memulihkan kembali kondisi Habibie. Tapi, takdir berkata lain. Jantung Habibie yang melemah akhirnya menyerah.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh putra bungsunya Thareq Kemal Habibie dalam jumpa pers, kemarin. ”Atas nama Allah Yang Mahabesar, kami harus dengan sangat berat mengucapkan bahwa ayah saya, Bacharuddin Jusuf Habibie, presiden ke-3, telah meninggal dunia,” ujarnya.

Thareq mengungkapkan, tim dokter sudah memberikan yang terbaik. Namun, faktor usia dan penyakit gagal jantung yang didera sang bapak ternyata tidak bisa ditolong lagi. Organ-organ tubuhnya pun turut melemah.”Maka tadi jam 18.05 WIB, jantungnya dengan sendiri menyerah,” ungkapnya.

Sri Soedarsono, Adik B. J Habibie menuturkan, sang kakak meninggal persis saat adzan maghrib dikumandangkan. Di detik-detik terakhir, Habibie ditemani oleh seluruh keluarganya. Mulai dari anak, cucu, sampai adik-adiknya.

”Komplit. Cucunya yang lak-laki juga sudah datang dari Amerika tadi pagi. Sepertinya menunggu itu ya,” paparnya ditemui di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Komunikasi Sri dan almahum sang kakak terakhir Sabtu pekan lalu. Tak ada pesan khusus yang disampaikan. Obrolan hanya mengalir seperti biasa. Hanya nasehat-nasehat ringan.

Di mata Sri, Habibie bukan sekadar kakak biasa. Dia adalah sang pendorong dan penyemangat hidup untuk adik-adiknya. ”Perhatian pada adik-adiknya sangat besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengenang Habibie sebagai sosok yang luar biasa. Bukan hanya presiden RI ke 3, Habibie juga seorang ilmuwan kelas dunia dan bapak teknologi Indonesia. Di usianya yang tidak muda, kata Jokowi, kepedulian Habibie kepada bangsa dan negara tidak pernah luntur. Setiap ada persoalan terkait persoalan bangsa, Habibie selalu melakukan komunikasi dengannya dan memberikan solusi.”Beliau adalah negarawan yang patut dijadikan contoh dan suri teladan dalam kehidupan,” ujarnya.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan keperluan teknis terkait pemakaman Habibie. Rencananya, posisi makam Habibie akan ditempatkan slot 120-121 Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. “Di samping Ainun Habibie,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan hari berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan setinggi-tingginya kepada Habibie. Pratikno sudah mengeluarkan surat edaran kepada kementerian, lembaga dan jajaran pemerintahan daerah untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari. “Jadi kita tetapkan berkabung nasional selama 3 hari sampai 14 September.

Sebelum dibawa ke rumah duka, jenazah Habibie dimandikan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta sekitar pukul 19.00 WIB. Setelahnya, jenazah disemayamkan di ruang Melati, Rumah Jenazah RSPAD untuk kemudian disholatkan. Sekitar pukul 20.00 WIB, dengan iringan lafaz La Ilaha IllAllah, jenazah Habibie dipindahkan ke mobil jenazah dan diantarkan ke rumah duka di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Puluhan masyarakat terlihat datang dan mengabadikan moment tersebut.

Pukul 20.30 raungan sirine memecah hiruk pikuk pewarta dan tamu-tamu di Wisma Habibi Ainun Jl Patra Kuningan XIII. Kerumuman yang memadati jalan menuju rumah no 1 tersebut.

Suara sirine tersebut berasal dari mobil ambulan yang membawa jenasah Habibi. Di belakangnya, Alphard hitam bernomor polisi B 2506 BJH mengikuti. Tak ada suara dari setiap yang keluar dari mobil tersebut. Anak dan cucu Habibi diam tenggelam dalam duka.

Tamu-tamu tak berhenti. Jalan di sekitar kediaman disterilkan. Nampak polisi dan TNI berjaga. Pengamanan lebih ketat ketika ada pejabat yang datang.

Reza Rahardian, aktor yang memerankan sosok Habibi dan film Habibi Ainun pun hadir. Dia datang sebelum ambulan tiba. Geraknya buru-buru. Matanya berkaca. Reza tak bisa membendung tangisnya ketika awak media menanyakan kenangan tentang Habibi. ”Selamat jalan Pak Habibi. Semoga lekas bertemu Ainun di Surga,” tuturnya.

Tampak pula, Wakil Presiden terpilih Maruf Amin. Setibanya di kediaman Habibie, ia langsung menyampaikan bela sungkawa ke keluarga dan melaksanakan salat jenazah. Dia berharap keluarga diberitakan ketabahan.

Maruf mengatakan, Habibie telah memberikan investasi kemanusiaan yang tinggi bagi Indonesia. Kiprahnya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mengirim generasi muda Indonesia ke luar negeri di masa lampau banyak memberikan manfaat bagi bangsa. “Banyak yang kembali ke Indonesia untuk memajukan ilmu penetahuan dan teknologi. Kyai asal Serang Banten itu menceritakan, dirinya sempat bertemu Habibie, Selasa (10/9) lalu. Dia sengaja menemui setelah mengetahui kondisi kesehatan Habibie menurun. Dalam kesempatan itu, Maruf mengaku sempat berbincang ringan.

Sementara itu, Hatta Rajasa menilai ada empat jasa besar yang ditanamkan Habibie terhadap bangsa Indonesia. Pertama, sebagai ilmuan dan bapak teknologi, dia telah membangun rasa percaya diri bangsa. “Menghilangkan rasa rendah diri pada zaman dulu,” ujarnya.

Kedua, Habibie menjadi peletak pondasi UU politik yang memungkinkan kita semua masyarakat memiliki hak berpolitik yang sama. “Kehidupan Demokrasi dimulai di eranya,” imbuhnya.

Ketiga, di dalam mebangun SDM, upayanya menyekolahkan generasi muda ke seluruh penjuru dunia meningkatkan kualitas manusia Indonesia. “Hasilnya bisa kita lihat sekarang, hampir di semua institusi lembaga negara banyak sekali hasil yang disekolahkan di masa itu,” tuturnya. Terakhir, Habibie sudah menekankan cara hidup yang inklusif.

Hatta mengatakan, ada banyak pelajaran yang dia ambil dari Habibie. Bahkan, saat dia menjabat posisi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Hatta mengaku banyak berkonsultasi  bersama. “Meneruskan gagasan beliau,” ungkap dia.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengakui, meninggalnya Habibie merupakan satu kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Sebab, teknokrat yang dikenal sebagai Mr. Crack itu turut andil dalam banyak hal terkait keberlangsungan negara. ”Beliau ini kan tokoh nasional yang sudah memberikan kontribusi kepada negeri ini yang cukup besar,” imbuhnya.

Contohnya, lanjut dia, ketika Habibie masih berada di Jerman. ”Ditarik Presiden Soeharto ke Indonesia untuk memberikan sumbangan dalam rangka kemajuan teknologi kita waktu itu,” imbuhnya. ”Beliau inilah yang saya kira merupakan pelopor kemajuan teknologi di Indonesia,” tambah mantan panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu. Kiprah almarhum untuk dunia dirgantara tanah air diakui Wiranto, besar.

Bukan sebatas menjadi motor penggerak industri penerbangan dalam negeri, Habibie pula yang kali pertama membuktikan kepada dunia bahwa anak-anak Indonesia mampu membuat pesawat dengan tangan mereka sendiri. ”Saya kira beliau lah salah satu tokoh kita yang juga mendorong teknologi dirgantara terutama di Indonesia,” kata dia. Bukan hanya teknologi dan dunia penerbangan, Habibie juga punya andil dalam transisi zaman.

Dari orde lama di bawah kepemimpinan Soeharto ke masa reformasi. Saat Habibie menjadi presiden, Wiranto adalah menhankam pangab. ”Memang beliau sangat kuat dalam membangun demokrasi baru,” ujarnya. Wiranto mengakui, situasi pada masa itu tidak mudah. Tantangan Habibie besar. ”Tapi, ternyata berhasil kan, pemilu sukses,” lanjutnya.

Bahkan, Wiranto menyebutkan, dengan ksatria Habibie tidak mencalonkan diri sebagai presiden. ”Saya kira banyak hal yang bisa menjadi suri tauladan dan kita patut untuk mempelajari betul apa yang telah beliau lakukan,” ujarnya. ”Untuk teman-teman generasi muda bisa mencontoh terutama kegigihan beliau untuk mengabdikan diri kepada bangsa ini,” lanjut Wiranto.

Terpisah, Pengamat Politik LIPI Syamsuddin Haris mengatakan, Habibie mempunyai peran besar dalam perjalanan politik Indonesia, terutama saat masa transisi setelah rezim Orde Baru jatuh. “Saya pikir, kontribusi dan jasa beliau besar dalam mengawal transisi demokrasi,” terang dia saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Ada beberapa kebijakan penting yang diambil Presiden Habibie dalam masa kepemimpinannya. Yaitu, memutuskan percepatan pemilu. Setelah itu, dia juga mencabut semua undang-undang politik yang membatasi kebebasan bersyarikat, dan membatasi partai politik, sehingga bermunculan banyak partai baru.

Selanjutnya, Habibie juga membebaskan tahanan politik. Para tokoh yang sebelum menjadi pengkritik Seoharto dibebaskan dari penjara. Diantaranya, Sri Bintang Pamungkas, Muchtar Pakpahan, dan tokoh lainnya. Dan yang tidak kalah pentingnya, kata Haris, Habibie mencabut rezim SIUP. “Yang digunakan untuk membredel media,” papar dia.

Ada lagi kebijakan yang sangat penting dan bisa menjaga persatuan Indonesia, yaitu Undang-Undang Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Menurut profesor riset politik LIPI itu, UU Otonomi itu betul-betul mampu meredam tuntutan merdeka, mulai dari Aceh, Papua, Kalimantan Timur (Kaltim), sampai Riau.

Haris mengatakan, sebenarnya Habibie mempunyai peluang dipilih kembali oleh MPR pada 1999. Namun, akibat kebijakannya soal jajak pendapat yang mengakibatkan Timor Timur lepas dari Indonesia, dan pidato pertanggungjawabannya ditolak MPR, maka peluangnya menjadi presiden kembali akhirnya tertutup. Walaupun demikian, Habibie bisa menjaga masa transisi dengan baik, sampai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur terpilih sebagai presiden ke-4 pada 20 Oktober 1999.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, dia pun memilih di luar pemerintahan dan menjaga jarak dari kekuasaan. “Saya menilai jaga jarak dari kekuasaan itu cukup positif,” terang dia. Artinya, dia tidak menganggu presiden yang berkuasa, bahkan memberikan support kepada presiden. Habibie betul-betul menunjukkan sikap kenegarawanannya.

Sikap politik Habibie itu patut diteladani. “Jadi, kalau tidak berkuasa, tidak usah lagi cawe-cawe. Itu sikap negarawan,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan, sangat sulit menemukan pengganti seperti Habibie. Selain negarawan, reputasi Habibie sebagai teknolog dan ilmuwan diakui dunia. Menginspirasi jutaan orang.

“Makanya kejeniusan beliau diabadikan dalam lagu Oemar Bakri oleh Iwan Fals,” katanya. Ya, dalam lirik lagu tersebut tersisip nama Habibie. Oemar Bakri/ Oemar Bakri// bikin otak orang seperti otak Habibie. Sosoknya memang memiliki citra spesial di zaman Orde Baru. Orang cerdas, profesor pembuat pesawat.

Alumnus Teknik Penerbangan Spesialisasi Konstruksi Pesawat Terbang RWTH Aachen, Jerman Barat itu, kata Muhadjir, mempunyai ikatan khusus dengan Universitas Muhammadiyah Malang. Kampus dimana dirinya pernah menjabat rektor. “Beliau yang mencanangkan pembangunan kampus III, yang sekarang menjadi kampus induk. Waktu itu beliau masih menjabat Menristek/Kepala BPPT,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menceritakan, BPPT adalah anak-cucu intelektual Habibie. Membawa ruh membangun Indonesia melalui transformasi industri. “Transformasi industri, berawal di akhir, berakhir di awal. Artinya, berlandaskan apa yang dibutuhkan masyarakat. Kemudian, mengembangkan teknologi industri untuk memenuhi kebutuhan itu,” ucap Hammam.

Kini, sebagian cita-cita Habibie satu per satu mulai terwujud. Seperti berdirinya PT. Pindad hingga PT. Dirgantara Indonesia. Selain itu, memberikan kesempatan besar kepada anak bangsa untuk mendapat pendidikan, disekolahkan, dan mendapat beasiswa bahkan hingga ke luar negeri. Saat itu, kata Hammam, Habibie berpikir bahwa, Indonesia akan bisa maju, berdaya saing, dan mampu melaksanakan pembangunan nasional dengan sumber daya manusia yang kompeten.

“Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi penekanan terhadap SDM itu sebenarnya sudah digaungkan sejak zaman pak Habibie,” kenangnya. Dengan begitu, bisa menghasilkan invensi, inovasi, dan memajukan industri tanah air.

Mengenai proyek pesawat N-250 yang sampai saat ini tidak terdengar gaungnya, lanjut Hammam, Habibie pernah mengatakan kecewa. “Ya beliau selalu mengingat itu,” katanya. Sebab, mahakarya itu merupakan cita-cita anak bangsa. N-250 adalah karya asli Indonesia. Namun, Hammam paham, sulit berkembangnya proyek N-250 karena saat itu Asia sedang mengalami krisis moneter 1997-1999. Termasuk Indonesia. Praktis, tidak ada dana dari pemerintah untuk menyokong proyek tersebut.

Keponakan Bacharuddin Jusuf Habibie Rusli Habibie mengungkapkan hal yang sama. Sang paman masih sangat bersemangat membicarakan pesawat N250 yang dirancangnya sebelum dirawat intensif di RSPAD Jakarta. Saking serunya,  percakapan itu bahkan berlangsung selama dua jam. ”Pak Habibie terakhir bicara sama saya tentang pesawat N250. Beliau sangat sedih. Ingin rencana itu terwujud,” tutur Rusli di RSPAD Jakarta, Rabu (11/9).

Pesawat N250 merupakan hasil rancangan B. J. Habibie pada kurun 1990-an silam. Kala itu, rancangan pesawat tersebut dibangun oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang kini bernama PT Dirgantara Indonesia. Akan tetapi, pesawat itu tidak diproduksi massal.

Dalam dongeng, cinta sejati akhirnya akan menemukan jalannya dan menang. Apa pun halangannya. Akhir bahagia tersebut jadi pemungkas cerita cinta Habibie dan Ainun. Kemarin (11/9), presiden ke-3 Republik Indonesia tersebut meninggal dunia pada pukul 18.05. Bagi orang-orang terdekatnya, kepulangan Habibie ke Rahmatullah adalah penutup kisah cinta yang penuh haru.

Hal tersebut tersirat dari unggahan Melanie Subono, cucu pemilik nama lengkap Bacharrudin Jusuf Habibie itu. “Eyang… Sampai jumpa di keabadian… Senangnya dah bisa ngelepas kangen sama eyang puteri, bisa berdua-duaan lagi,” tulisnya. Melly Goeslaw pun berpendapat serupa. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan Eyang Habibie, bahagia bertemu dengan ibu Ainun di surga-Nya,” ungkap penulis lagu Kamu & Kenangan, soundtrack Habibie & Ainun 3, tersebut di Instagram.

Bunga Citra Lestari atau BCL, yang memerankan Ainun di film pertama Habibie & Ainun, menyatakan Eyang –panggilannya untuk Habibie– adalah sosok yang baik hati. Habibie pernah memuji, BCL selalu menyanyi dengan sepenuh hati. “Terima kasih atas seluruh cinta, kebaikan, dan dukungannya. Betapa patah hati saya karena tidak berkesempatan bilang selamat tinggal. But you are in a better place right now… I love you Eyang,” tulisnya.

Rasa kehilangan, sedih, dan haru yang diungkap Melly, BCL, dan Melanie mewakili simpati berjuta penduduk negeri. Habibie, terlepas dari posisinya di pemerintahan, merupakan teladan dalam perkara hati. Kesetiaan pria kelahiran Parepare tersebut pada Ainun –yang lebih dulu berpulang pada 22 Mei 2010– jadi kisah yang tak akan termakan zaman. Nama Habibie dan Ainun adalah dwitunggal, tidak mungkin terpisah, sebagaimana disebut dalam judul film (Habibie & Ainun) hingga nama wismanya di kawasan Patra Kuningan, Jakarta.

Cintanya pun tidak pudar meski sang istri telah berpulang lebih dulu. Mengutip wawancara Jawa Pos untuk edisi ulang tahun Habibie ke-80 pada Juni 2016, kreator pesawat N-250 Gatotkaca itu tidak pernah meninggalkan atau merasa ditinggalkan Ainun. “Cinta saya dan Ainun tidak bisa dipisahkan maut. Cinta yang bahkan maut pun tidak bisa memisahkan itu hanya mungkin terjadi kalau Anda kecipratan atau diberi cinta Ilahi,” ucapnya.

Rasa cinta Habibie tak hanya sekadar ucapan. Setelah Ainun meninggal, Habibie mengganti momen berdua lewat “apel” rutin ke makam sang istri di TMP Kalibata. Tiap Jumat pagi. Dengan baju koko, syal, dan untaian tasbih yang sama. “Pakaian semua Ainun yang pilih,” lanjutnya. Habibie juga merawat kisahnya lewat cerita. Menulis segala tentang sang istri bak obat. Walau kadang diiringi tangis, Habibie terus berusaha menulis. “Itulah obat di mana dia mencurahkan kerinduan dan rasa cintanya,” ucap Adrie Subono, keponakan Habibie.

Cinta Habibie pada Ainun dibagi tidak hanya dalam cerita. Setidaknya, hingga kini, ada dua film dari sekuel Habibie & Ainun yang menceritakan kisah tersebut. Bahkan, di bagian ketiga –Habibie & Ainun 3– giliran Ainun muda bercerita. Sosok itu akan diperankan Maudy Ayunda. Dalam wawancara di kanal YouTube MD Pictures, Habibie menjelaskan, dia melihat Ainun dalam diri Maudy. Alumnus Universitas Indonesia Bandung menilai, kedua sosok itu sama-sama introvert. Pandai, namun tidak terlalu terbuka pada banyak orang. Sama-sama pandai menyanyi. Keduanya juga mahir bermain alat musik. “Dan ini mungkin kebetulan ya, bentuk matanya juga hampir sama,” ucap Habibie.

Kisah Ainun muda tersebut dijadwalkan tayang pada akhir tahun ini. Pihak MD Pictures pun sudah merencanakan rilis poster dan trailer kemarin (11/9), pukul 19.00. Mereka sudah mengunggah pengumumannya di media sosial. Rencana tersebut dibatalkan. Sejam sebelum rilis poster dan trailer, Habibie berpulang.

”I’m not fine,” begitu kata Habibie ketika Manoj Punjabi menanyakan kabarnya saat berkunjung pada Minggu (9/11) lalu. Tak disangka itu adalah pertemuan terakhir Manoj dengan Habibie. Menurut Manoj, meski lemah Habibie tampak excited ketika berbicara soal trailer film Habibie & Ainun 3 yang diproduserinya. ”Happy banget. Saya takut karena dia enggak boleh terlalu excited,” ujarnya mengenang Habibie.

Film prekuel dari Habibie & Ainun ini dijadwalkan rilis pada 19 Desember mendatang. Trailernya masih akan tayang pada akhir bulan nanti. Manoj enggan memberi bocoran soal film itu. Dia hanya mengatakan bahwa film ini melengkapi dua film sebelumnya. ”Kisah Ainun tapi dari point of view Habibie,” ujarnya. Manoj suka menyebut film ini mirip kisah Cinderella atau Romeo dan Juliet versi real. Dia berjanji penonton akan dibikin terharu. ”Karena dia punya cinta murni, itu bagi saya elemen terbesar,” tandasnya.

Rasa senang Habibie saat menonton trailer film itu mengingatkan Manoj dengan perasaannya sendiri ketika Habibie mau kisahnya difilmkan. Dia mengenang peristiwa 30 Desember 2010 lalu. Saat itu Manoj tengah berada di London. Setelah beberapa kali merayu Habibie, akhirnya dia menemui titik terang untuk mendapat persetujuan Habibie. Habibie menelponnya. ”Sudah baca buku saya belum (buku Habibie & Ainun, Red)?” kata Manoj menirukan ucapan Habibie.

Manoj mengaku belum membacanya. Habibie lantas menawarkan untuk mengirimkan bukunya ke London lewat adiknya, Fanny, yang saat itu menjadi duta besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda. Namun Manoj menolak karena hendak kembali ke Indonesia. Sesampainya di Indonesia, Manoj membaca buku itu. Langsung jatuh cinta dengan satu kalimat, ‘Ainun, Cantiknya! Kok Gula Jawa jadi Gula Pasir’. ”Saya enggak bayangkan baca itu di 2010. Begitu cintanya beliau dari muda. Dari situ saya sudah ada bayangan gimana film itu,” ujar Manoj.

Selama proses produksi film, Manoj mengaku Habibie tidak pernah sekali pun rewel. Dia selalu mempercayakan seluruhnya kepada Manoj dan kru film lainnya. ”Apapun yang saya lalukan demi kebaikan pak Habibie. Beliau seperti ayah, enggak mungkin saya mau buat sesuatu yang beliau tidak happy,” terang Manoj. Hal itu pun diakui oleh Hanung Bramantyo, sutradara film tersebut. ”Beliau sudah pasti menangis setiap selesai nonton filmnya,” katanya, dalam acara bincang-bincang Mata Najwa kemarin (11/9) malam. (jpg)

Berita Lainnya

Waspada Investasi Ilegal Modus Perkebunan dan Penanaman Pohon

JAKARTA– Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan ...

error: Content is protected !!