Senin , 16 September 2019
Home / Borgol / Tersangka Tiga Kasus Korupsi Berjamaah

Tersangka Tiga Kasus Korupsi Berjamaah

Henri Nainggolan

BENGKULU – Pekerjaan besar dan berat sedang diemban para penegak hukum di Kejati Bengkulu dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Bagaimana tidak, tiga kasus korupsi besar ditangani secara bersamaan saat ini. Diantaranya, dugaan korupsi pengerjaan pengaman abrasi pantai di Pasar Ipuh Mukomuko, pembangunan jaringan Irigasi Air Cendam Bawah Kecamatan Lebong Sakti dan Kecamatan Amen Kabupaten Lebong. Satu lagi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Curup Rejang Lebong (RL) senilai Rp 17,2 miliar.

Sejauh ini, penyidik masih terus menggali dan mendalami indikasi kerugian negara pada pelaksanaan kegiatan proyek tersebut. Sekalipun belum didapati nilai pasti besaran kerugian negara, namun dari sejumlah alat bukti yang telah didapati penyidik Kejati, tiga kasus dugaan korupsi tersebut, masing-masing berpotensi menyeret tersangka lebih dari dua orang atau berjamaah.

Aspidsus Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan tidak menampik perihal jumlah tersangka berjamaah pada perkara ini. Kendati demikian, Henri mengaku pihaknya tentunya akan memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu dan mengumpulkan bukti dan alat bukti lainnya termasuk hasil audit resmi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait besaran kerugian negara. “Nanti setelah pemeriksaan saksi, maka akan mengerucut ke siapa saja yang bertanggung jawab dalam masing-masing kasus tersebut sehingga dijadikan sebagai tersangka,’’ jelas Henri beberapa waktu lalu.

Henri pun menerangkan dalam penyidikan perkara ini, pihaknya sudah menemukan beberapa indikasi yang semakin menguat adanya kerugian negara.  Salah satunya di proyek penahan abrasi Desa Pasar Ipuh, pekerjaan yang memakan anggaran negara cukup besar tersebut dikerjakan dengan mengsubkontrakan dari perusahaan pemenang lelang. Dalam hal ini PT. Berantas Adi Praya selaku pemenang lelang mengsubkontrakan kepada perusahaan lain. Kemudian perusahaan itu kembali mensubkontrakan ke perusahaan lain sehingga sudah berjenjang.  Dalam aturan tidak diperbolehkan demikian.

Sementara itu untuk proyek irigasi di Kabupaten Lebong, dari informasi didapat RB, penyidik hampir menuntaskan pemeriksaan saksi-saksi. Saat ini penyidik masih menunggu hasil audit perhitungan kerugian negara dari BPKP Provinsi Bengkulu. Setelah hasil audit perhitungan kerugian negara keluar, penyidik akan memasuki babak baru yakni menetapkan tersangka. “Saksi-saksi sudah hampir beres, tinggal nunggu audit BPKP saja,” ujar salah satu sumber RB di Kejati Bengkulu.

Satu proyek lagi, pengadaan Alkes di RSUD Curup Rejang Lebong  senilai Rp 17,2 miliar. Penyidik baru melakukan proses klarifikasi terhadap pihak-pihak mulai dari PPK dan juga pihak dari RSUD.(zie)

Berita Lainnya

Bayi Meninggal, Dosen Laporkan Oknum Dokter

BENGKULU – Seorang pengacara sekaligus dosen, Ana Tasia Pase, SH, MH, Jumat (13/9) petang melaporkan ...

error: Content is protected !!